Thursday, July 31, 2008

Arti teman

Dalam kitab Ihya' Ulumuddin, Imam Al Ghazali mengutip kisah seorang alim dan juga termasuk dari kalangan sahabat yang bernama Alqamah yang berwasiat kepada anaknya tentang arti persahabatan hakiki :
Wahai anakku, jika engkau ingin berteman, bertemanlah dengan orang yang jika engkau membelanya, ia pun melindungimu.
Jika engkau berbuat baik padanya, ia pun membalasnya
Jika engkau berbuat dosa, ia berusaha mencegahmu
Bertemanlah dengan orang yang jika engkau meminta sesuatu, ia memberinya
Jika engkau diam, ia menyapamu, jika engkau mengalami musibah, ia menolongmu
Bertemanlah dengan orang yang apabila engkau berkata kemudian ia membenarkanmu dan menasehatimu
dan jika kalian bertengkar, ia lebih mengutamakanmu

Nasehat ini berisikan tentang kriteria-kriteria yang harus ada dalam seseorang yang ingin kita j
adikan teman, dan alangkah indahnya jika kriteria-kriteria tersebut ada pada diri seseorang yang menjadi teman kita.

Sudahkah kita memiliki teman seperti itu???

(sumber : from email)

Kapan kau mempersuntingku?

"Selamat ya.....", sebuah kalimat yang terucap dari bibir-bibir sepupu-sepupu mamaku yang pada hari Rabu kemarin berkumpul dalam acara rutin keluarga tiap 3 bulan sekali di sebuah perumahan di kawasan Cibubur. Ketika itu aku baru tiba di lokasi dan langsung menyalami mereka satu persatu. Sejenak aku bingung. Hey...selamat apa? Dalam rangka apa? Desember masih jauh. Aku juga tidak baru lulus kuliah. Aku juga tidak sedang mengikuti kompetisi apapun. Congratulation for what?!?

Mmm...kenapa sih tante-tanteku ini?? "Ini ya...yang mau jadi calon penganten....", cetus mereka sambil menatap ke wajahku.

Halah...ini toh maksudnya..."Semua juga calon.... tante...", jawabku sambil menunjuk sepupu-sepupuku yang lain yang notabene memang belum menikah juga.

Buru-buru aku ralat lagi, "Yang bener mah yang ini lagiii....yang mo jadi penganten duluan....", kataku sambil tersenyum dan menarik adik perempuanku yang sedang berdiri di belakangku.

"Trus...Dessy sendiri kapan??", sebuah pertanyaan standard yang cukup membuatku bosan untuk menjawabnya.
"Doain aja tante...insya Allah secepatnya. Calonnya masih ghaib nih....belum memperlihatkan wujud aslinya....ha...ha...ha...", seenaknya aku jawab.
Ucapan selamat tadi belum selesai sampai di situ. Ketika rombongan dari Bandung datang (termasuk mamaku juga di dalamnya) dan saat bersalaman menyambut mereka, salah satu sepupu mamaku juga mengucapkan hal yang sama padaku...."Selamat ya...". Duuhh...capppe dehhh
Aiiihhh....orang-orang ini salah melulu dari tadi. Apa sebegitu miripnya kah wajahku dengan adik perempuanku ini? Sampe salah sasaran ucapan dari tadi. But...mudah-mudahan saja ini menjadi sebuah doa untukku. Amin.....
Biasalah....kalau sudah acara kumpul keluarga seperti ini, pasti yang ditunggu-tunggu adalah kabar bahagia berupa pernikahan. Dalam acara itu telah diumumkan 2 saudaraku yang akan melangsungkan hari bahagia. Pertama si om, masih sepupu dari mamaku juga. Insya Allah Desember tahun ini melepas masa lajangnya. Kemudian Teh Fifi sepupuku, insya Allah November tahun ini juga. Dan yang terakhir adikku, insya Allah awal tahun depan, jika Allah mengijinkan. Akhirnya nyeletuk juga deh..."Dessy bulan September nih...biar kesalib semua...ha...ha...ha...".
Ya Allah...sebegitu mendesaknya kebutuhanku untuk segera menikah??? Aku merasa telah siap...namun bila ia yang Engkau tetapkan untukku belum juga menampakkan tanda-tandanya....apakah aku harus terus memaksa???

Dan ketika mendengar lagu Janji Suci dari Yovie and The Nuno.....wuuurrr....jadi meleleh deh hati ini. Pikiran udah kemana-mana. Si syaithon cepat banget hinggapnya. Kapan dong ada pangeran yang datang melamarku?? Beri aku kesabaran untuk menanti masa itu ya Rabb....doaku dalam hati.

Kira-kira ...kalau si dia melamarku sambil menyanyikan lagu ini....waduh...romantisnya....trus ditambah lagi dengan sebuah hafalan surah Ar Rahman...yup...lengkap deh...hatiku luluh...wuuuusssssss.........


dengarkanlah wanita pujaanku
malam ini akan ku sampaikan
hasrat suci kepadamu dewiku
dengarkanlah kesungguhan ini

aku ingin mempersuntingmu
‘tuk yang pertama dan terakhir
reff:
jangan kau tolak dan buatku hancur
ku takkan mengulang ’tuk meminta
satu keyakinan hatiku ini
akulah yang terbaik untukmu
dengarkanlah wanita impianku
malam ini akan ku sampaikan
janji suci satu untuk selamanya
dengarkanlah kesungguhan ini
repeat *
repeat reff [3x]
akulah yang terbaik untukmu, ooo

31 Juli 2008
(kapan engkau datang mempersuntingku wahai pangeranku??)





Monday, July 28, 2008

Suka, Sayang, dan Cinta


SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."

SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.

CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama".

(sumber: instant message from a friend)

Thursday, July 24, 2008

Dijemput Maut

Tepat pukul 07.15, Kamis pagi aku keluar dari rumah. Jam keberangkatan yang selalu sama hampir tiap pagi di hari kerja. Masih 300 m dari jalan utama aku sudah mendengar suara klakson mobil dan motor berteriak-teriak hingga memekakkan telinga. Tidak seperti pagi biasanya. Begitu aku sampai di ujung jalan...terlihatlah kemacetan yang luar biasa di seberang jalan menuju Jakarta. Motor, mobil, bis semua tumplek blek memenuhi jalanan di satu titik. Tepat di tempat di mana aku biasa menunggu angkutan umum. Aku tidak tau pasti apa yang sedang terjadi.

Aku menyebrangi jalan utama yang ramai dan hampir semua kendaraan menjalankan kendaraan di atas kecepatan rata-rata. Setiap hari aku selalu menyeberang 2 ruas jalan yang cukup padat dengan laju kendaraan yang cepat serta jalur kereta listrik Bogor-Jakarta. Ruas pertama adalah jalan menuju Depok, yang kedua jalan menuju arah Jakarta. Yup...Karena aku tinggal di antara perbatasan Jakarta Selatan-Depok. Melintasi jalan yang sulit untuk diseberangi sudah menjadi makananku sehari-hari. Yang tidak aku lupa ketika aku pamit dengan induk semangku, mereka tiada pernah bosan mengingatkanku untuk hati-hati menyeberang. Duh...jadi terharu...dan memang aku sangat bersyukur selalu diingatkan dengan hal yang satu itu. "Hati-hati nyeberangnya Des...liat kiri kanan, awas kereta...."

Kemudian aku naik tangga menuju rel lintasan kereta. Tampak beberapa orang  sedang berkumpul di pinggir rel. Benar-benar aneh. Something must be happened pikirku.


"Ada apa ya Pak?", tanyaku pada seorang bapak yang sedang diam termangu.

Masih dengan wajah bengong dia menjawab, "Mmmm, anu mbak....ada mayat tergeletak."

What?!? Mayat?!? Membuat ku kian penasaran. Aku tinggalkan bapak yang aku tanyakan tadi. Dan bergegas menuju kerumunan orang-orang yang mulai berkumpul. Masya Allah....ternyata benar. Ada sesosok mayat tergeletak di pinggir rel!!

Seonggok badan yang masih lengkap dari kepala hingga kaki. Posisi badan telungkup, sehingga aku tidak jelas melihat wajahnya. Tinggi badannya tidak terlalu tinggi, badan kurus,  seperti pemuda tanggung. Mengenakan balutan sweater abu-abu dengan celana jeans biru pudar ngatung di bawah lutut. Memakai kaos kaki putih ....tapi aku tidak melihat kemana sepatunya. Di punggung masih memakai sebuah ransel warna hitam abu-abu. Warna rambut hitam lurus, aku lihat ada luka merah cukup lebar di kepalanya. Tak jauh dari mayat tadi ada sebuah helm yang aku lupa warna apa. Ada seorang pria yang sibuk potret sana potret sini. Ahh entahlah...mungkin juga dia seorang wartawan. Aduh aku jadi menyesal juga kenapa aku tidak membawa camdig di sakuku. Hal yang sama dulu juga terjadi ketika aku pulang dari Bandung mendapati kehebohan di depan RS UKI tahun lalu. Mayat tergeletak dengan kondisi isi kepala keluar semua dan kepala nyaris pipih mirip film kartun. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun....dan orang itu terlindas sebuah bis pariwisata. Semua tulang badannya remuk, isi kepala tumpah, darah berhamburan dan berceceran. Ketika diangkat sudah tidak mirip manusia lagi. Itu terjadi pagi hari sekitar jam 7. Aku ingat kejadian itu terjadi di jalur lintasan busway. Aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku saksikan. Padahal kondisi lalu lintas waktu itu tersendat. Hingga saat ini aku tidak tau persis bagaimana kejadiannya. Yang jelas aku melihat dengan mata kepala sendiri mayat dengan kondisi sangat mengenaskan.

Masih terbayang-bayang juga sosok mayat-mayat itu di mataku. Karena waktu yang sudah mepet, aku tinggalkan mayat pria tadi dan kerumunan orang-orang yang sedang sibuk menghubungi polisi. Suara klakson masih belum berhenti. Setelah aku naik ke atas bis yang akan membawaku....aku lihat lagi si mayat tadi sudah ditutupi dengan koran.

Salah seorang temanku dari Depok dan suaminya langsung heboh..."Des lo ada di mana? Baik-baik aja kan??". Ternyata mereka juga terjebak macet di hari itu. Mungkin langsung ingat kalo itu adalah tempat mangkalku tiap pagi...Ya Rabbi alhamdulillah hingga hari ini aku masih Engkau beri kehidupan dan masih sempat berbagi dalam blog ini.

Dan berdasarkan cerita dari bapak dan ibu kostku (malam harinya aku tanyakan)...wallahu alam benar apa tidak. Katanya si pria tadi kehabisan bensin motornya. Dia memarkirkan motornya di pinggir jalan, kemudian dia mau mencari bahan bakar di seberang jalan. Ngga tau karena melamun atau apa, akhirnya dia keserempet kereta dan langsung mati di tempat. Apalagi sekitar jam 7 pagi jalur kereta Bogor-Jakarta adalah jalur yang cukup sibuk.

Ahh...memang kematian itu benar-benar sebuah misteri yang tidak dapat diungkap oleh manusia. Siapa yang akan menyangka umur si pria tadi hanya sampai di situ. Memarkirkan motor untuk bisa melanjutkan perjalanan dan aktivitasnya seperti biasa....namun akhirnya hidupnya selesai sampai di pinggir rel kereta dengan menemui maut untuk menuju perjalanan lain yaitu alam kubur.

Ya...kita tak akan pernah tau akan seperti apa akhir kehidupan kita kelak....
Just keep istiqomah...ingatkan aku selalu teman....

Kamis, 24 Juli 2008
(Begitu cepatnya kematian itu berada di depan mata)

Wednesday, July 23, 2008

Baksos Tahun Lalu...SERUU!!!




Wah….seneng banget rasanya melihat binar bahagia di mata polos mereka. Menyaksikan mereka bisa tertawa lepas di antara segala himpitan hidup yang mereka hadapi dari hari ke hari. Kebahagiaan yang saya rasakan sangat beda…..kebahagiaan ketika kita dapat berbagi dengan sesama, walaupun hanya hal kecil yang sanggup diberikan saat ini. Namun melihat senyum di wajah mereka, tawa riang dan canda tawanya, adalah suatu hal yang menakjubkan bagi saya pribadi. Apalagi dengan kesehariannya yang bergumul dengan tumpukan sampah2, yang mungkin hanya berpikir hari itu masih bisa makan atau tidak.

Sunday, July 20, 2008

Resep Kecantikan Wanita

 
Seorang wanita mu’minah cantik jelita suatu saat ditanya tentang resep kecantikannya.
Wanita itu menjawab:
“Kedua bibir saya selalu berkata benar, suara saya hanya untuk membaca al-Qur’an, kedua mata saya selalu melihat dengan penuh belas kasihan dan kasih sayang, kedua tangan saya hanya dipergunakan untuk kebaikan, kedua kaki saya tidak pernah goyah untuk kejahatan dan hati saya selalu ikhlas hanya mengharapkan ridhaNya

Semoga kita juga begitu ya...amin....
(sumber: instant message dari temen)

Di antara semua

 
Renungan dari seorang teman....

Di antara cinta dan ambisi, ada ajal yang menanti
Di antara syahwat yang berujung maksiat,
ada jasad yang kan sekarat

Di antara anggunnya pakaian tubuh,
ada kafan yang lusuh

Di antara canda yg menggembirakan,
ada tangis dan penyesalan

Dan, di antara indah kemilau dunia,
ada surga yang maha mempesona

Sungguh, kematian itu begitu dekat

Apakah yang telah kita persiapkan dalam menyongsongnya???


Wednesday, July 16, 2008

Mana yang bener ya?

Menurut kalian....yang benar yang mana sih...

"Apa kabar Arjuna?"

atau

"Arjuna, apa kabar?"

jawab :

...........................................

Friday, July 11, 2008

Gaji...diapain dulu neh??

Ilmu yang aku dapat dalam kajian bulanan perkantoran bulan Juni kemarin....dari guru bidang keuangan, siapa lagi kalau bukan dari Ahmad Gazali seorang praktisi dan konsultan keuangan yang cukup ternama di Jakarta. Sosok yang sudah tidak asing lagi di mataku. Karena banyak  jawaban-jawabannya atas berbagai persoalan keuangan banyak tersebar di majalah-majalah, juga buku-bukunya yang sudah beberapa terbit. Yang aku ingat adalah "Cash Flow for Woman" dan "Aisyah dan Maisyah".  Wajahnya yang mirip orang Taiwan dengan kulit putih dan cukup ramah dengan audience dalam memberikan materi pada malam itu membuat gelak tawa jamaah yang hadir di Mesjid Hidayatullah...

Mengambil tema "Mengelola Gaji"....berikut beberapa point yang dapat aku sharing di sini....

Di awal...beliau memberikan sebuah hadits :

Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)

So...keluarga yang sakinah itu adalah :

  1. Memiliki rumah yang luas
  2. Kendaraan yang nyaman
  3. Istri yang solehah
  4. Rezeki yang halal dan baik
Jadi...kalau seorang muslim memiliki itu semua...bukan disebut kaya...melainkan emang itu standard seorang muslim. Biasa aja lageee.....

Renungkan...bila mempunyai anak lebih dari satu dan beda kelaminnya, tentu kamar tidur mereka harus dipisahkan, mengacu pada hadits Rasulullah juga, bahwa anak laki-laki dan perempuan harus terpisah tempat tidurnya. Tentu harus memiliki lebih dari satu kamar kan? Belum lagi kalau ada pembantu...tentu harus diberikan kamar sendiri juga. Belum lagi kalau kedatangan tamu atau saudara....harus punya kamar juga kan....jadi bisa dihitung-hitung deh kebutuhan ruang nya...dengan standard kenyamanan tentunya....bukan yg serba satu langkah ke tiap ruangan...ha...ha...ha...

Nah kendaraan yang nyaman, yang tidak mogok-mogok juga termasuk kebahagiaan bagi seorang muslim. Karena dengan kendaraan memberi kemudahan bagi kita dalam melakukan aktivitas dakwah juga untuk kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan untuk kebaikan.
Rasulullah saja pada jamannya memiliki unta yang paling bagus loh!!

Istri yang solehah mah udah ngga usah dipaparkan lagi ya....krn istri solehah itu adalah harta yang paling berharga....ada banyak haditsnya juga tuh.... mengenai istri yang solehah ini. Silakan cari...buanyakk banget rujukannya!!

Langsung aja ke pengelolaan gaji ya....

Agar berkah dan manfaat...gaji harus kita alokasikan sesuai porsinya masing-masing, jangan lupa dengan filter yang halalan dan thoyyiban....
Nah...gitu terima gaji dan sampe ke tangan kamu semua....maka :

  1. Bayarkan dulu Hak Allah SWT berupa zakat, infaq ....ayo salurkan lewat Portalinfaq
  2. Hak orang lain....bayarin tuh hutang-hutang....karena kita ngga pernah tau kapan kita mati. ya kan?!?
  3. Hak sendiri untuk masa depan....berupa tabungan neh....jgn lupa yee
  4. Hak sendiri sekarang....Sisanya nih...habisin deh sesuka hati....setelah ketiga point di atas terpenuhi semua.
Jangan pernah lupakan hak Allah pertama sekali kepadaNYA yang telah memberi kita rizki....

Moga manfaat ya...sori...cuman nyatet dikit..!!

Jakarta, 27 Juni 2008

Tuesday, July 8, 2008

Sang Guru

 
Gurumu bukan orang yang kau dengarkan pidatonya, tapi seseorang yang membimbingmu melalui ekspresinya, yang merasukimu dengan sikap spiritualnya.
Dia bukanlah orang yang membimbingmu dengan kata-kata, tapi seseorang yang membawamu dengan kondisi spiritualnya.
Gurumu adalah seseorang yang membebaskanmu dari penjara hasrat untuk mengantarmu kepada Guru Dunia - yakni ALLAH SWT.
Gurumu adalah seseorang yang tak henti membersihkan cermin hatimu sehingga ia memancarkan cahaya Ilahi.
Gurumu memasukkanmu ke dalam cahaya keberadaan ALLAH dan berkata : "Kau sudah sampai di rumah Tuhanmu."


Sudah kah "sang guru" itu ...kau temukan ...saudaraku??

(sumber : dikutip dari buku "Bulan Sabit di Atas Eiffel, hal.172, Abd.al Malik)

Friday, July 4, 2008

Di Jkt jodoh sulit??

 
Sudah beberapa hari ini salah seorang tanteku yang dari Riau datang ke Jakarta dalam rangka mengantarkan putrinya yang akan melanjutkan kuliah di Bogor, tempat aku menuntut ilmu dulu. Akhirnya....ada juga yang mengikuti jejakku kuliah di kota tercinta Bogor....

Selama beliau menginap di kostku...otomatis tanteku memperhatikan serta mengamati kegiatanku selama 24 jam ngapain aja. Mulai dari bangun, berangkat ke kantor, dan akhirnya pulang lagi. Pulang ke kost pun sudah larut malam, karena dalam 3 hari terakhir aku emang pulang larut terus karena ada beberapa acara yang aku ikutin bareng teman2...mulai dari nonton Kick Andy di Metro...sampe ketemu dengan teman2 satu komunitas setelah pulang kantor.

Aku jadi geli sendiri melihat tanteku...wajah penuh kasihan dia perlihatkan padaku juga adikku, pergi pagi...pulang malam...trus dia sibuk menghitung2 kira2 berapa penghasilanku untuk hidup di Jkt. ha...ha...ha...Duh tante...jangan dihitung2 deh....aku aja ngga pernah hitung-hitung....
Dan akhirnya dia mengambil kesimpulan tentang jodoh "si misterius" yang sampe detik ini ngga pernah aku tau rahasianya....
"Pantesan Dessy belum ketemu jodohnya juga ...emang susah cari jodoh di jakarta itu...".
Dengan sedikit kaget aku jawab, "Loh...emang kenapa tante?"
"Iya...tante perhatiin...pagi udah ke kantor...nyampe rumah udah malem...trus kapan bisa ketemunya? Kalaupun udah ketemu...gimana cara menyelidiki dia? Kesana sini jauh...mau liat keluarganya kayak gimana ...sulit....Duh..tante ngga kuat deh kalo harus tinggal di jkt."
 
Lanjutnya lagi, "Dulu tante Ita (salah satu tanteku yang lain, red.)juga ngga ketemu2 dengan jodohnya di Jkt sampe akhirnya dia pulang kampung dan akhirnya dikenalin dengan Om Teral." Dia menceritakan salah satu keluargaku yang dulunya juga tinggal di Jakarta.
Masa sih?? Sebegitu parahkah? Apa aku harus pergi ke pelosok dulu baru ketemu dengan calon suami? Aih...jangan dong......mahal amat ongkosnya.
"Orang baik dan benar itu langka tante...ngga gampang nemuinnya....apalagi di Jkt...udah jadi fosil kali ya...", aku berikan argumenku.
"Iya ya?? Emang ngga mudah ketemu dengan yang orang yang bener-bener...", jawabnya lagi.
"Musti lebih sabar lagi nih...padahal tahun ini udah warning...mana Deby udah mau ngelangkahin lagee....", jawabku dengan ringan.

"Sabar ya Si...tante doakanlah....", sebuah jawaban  yang sudah tidak asing lagi di telingaku...
Emang sulitkah ketemu jodoh di Jakarta?!? Aku pun tak tau......

Sebuah kata-kata pembangkit semangatku di kala sedang tidak karu-karuan...

"Orang-orang beriman selalu punya cara sendiri untuk bisa menata hatinya, dan Allah selalu punya tempat di relung-relung hatinya yang lapang, meski pedihnya kesulitan hidup selalu mengiringi langkah-langkahnya. Sesungguhnya menjadi sabar itu berlatih dengan menyabar-nyabarkan diri dan yakinlah satu hal, bahwa Allah tak akan menyia-nyiakan kesabaran hamba-hambaNya."

Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.
(HR. Abu Dawud)

Wednesday, July 2, 2008

Real Love....


Ya Allah,sesungguhnya aku bermohon kepadamu untuk dapat selalu mencintaiMu,mencintai orang orang yang mencintaiMu dan amal perbuatan yang dapat mengantarkanku untuk mencintaiMu. Ya Allah, Jadikanlah cintaku kepadaMu melebihi cinta kepada diriku sendiri,keluargaku dan melebihi dari pada air yang sejuk."( HR.Turmudzi )

Dan bersegeralah

 
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu

dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi
yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya),
baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya
dan mema'afkan (kesalahan) orang.

Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

(QS 3:133-134)