Wednesday, October 29, 2008

Life is Short

 
Tiga pekan berlalu sudah
Tiga pekan jasadnya telah terkubur berkalang tanah
Tiga pekan semuanya berubah
Tiga pekan tiada lagi terlihat senyumnya yang merekah
Tiga pekan semua telah punah
Bersama berlalunya waktu......

Hari ini, tepat tiga pekan meninggalnya salah satu keluarga dekatku, terhitung satu pekan setelah ramadhan berlalu. Sebuah berita sangat mengejutkan. Tak pelak cukup menyentak hampir seluruh keluarga yang diberi kabar hari itu, 8 Oktober 2008 di siang hari yang berawan. Dia adalah pamanku, yang tak lain suami dari adik mamaku.

Bagaimana tidak cukup menyentak. Baru saja kami berkumpul di acara lebaran di kota Bandung. Dan semua baru saja kembali dari sana untuk kembali ke aktivitas awal. Tiada keluhan sakit apapun atau kabar tidak enak lainnya. Semua berjalan seperti biasa. Mungkin hanya istri atau mungkin kerabat paling dekat yang merasakan beberapa keganjilan sebelum ia dipanggil Sang Khaliq.

Usia....sebuah misteri besar dalam hidup. Terkecuali bagi orang-orang yang akan dieksekusi mati. Mungkin bukan menjadi rahasia lagi, karena ia telah mengetahui tanggal kematiannya. Namun bagi kebanyakan kita...tiada yang mengetahui sampai batas mana usianya di dunia akan berakhir. Tiada seorangpun yang dapat menjamin apakah lima menit ke depan ia masih ada di dunia atau tidak.

Sebuah pelajaran SANGAT berharga aku dapatkan dari peristiwa kematian. Aku belajar dari orang-orang terdekatku. Peristiwa kematian teramat dekat. Setiap hari ada saja kabar berita duka yang aku dengar. Tidak dari televisi, radio, media cetak, maupun kabar dari keluarga sendiri. Peristiwa kematian yang sangat aku rasakan ketika orang yang sangat dekat dalam kehidupanku, Papa, dipanggil 8 tahun yang lalu. Berturut-turut sebelumnya kedua kakekku, kemudian menyusul nenekku. Dan sekarang pamanku.

Usia pamanku relatif masih muda. Almarhum baru berusia 38 tahun. Namun kematian tidak pandang usia. Bila kontrak di dunia telah habis...harus siap dihentikan semuanya. Tanpa ada tawar-menawar atau negosiasi dari yang memberikan kontrak. Itulah yang terjadi 8 Oktober lalu. Dia meninggal ketika dalam posisi tertidur. Tiada yang mengetahui jam tepatnya kapan hembusan nafas terakhirnya. Dia hanya coba dibangunkan oleh sang istri menjelang jam makan siang, karena dicurigai dari pagi tidak juga bangun-bangun. Dan ternyata setelah dicek....innalillahi wa inna ilaihi rojiun.....raganya telah terbujur kaku. Tanpa ada satupun yang berada di dekatnya ketika sakaratul maut itu terjadi. Seluruh badannya telah kaku, beku dan dingin seperti es. Prediksi kemungkinan telah meninggal 2 jam yang lalu dari jam 12.30 siang. Baru saja melewati Ramadhan yang penuh berkah...namun ternyata itulah Ramadhan terakhir bagi dirinya....Allah masih beri kesempatan itu hingga usai 1 bulan ramadhan berlalu dari dirinya....
Begitu cepatnya kematian itu menjemput dirinya. Mungkin saja masih banyak amanah-amanah yang belum sempat ia tunaikan, mungkin ada janji-janji yang belum sempat ia penuhi....mungkin juga ada hutang-hutang yang belum sempat ia bayarkan.....ahh...semua kita memang tidak pernah tau....

Yang aku sedihkan dari pamanku ini adalah....dia tidak mempunyai keturunan. Walau usia pernikahan dengan istrinya sudah 12 tahun. Aku bertanya dalam hati...siapa yang akan mendoakannya kelak? Bukankah yang akan terus mengalir ke alam kubur nanti adalah doa dari anak yang soleh?

Kemudian aku merenungi apa yang akan dialami oleh tanteku sepeninggal suaminya. Apalagi di usianya yang sudah tidak muda lagi. Usia tanteku 14 tahun lebih tua dari suaminya. Menghabiskan sisa usia di saat tak ada lagi pendamping di sisinya. Ya Rabbi...betapa sedihnya. Tiada teman berbagi, teman bercanda, teman yang saling menyayangi. Walaupun nanti di akhir hidup kita juga akan kembali sendiri lagi. Namun....semoga saja Allah beri kekuatan untuk beliau.

Hidup....terlalu sayang bila harus disia-siakan belaka. Pagi masih tertawa riang...namun bisa jadi siangnya kita telah terkubur dalam tanah......

Life is so short.....seperti seorang pengembara yang sedang berteduh di bawah pohon dan kemudian berlalu melanjutkan perjalanan....seperti itulah hidup. Teramat singkat malah. Sudahkah diriku berbekal untuk sebuah perjalanan panjang menuju alam keabadian?

Ketakutan menyergap diri ini....
Ya Allah...beri hamba keturunan soleh sebelum ajal menjemput. Hamba ingin ada yang mendoakan diri hamba ketika hamba berada dalam alam kubur....Beri hamba ilmu manfaat juga beri hamba kemampuan untuk mengajarkannya kembali....sebagai ladang amal yang tak pernah putus ketika hamba meninggalkan dunia fana ini.....amin.....juga beri hamba kemampuan untuk tetap beramal jariyah di jalanMu...


For my uncle...moga amal ibadahmu diterima Allah...
For my aunty....moga kesabaran senantiasa melekat dalam dirimu...
For myself...pertinggi taqwa...kematian itu DEKAT...teramat DEKAT...dessy.....

Thanks untuk temen2 yang mengucapkan duka cita via HP dan MP ku...

(bandung, in memoriam 08 Okt 08)



Taubat - Opick

Wednesday, October 22, 2008

Indahnya Mencintai dan Dicintai

KISAH CINTA DARI CHINA

Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia. Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.

Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya (hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.

50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin ....
Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....
Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.
Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan ia berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".

Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.

Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelom
pok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.

Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.
Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.

"Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai aku meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?"

Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.

Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.
Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.


*Sumber : dari milis*

Thursday, October 16, 2008

Untuk Muslim dan Muslimah


”Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim,
laki-laki dan perempuan yang mukmin,
laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya,
laki-laki dan perempuan yang benar,
laki-laki dan perempuan yang sabar,
laki-laki dan perempuan yang khusyuk,
laki-laki dan perempuan yang bersedekah,
laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya,
laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,
Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

(QS 33:35)

Gigiku MAHHHAAALLL!!!

Akhirnya operasi kecil pengangkatan si gigi bungsu kiri bawah berjalan lancar. Sempat menunggu beberapa bulan sebelum akhirnya hari ini tiba. Sakit yang ditimbulkan akibat gigi yang tidak normal ini membuatku sering sakit kepala, makan tidak enak, makanan terselip terus, dan akhirnya timbullah lubang yang membuat senut-senut luar biasa. Alhamdulillah hari ini dia berhasil diangkat dari gusiku dengan proses lebih kurang 1.5 jam di atas kursi dokter gigi. Sempat kesusahan juga sang dokter untuk mengangkat gigiku itu. Bandel bener nih gigi, dalam hatiku.

"Ikhlasin dong mba....biar cepat keangkat nih gigi..." gurau dokterku.

Aku hanya bisa nyengir. Udah dari kemaren-kemaren kali aku ikhlasin....biar ngga mengganggu lagi.

Satu...dua...tiga...jebret!!! Finally....akhirnya...nyangkut juga gigiku itu di tang si dokter. Merah berlumuran darah, dengan akar bercabang dua. Tampak bekas lubang tadi menganga di sekitar gigi. Ini yang bikin makan dan tidurku jadi ngga enak....ahhh...akhirnya....

Lumayan capek juga aku mengangakan mulutku di hadapan dokter gigiku itu. Aku harus siap-siap dengan operasi keduaku untuk mengangkat si bungsu paling belakang yang sebelah kanan bawah, setelah gusiku yang kiri sembuh tentunya. Sampai detik ini juga aku belum bisa enak makan. Karena gusiku yang masih menganga bekas operasi tadi.

Ya...gigiku mengalami "impaksi", dalam bahasa kedokterannya. Posisi tumbuh gigi bungsu yang tidak normal. Dari hasil rontgen gigi yang aku lakukan, tampak jelas posisi sang gigi tidur alias melintang. Akarnya tidak tumbuh tegak ke dalam gusi. Hal ini yang bisa membuat makanan terselip di antara sela-sela gigi, yang akibatnya menimbulkan lubang. Dan aku harus membayar mahal untuk mengenyahkan si gigi dari mulutku. Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) keluar dari kocekku, hanya untuk membuang si gigi. Subhanallah....pemberian Allah untuk kita mahal ya... Itu belum termasuk bolak-balik ke dokter gigi juga rontgennya.....(ini baru satu gigi!!) Belum organ-organ lainnya dari tubuh kita. So...jaga kesehatan dari sekarang. Karena nikmat sehat itu luar biasa!!!

Untuk lebih jelasnya...sebagai tambahan ilmu mengenai kesehatan...aku copast dari www.klikdokter.com berikut ini....dibaca  ya....

Kalo punya kasus serupa, sebaiknya diangkat aja gigi yang impaksi itu. Sebelum menimbulkan sakit yang luar biasa seperti aku alami.


Impaksi Molar Tiga



Defenisi
Gigi molar tiga (gigi bungsu) adalah gigi yang terakhir tumbuh dan terletak di bagian paling belakang dari rahang. Biasanya gigi ini tumbuh pada akhir masa remaja atau pada awal usia 20-an. Pada usia inilah yang dianggap sebagai “age of wisdom” (usia di mana seseorang mulai bijaksana), sehingga gigi bungsu dalam bahasa Inggris disebut “wisdom teeth”. Normalnya tiap orang memiliki empat gigi molar tiga, masing-masing satu pada tiap sisi rahang. Tapi ada juga orang-orang yang tidak memiliki gigi bungsu ini.
Pada kebanyakan kasus, rahang seringkali tidak cukup besar untuk menampung gigi-gigi ini sehingga tidak dapat tumbuh sepenuhnya atau tetap berada di bawah gusi atau di dalam tulang. Keadaan inilah yang disebut impaksi. Impaksi adalah suatu keadaan di mana gigi mengalami hambatan dalam arah erupsinya / tumbuhnya, sehingga tidak dapat mencapai posisi yang seharusnya.
Gambar 1 : Impaksi gigi molar
Impaksi gigi molar tiga dapat timbul dalam berbagai posisi, bisa benar-benar terperangkap dan berada dalam gusi atau tulang, sehingga tidak nampak bila dilihat dalam mulut. Atau bisa juga sudah menembus gusi tapi hanya tumbuh separuh jalan. Arahnya bisa horizontal, miring dengan mahkota ke arah gigi molar dua atau sebaliknya, atau malah menghadap ke arah dalam atau ke luar rahang.

Gambar 2 : Berbagai posisi impaksi gigi molar tiga
Penyebab
Impaksi disebabkan tidak tersedianya cukup ruangan pada rahang, sehingga gigi molar tiga tidak memiliki tempat untuk tumbuh dengan normal.
Gejala
Anda mungkin tidak merasakan keluhan apapun sampai benar-benar terjadi kerusakan yang berarti. Biasanya keluhan yang dirasakan adalah:
  • Rasa sakit atau rasa kaku pada rahang di area gigi molar tiga yang impaksi.
  • Pembengkakan pada gusi di atas gigi molar tiga yang impaksi
  • Sakit kepala, sakit pada telinga atau leher.
  • Bau mulut akibat adanya infeksi
Pemeriksaan
Pemeriksaan yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan radiografik panoramik untuk melihat posisi gigi molar.
Perawatan
Perawatan yang dilakukan pada impaksi gigi molar tiga adalah pengangkatan gigi molar tiga tersebut. Gigi molar yang impaksi atau tumbuh miring tidak berfungsi dengan baik dalam pengunyahan dan menyebabkan berbagai macam gangguan. Itulah mengapa gigi tersebut lebih baik diangkat daripada dipertahankan.
Semakin cepat mengangkat gigi molar tiga impaksi akan semakin baik daripada harus menunggu sampai timbulnya komplikasi dan rasa sakit yang lebih lanjut. Bila Anda menunggu sampai timbul rasa sakit dan keluhan lainnya, resiko terjadinya komplikasi pada saat pengangkatan tentunya akan lebih tinggi, bahkan proses penyembuhan mungkin akan lebih lama.  Semakin muda usia pasien, proses pengangkatan akan jauh lebih mudah dan proses penyembuhannya akan jauh lebih cepat.
KENAPA GIGI MOLAR TIGA ANDA HARUS DIANGKAT?
Gigi molar tiga yang impaksi pasti menimbulkan masalah di kemudian hari. Masalah yang umumnya timbul yaitu:
  1. Karies gigi. Gigi molar tiga yang tumbuh ke arah gigi molar dua (dengan posisi mahkota yang miring dan bersandar pada mahkota gigi molar dua), menyebabkan sisa makanan dan plak mudah menumpuk di tempat tersebut. Akibatnya gigi-gigi tersebut akan lebih mudah terkena karies akibat sulitnya pembersihan pada daerah tersebut.
  2. Infeksi gusi. Pada gigi molar tiga yang hanya tumbuh sebagian di atas gusi, akan menyebabkan mudah masuknya makanan ke celah gusi dan berkumpulnya bakteri di tempat tersebut. Ini akan menyebabkan terjadinya infeksi pada gusi, sehingga tampak adanya pembengkakan gusi pada daerah tersebut, rasa sakit, dan bau mulut. Bahkan pada infeksi yang cukup berat dapat menyebabkan kesulitan dalam membuka mulut.
    Gambar 3 : Impaksi molar tiga menyebabkan infeksi gusi diatasnya
  1. Rasa sakit dan kerusakan pada gigi molar dua karena tertekan gigi molar tiga.
Gambar 4 : Gigi molar tiga mendesak gigi molar dua
  1. Berjejalnya gigi lain dalam lengkung rahang. Karena pada saat gigi molar tiga bergerak untuk tumbuh, gigi-gigi lain akan terdorong oleh gerakan gigi molar tiga tersebut.
  2. Pada beberapa kasus, gigi molar tiga yang dibiarkan dalam keadaan impaksi dapat menyebabkan terbentuknya kista dan menyebabkan kerusakan yang lebih luas pada rahang dan gigi tetangganya.
 Gambar 5 : Impaksi gigi molar tiga menyebabkan terbentuknya kista

Monday, October 13, 2008

Nobar LP on the weekend

Sabtu yang indah....meluncur menuju Plasa Semanggi....berharap mendapatkan tiket nonton yang menurut kabar teman-teman yang sudah nonton...antrian tiketnya luar biasa....!!! PENUH TERUS...........
Alhamdulillah...sekitar jam 12.30 masih mendapatkan tiket yang diinginkan. Aku dan teman-teman semuanya bertujuh :
1. Dessy
2. Dinda

3. Egi

4. Ryanthi
5. Muse, satu-satunya pria (mbak...bawa kerudung lagi ngga? *request muse*)

6. Afi
7. Aci


Akhirnya...dapat tiket juga...yang jam 14.15 siang....dan dapat tempat tepat di depan jalan tol tempat orang lalu lalang....yach gpp lah...daripada dapat tempat depan banget...sambil mendongakkan kepala...duh bisa langsung panggil tukang pijet deh....

FILM yang LUAR BIASA menurutku....kurang lebih yang tergambar dalam novel tidak terlalu jauh beda....hanya pas di ending tidak dipertegas seperti dalam novel. Akting anak2 belitong yang natural dan apa adanya sungguh membuat daya tarik tersendiri. Juga alam Belitong nan eksotis....dengan pantai-pantainya dan padang ilalang....membuatku ingin mengembara ke sana....

Ulah Ikal dan Mahar mampu membuat ku terbahak-bahak. Apalagi kala Ikal jatuh cinta dengan seorang gadis mata sipit
Aling...juga kelakuan Mahar...dengan kata gaulnya..."BOY". Kata-kata bijak dari Pak Harfan dan Ibu Mus membuat ku kian merenung akan arti hidup sesungguhnya. Perjuangan Lintang akan pendidikan membuatku kian bersyukur dengan apa yang telah aku raih. Aku tidak perlu sesulit itu untuk mengenyam pendidikan....

SEMANGAT...itu yang aku rasakan dari f
ilm ini.....

Derai air mata tak sanggup aku bendung manakala Pak Harfan meninggal dunia...dan Lintang harus meninggalkan
bangku sekolah dan teman-teman tercintanya....membuatku sesenggukan....hiks...hiks..hiks...
Buat yang belum sempat nonton...sempatin nonton deh...ngga bakalan rugi....kalo perlu koleksi CD nya untuk anak cucu kelak....

Sabtu, 11 Oktober 2008
Sebuah catatan akhir pekan

Sunday, October 12, 2008

LAPORAN KEUANGAN DANA TAKBIR ON THE ROAD

Dear All........
Berikut laporan pemasukan dan pengeluaran dana TAKB
IR ON THE ROAD pada tanggal 30 September 2008 kemaren...

Untuk semua yang telah berpartisipasi...kami ucapkan jazakumullah khoiron katsir...moga Allah balas dengan yang lebih baik.

Jadi ingat dengan kata2 pak Guru Harpan dalam Laskar Pelangi..."HIDUP ADALAH UNTUK MEMBERI SEBANYAK-BANYAKNYA, dan BUKAN MENERIMA..."
Moga kita dapat selalu berbuat yang terbaik untuk sesama...karena hidup ini teramat singkat bila harus disia-siakan....

Mereka yang berpartisipasi

thanks to you........

DONATUR/PEMASUKAN :

No                         Nama           Jumlah
1 Anisa, lihatbintang          100,000
2 Dessy Permata Sari, celotehandessy            50,000
3 Dinda Utami, dindapermata            85,000
4 Faqih            10,000
5 Iskandar, pangeraniskandar          100,000
6 Luna, lunakaabo          100,000
7 Megia Utari, duniaegi          100,000
8 Murti, wahyu3murti            55,000
9 Ruri, goesroer          150,000 
10 Ryanthi, ryanthiemungil       1,100,000
11 Sofyan, generasighuraba            52,000
12 Uli hartati, ulihape          100,000
13 Wiwiekbudi          100,000
 Total      2,102,000

BELANJA PEMBELIAN ISI PAKET LEBARAN :

No Jenis barang           TOTAL
1 Gulaku 500 gr           100,000
2 Syrup          197,300
3 Susu carnation          142,000 
4 Mie sedap          117,000
5 Teh sariwangi            76,700 
6 Wafer tango            86,100
7 Minyak goreng bimoli          309,500
8 Plastik untuk paket            38,000
9 Tambahan paket            26,000 
     1,092,600
Isi paket lebaran




LAPORAN AKHIR :


No Uraian          Debet       Kredit      Saldo
1 Sumbangan donatur       2,102,000     2,102,000
2 Belanja paket     1,092,600    1,009,400
3 Operasional belanja paket         38,000        971,400
4 Amplop angpao 25@ Rp. 20.000        500,000        471,400
5 Bensin mobil antar paket         50,000        421,400
6 Bensin motor anter paket         50,000        371,400
7 Fee supir         50,000       321,400
8 Beli amplop 1 box         11,000        310,400
9 Tambahan angpao 10 amplop        200,000        110,400
10 Taxi - operasional meeting         50,000        60,400


Berikut beberapa foto laporan kegiatan tersebut :

Mulai angkut barang ke mobil
Pemberian bingkisan


Friday, October 10, 2008

Andai ingin berteman

 
Apabila kita ingin berteman,
Janganlah karena kelebihannya,
Karena mungkin dengan satu kelemahan, Kita akan menjauhinya....
Andai kita ingin berteman,
Janganlah karena kebaikannya,
karena mungkin dengan satu keburukan, Kita akan membencinya....
Andai kita inginkan sahabat yang satu,
Janganlah karena ilmunya, karena apabila dia buntu,
Kita mungkin akan memfitnahnya....
Andai kita inginkan seorang teman,
Janganlah karena sifat cerianya,
karena andai dia tidak pandai menceriakan,
Kita mungkin akan menyalahkannya....
Andai kita ingin bersahabat,
Terimalah dia apa adanya,
karena dia seorang sahabat,
Yang hanya manusia biasa....

Jangan harapkan dia sempurna,
karena
kita juga tidak sempurna........


sumber : instant message dari sahabat via YM

Doaku untukmu sahabatku semua


Ya Allah....
Jika saudaraku ini sedang tidur, jagalah tidurnya,
Jika sedang beribadah, terimalah amal ibadahnya,
Jika sedang berdo'a, kabulkanlah doa'nya,
Jika sedang bekerja, ringankanlah pekerjaannya,
Jika sedang berusaha, hasilkanlah usahanya,
Jika sedang susah, gembirakanlah dirinya,
Jika sedang di perjalanan, selamatkanlah perjalanannya...
Dan jika sedang berbuat khilaf, sadarkanlah
Insya Allah.... Allah memakbulkannya
Amiiiiiiin......

sumber : instant message dari seorang sahabat  via YM

Thursday, October 9, 2008

Minal Aidin Wal Faizin?!?!?


Hari Raya Iedul fitri... :)
 maka akan sering terdengar kalimat seseorang kepada saudaranya:
“minal ‘aidin wal faizin ya.. mohon maaf lahir dan batin..”

pernah gak c diantara ente-ente pada ada yang nanyain, apa c arti kalimat ini? apa bener ini artinya mohon maaf lahir dan batin???
.
coba yuk kita telusuri secara harfiah.. secara harfiah, makna kalimat ini adalah:
.
مِنَ العَائِدِينَ وَ الفَائِزِينَ
.
“dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung..”

ditinjau dari susunan katanya, agak ganjil melihat kalimat ini.. bisa dikatakan, ini bukan suatu kalimat sempurna atau yang biasa disebut al jumlah al mufidah. karena kalimat sempurna dalam bahasa arab ada dua, adakalanya disusun dari isim (kata benda) dan isim yang disebut jumlah ismiyyah dan dari fi’il (kata kerja) dan isim yang disebut jumlah fi’liyyah..

coba kita tengok kalimat di atas, tidak ada unsur kata kerja, maka yang paling mungkin kalimat di atas bisa dikategorikan jumlah ismiyyah.. namun, dari susunannya, kalimat di atas tidak memenuhi kriteria minimal jumlah ismiyyah. loh.. loh.. kayaknya dah nahwu bgt, gak usah diterusin deh. ntar pada bingung lagi.. :)

intinya, secara bahasa, kalimat di atas ganjil.. sebagaimana secara makna juga ganjil. ayo coba apa maksud perkataan:

“dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung..”

ane dan mungkin smuanya bakalan gak ngerti klo ada org yg ngucapin ini ke ane, maksud ucapannya apa.. iya toh???

ane mencoba mencari penafsiran sendiri dari kalimat ini, dengan melakukan takwil yang mungkin agak mendekati.. dalam hipotesa ane (ciaelah).. kalimat utuh ucapan populer ini adalah:
.
جَعَلَنَا اللهُ مِنَ العَائِدِينَ وَ الفَائِزِينَ

”Ja’alanAllohu minal ‘aidin wal faizin”

dengan makna:

“semoga Alloh menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali (fitri) dan beruntung”

aneh sekali memang, jika bagian inti kalimat termasuk kata kerja (fi’il), pelaku (fa’il), dan objek (maf’ul) dibuang secara serempak.

Yang lebih aneh lagi, coba deh nanti perhatiin beberapa versi yang keluar dari mulut orang indonesia .. ada yang make huruf ز semua.. minal ‘aizin wal faizin.. ada yg ذ semua.. minal a’idzin wal faidzin.. ada yg kombinasi keduanya, minal aidzin wal faidzin.. dan anehnya lagi, kesalahan ini juga sering terjadi di televisi.. coba deh, liat beberapa hari lagi akan marak pejabat, politikus, atau direksi perusahaan yg bakalan ngucapin ini, lihat versi mana yg mereka gunakan.. :) klo bnr smua, walhamdulillah. :)

dan yang paling aneh adalah: dari manakah kalimat ini berasal? adakah sahabat nabi yang pernah mengucapkannya?

adakah ulama yang pernah mengucapkannya.. ternyata, cuma di sini loh, di Indonesia, kalimat ini begitu populer.. :)

entah siapa yang pertama kali mengucapkannya.. atau siapa orang yang pertama kali menulisnya.. inilah indonesia , dimana suatu ketidak jelasan menjadi masyhur.. sampai-sampai sesuatu yang jelas-jelas sunnah ditinggalkan begitu saja.. sebagaimana betapa banyak kaum muslimin indonesia yang begitu hafal wirid-wirid versi habib A, B, sampe z.. tetapi mereka tidak mengenal sedikitpun zikir pagi dan petang yang biasa Rasulullah ucapkan.. bahkan mereka tidak mengerti bagaimanakah zikir setelah shalat versi Rasulullah.. na’udzu billahi min dzalik…
 
ahsan bagi kita, jika ingin mengucapkan tahniah (ucapan selamat) lebih baik menggunakan kalimat:

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

“semoga Alloh menerima ibadah kami dan kalian”

Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan:

“telah sampai kepada kami riwayat dengan sanad yang hasan dari Jubai bin Nufair, ia berkata: “Jika Para sahabat Rasulullah saling bertemu di hari raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya: “TaqabbalAllohu minnaa wa minkum”. (Fathul Bari (II) 446)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ditanya tentang ucapan selamat di hari raya, beliau menjawab,

“Ucapan selamat hari raya sebagian mereka kepada sebagian lainnya jika bertemu setelah shalat ‘Id dengan ungkapan: TaqabbalAllohu minna wa minkum dan A’aadahullahu ‘alaika serta ucapan sejenisnyaa, maka hal ini telah diriwayatkan dari sejumlah sahabat bahwa mereka melakukannya, dan telah diperbolehkan oleh para imam seperti Imam Ahmad,dll. Maka siapa yang melakukannya, ia memiliki panutan, dan yang meninggalkannya pun memiliki panutan.” (Majmuu’ Fatawa (XXIV/253)

kesimpulannya:

- boong bgt arti minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.. meskipun dari segi penyebutannya terkesan padu dan serasi.. (sama-sama diakhiri “in”)

- klo mo ngucapin, pake yg ada riwayatnya aja.. tuh di atas dah dijelasin..

- makanya belajar bahasa arab! :) yuk belajar!

*Penukilan fatwa Ibnu hajar dan Syaikh Ibnu Taimiyyah diambil dari buku Lebaran Menurut Sunnah yang Shahih oleh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thayyar hal. 126 terbitan Pustaka Ibnu Katsir

wAllohu subhanahu wa ta’ala a’lamu..

update, 28 Sep 08:

request seklaigus tambahan dari akh budi:

kata idul fithri:

عِيدُ الفِطْرِ

secara bahasa memiliki makna kembali berbuka, atau kembali makan (setelah sebulan penuh berpuasa). tetapi kenapa orang Indonesia mengartikannya kembali fitri (suci) ya? meski momennya memang tepat c.. tanya kenapa???

satu lagi kekeliruan yang dipelihara.. Ya Alloh berilah kami ilmu agar tidak tersesat dari jalan Mu....