Sunday, June 6, 2010

Tuti yang Tumor


Malam ini ntah udah acara ngedate yang ke berapa kalinya ama si pangeran pujaan hatiku. Kayak yang baru pacaran aja...sebelum berangkat tak henti-hentinya mematut-matut diri depan cermin. Putar sana...putar sini....Maklumlah...jarang-jarang kita bisa jalan-jalan berdua bak sepasang muda-mudi yang kasmaran. Setiap momen menjadi waktu yang sangat disayangkan untuk dilewatkan, apalagi kalo suamiku udah datang pulang. Rasanya bahagiaaaa banget. Padahal keluarnya cuman duaan...ngga rame-rame...tetep aja pengen tampil beda di samping suami. Pakaian yang dipakai pun sebenarnya tidak istimewa. Hanya kaos kasual dan rok jeans belelku, plus tali pinggang etnik kesayangan, dan kerudung pink favorit suami. Tas anyaman ala vintage style, dan sandal jepit coklat mewarnai dandananku malam itu. Kayak ABG.... kata suamiku melihat gayaku malam itu. Xixixi....

Dipilihlah mall terdekat dari rumah yang dapat ditempuh dengan kendaraan setia si angkot, dengan waktu tidak lebih dari 15 menit. Cukup nyaman dan efisien di saat kondisi isi dompet dan tabungan yang mulai menipis....

Aku yang jarang banget thawaf mengelilingi mall....lama-lama terasa juga lelahnya. Begitu juga si dia. Tak mau kalah dengan capenya kakiku yang mulai pegal-pegal. Keluar masuk toko, celinguk sana celinguk sini, membuatku dilanda keletihan sangat. Niat awal mencari pengganti sepatu suamiku yang mulai tak layak pakai...tapi karena harga sepatu yang gila-gilaan walaupun sudah didiskon 50%.....akhirnya si sepatu tetap terpajang dengan manisnya di etalase. Moga kau tetap berada di situ dan hargamu tetep diskon.....bisikku ama si sepatu sambil tersenyum meringis. 

Akhirnya....sepatu tidak jadi diangkut...kita memutuskan pergi nonton berdua aja. Film yang aku inginkan....ternyata belum tayang di bioskop. Tiket berdua hanya 30rb. Nonton menjadi acara yang kerap kami lakukan ketika ketemuan. Nonton hemat....
Aku yang pegang kendali dalam memilih film malam itu. Prince of Persia. Sebuah film kolosal. 
Masuk gedung bioskop, film telah tayang selama 10 menit. Setengah jam lewat, 1.5 jam berlalu. Mungkin ceritanya makin seru ya...tapi ntah apa yang menindih mataku. Terasa beraaaaaaaat sekali. Perlahan mataku mulai meredup, persis seperti lampu bohlam yang telah melemah dan akan mati. Sesekali aku masih terjaga dan sebisa mungkin mengikuti jalan cerita film. Namun apa daya....

"Sayang...bangun...filmnya udah habis..." tepuk suamiku.

Mataku mengerjap-ngerjap. Lampu sudah dinyalakan semua. Tergagap-gagap aku berusaha melihat sekitar.

"Akang kok ngga bangunin sihhh...." pelan-pelan mulai mengembalikan kesadaranku yang hilang.

"Istriku gimana sihh...dia yang pilih filmnya...eh dia yang tiduurrr...cape dehh...ntar lain kali akang aja deh yang pilih filmnya..." 

"Hihi....gimana atuh...nontonnya di saat jam tidur dessy....ya resikooo...!!"

"Istriku tuti...tukang tidur..."
--***---

Lippo karawaci, 01 Juni 2010