Wednesday, June 24, 2009

Pasangan jiwaku


Because of you my life has changed
Thank you for the love and the joy you bring
Because of you I feel no shame
I'll tell the world just because of you
(Keith Martin)


Temanmu adalah jawaban kebutuhanmu
Dia adalah ladangmu
Yang kau semai dengan cinta
Dan dipanen dengan rasa syukur
Dan dia adalah makananmu
Dan bangku perapianmu
Karena kamu datang kepadanya
Dengan kelaparanmu
Dan kau mencarinya demi kedamaian
(Kahlil Gibran)

---

Keberadaanku adalah pengindah bagi waktumu
Kegembiraanku adalah untuk merayakan kekuatanmu
Dan umurku adalah untuk memenangkanmu
Akan kuhadiahkan diriku bagi kebahagiaanmu.....

---

Bandung, 21 Mei 2009
Saat janji suci itu kau ucapkan...

Rival ku

Usianya masih sangat belia. Kulitnya putih bersih. Wajahnya tidak bisa dibilang jelek. Rambutnya sedikit pirang. Perilakunya membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan langsung menyukainya. Matanya bulat, bulu matanya lentik, bibirnya seksi. Bawelannya kerap membuat orang lain terbahak-bahak. Nada bicaranya kenes.

Dia begitu mencemburuiku, seorang perempuan baru yang hadir di tengah-tengah keluarganya. Sering ia menatapku dengan sudut matanya. Tatapan penuh selidik. Mata penuh keingintahuan. Mata penuh penasaran. Siapa sih perempuan ini??? Mungkin begitu pikir dalam hatinya.

Tidak pernah dia mau menanggapiku ketika aku ajak berbicara. Kerap kali dia mengabaikan kehadiranku. Walau kadangkala dia juga mau bercengkrama denganku. Namun lebih sering mengacuhkan diriku. Owhh...betapa sedihnya.
 
"Dessy itu siapa sih? Ngapain bobonya deket-deket ama abang?" suatu kali dia menanyakan hal itu ke bundanya, ketika kami bersama-sama liburan ke Subang.

"Tante Dessy kan istri abang..." sang bunda menjelaskan.

"Istri? istri apaan??" bantahnya lagi dengan ketus.

Aku hanya bisa tergelak menguping pembicaraan mereka.

Abang adalah panggilannya untuk suamiku. Panggilan sayangnya untuk uwa'nya, yang tak lain adalah kakak ayahnya. Dialah Aleo Altavian Irvangi, bocah cilik berusia 3 tahun, keponakan dari suamiku. Dia begitu mencemburui kehadiranku. Merasa kasih sayang abangnya akan aku rebut. Sampai-sampai aku tidak juga diakuinya sebagai istri abangnya hingga aku kembali ke Jakarta dari Bandung.

Namun saat-saat perpisahan dengannya, ketika itu dia bersedia aku mandikan, tanpa protes. Mulai memperlihatkan persahabatan, sedikit banyak mau menanggapi percakapan denganku, tapi tetap bersikeras tidak mau memanggil namaku. Masih gengsi. Duuhhh....jadi gemesss....sampai kapan sayang, akan terus mencemburui tante Dessy? Plis deeehhh....jangan jadi saingan dong....!!!
Ntar si abang makin GR ajaaaa!!

Wednesday, June 17, 2009

Aku Cemburu


Begini rasanya bila rasa itu hinggap di hati. Perasaan takut kehilangan menguasai diri. Perasaan takut ditinggalkan menghampiri hati. Ingin memilikinya seutuhnya....tak dapat dipungkiri. Bulir air mata pun menetes perlahan. Aku cemburu....

Aku merasa aneh dengan diriku sendiri. Aku begitu bersemangat ketika membahas masalah poligami. Tak ada yang kupertentangkan dari syariat itu. Namun manakala seseorang yang aku sayangi membicarakan wanita lain...api cemburu itu langsung membakar hati. Duhh...bagaimana seandainya dia ingin memiliki lebih dari satu pendamping? Sudah sanggupkah aku? Ahh...tak bisa kubayangkan...

Hatiku belum siap. Mentalku belum terlatih untuk itu. Tapi sampai kapan ya?

Percakapan via telepon malam itu....

"Gimana perasaan akang ke dia sekarang?" tanyaku penuh selidik, sambil tak bisa menahan gejolak di dada.

"Perasaan akang ya...biasa-biasa aja. Kan akang udah nikah ma kamu. Jadi rasa sayang itu sekarang hanya untuk kamu." Dengan yakin dia ungkapkan perasaannya.

"Akang ngga ada perasaan apapun lagi dengan dia....kalo rasa itu pernah ada....yah itu dulu....ketika akang belum kenal dan menikah ama kamu." Lamat-lamat kudengar suaranya kian serius. "Kalo masih ada apa-apa...ngga mungkin dong...akang ceritain semuanya...."

"Sekarang akang cuman buat kamu sayang..." kata-kata romantisnya keluar lagi.

Aku mengatur nafas perlahan,"Iya...tapi Dessy cemburu...." air mataku masih menitik.

Dia tertawa...."Gimana mo di poligami?? baru gitu ajaaa.... udah cemburunya minta ampunnn..." tergelak tawanya di seberang sana.

Dasar yaa....berasa di atas angin dia. Dicemburuin....huh...!

"Ya iya atuh...Dessy kan manusia biasa. Itu perasaan  yang manusiawi. Dessy bukan malaikat. Aisyah aja luar biasa cemburunya dengan Khadijah yang sudah meninggal, juga dengan istri-istri Rasullullah yang lain yang jauh lebih tua dari dirinya." aku memberi pembelaan diri.

"Iya sayang....akang hanya mau hubungan akang dengan dia dan keluarganya jangan jadi jelek. Ntar kita silaturahim ke sana ya pas lebaran?" bujuknya.

"Sekalian ngelamar gitu?" dengan nada ngambeg kutanyakan lagi.

"Ya ngga atuh. Silaturahim kok ngelamar. Gimana sih kamuu....Udah atuh sayang...jangan berprasangka buruk begitu. Ngga baik." Dia menjelaskan lagi maksud hatinya.

Ahh...suamiku. Aku juga yakin...kamu tidak akan melakukan itu. Aku tau siapa kamu. Dulu kamu pernah berjanji...bahwa niat untuk menduakan tidak ada dalam hati kamu. Mudah-mudahan selamanya juga begitu. Hanya saja...terkadang topik poligami menjadi hal yang begitu kamu sukai untuk dibahas bersamaku sambil bercanda. Tiada habis-habisnya kalau sudah membahas masalah yang satu itu. Dia sendiri sering heran dengan diriku. Dengan sikap-sikapku. Dengan prinsip yang aku yakini.

Ya Allah...adakah niat itu di hatinya? Wallahu alam. Namun bila pun itu terjadi....jangan sampai terjadi penzaliman terhadap kaum yang bernama wanita. Wallahi....aku belum siap.

------

Cemburu...kata orang-orang sih tanda cinta, sebagai bumbu-bumbu dalam rumah tangga, agar kian merekatkan hubungan satu sama lain. Mudah-mudahan aku tidak termasuk wanita yang suka cemburu buta. Bisa lebih bahaya efeknya nanti.....fuiihhh....

Gara-gara cemburu....aku makin sayang ke dia....rasa itu  kian subur seiring perjalanan rumah tangga kami yang baru hitungan jari. Seiring kebersamaanku dengannya. Sejalan dengan pemikiran-pemikiran antara aku dan dia. Aku ingin terus memupuk rasa sayang itu.

I love you my husband....

Tak sabar menanti dirimu pulang.....




Jakarta, 16 Juni 09
30 hari jelang suamiku pulang

Tuesday, June 16, 2009

Cinta Pertama




Kutunggu dirimu kasih
Ku tak tahu sampai kapan
Rinduku tak pernah putus
Bahkan cinta yang ada semakin dalam

Cintaku cinta pertama
Tiada dapat terhapus waktu
Meskipun banyak yang datang
Namun hati tak goyah karna cobaan

Kurasa hanya satu dirimu sayang
Yang dapat membuat aku bahagia

Cintailah diriku sayangilah diriku
Bagiku engkaulah segalanya
Peluk erat diriku dekap mesra diriku
Kuingin kita hidup berdua
Selamanya …


(Trio Libels)


Untukmu




Kupersembahkan lagu ini
Sebagai tanda cinta kasihku
Padamu setulus hati ini untukmu
Kau permata hati

Adakah rindu kian melanda
Disaat jauh dari sisiku
Cintaku, kuingin selalu bersamamu
Sampai roda dunia tak berputar

Diantara kita tlah terjalin sudah
Benang-benang asmara
Tak mungkin lagi kan terpisah
Semoga Tuhan mendengar pinta kita

(Tito Soemarsono)




Monday, June 15, 2009

Semakin Yakin (Copast dari Uli)




Sebuah kutipan dari salah satu tulisan sahabatku Uli Hartati. Makasih ya li...moga kebahagiaan itu kelak juga menjadi milikmu. Amin
-----

Status di fesbuk ku kemaren "bibir ini dr subuh ga berhenti mengembang......."

Meskipun kebahagiaan itu bukan milikku tapi subhanallah benar2 kebahagiaan itu merayap di setiap aliran darah ku hingga semua otot2 diwajahku ikut2an bahagia...

Sms ba'da shubuh yg kuterima saat aq sedang menyetrika..dgn spontan aq stopkan aktifitas ku dan kubaca sms dari nya "Uli..aq bahagia banget..." singkat namun aq langsung tersenyum dan aq ambil menu call back not reply...

me : wah??? gimana say? positif ya???

her : aduh..uli ini serasa mimpi..iya positif ..akh uli emang testpack katanya..iya li dia udah ngajak aq merid

me : whats?????? terharu banget...meskipun air mata ga sempat menetes tp hatiku bener2 bahagia untuk dia...

makasih ya bebs udah mengingat aq disaat kau bahagia...rasa mu seolah menjadi rasaku...finally bibir aq tersenyum terus menyelesaikan pekerjaanku...sampai aq menjelang tidur semalampun aq masih tersenyum...

Dia adalah sahabat dadakan terbaikku...dadakan karena sebelumnya hanya kenal dia melalui IMMAM (Ikatan Mahasiswa Muslim Asal Medan)..selama kuliah tidak ada yg istimewa biasa-biasa saja..sampai kami bertemu kembali tahun 2008 aq minta bantuan dia untuk mengerjakan proyek kantor...

Dia yang mengajarkan aq arena2 didunia maya ya multiply, friendster, ym, n fesbuk heheheh yg akhirnya aq lebih maniak n narsis dari dirinya..hmmm...bener2 guru yg sukses..hehehheh

Akhirnya sering2 curhat deh maklumlah sesama jomli hehehhe...disaat aq lemah n bingung dia ada utk mensupport aq..sebaliknya juga aq mensupport dia walaupun tanpa disadarinya kata2 itu adalah kata2 yg dia berikan utk aq juga hehhehe...

Kalo dah YM-an mesti topiknya gak jauh2 dari jodoh, merid ,kapan ya??? hehhehe

archive bualan ku dan dia : akhirnya kalian bisa tau siapa dia hehehe dia adalah dessy (sori des)...

dessy_ps (3/6/2009 9:39:14 AM): subhanallah
dessy_ps (3/6/2009 9:39:16 AM): merit again
dessy_ps (3/6/2009 9:39:23 AM): kapan kita tlp2 orang ngabarin itu?

beberapa hari kemudian

dessy_ps (3/17/2009 3:11:09 PM): udah lah
dessy_ps (3/17/2009 3:11:10 PM): di jkt aja
dessy_ps (3/17/2009 3:11:19 PM): aku jd punya temen sesama jombli

keripik_2 (3/17/2009 3:11:25 PM): :))

dessy_ps (3/17/2009 3:11:25 PM): kadang aku udah suntuk banget
dessy_ps (3/17/2009 3:11:27 PM): ga tau lagi

keripik_2 (3/17/2009 3:11:32 PM): :))

dessy_ps (3/17/2009 3:11:46 PM): kmrn pagi mamaku tlp
dessy_ps (3/17/2009 3:11:51 PM): trus kasi no tlp anak temennya
dessy_ps (3/17/2009 3:11:55 PM): mo dikenalin gituu

keripik_2 (3/17/2009 3:12:04 PM): trus?

dessy_ps (3/17/2009 3:12:47 PM): aku udah catet sih
dessy_ps (3/17/2009 3:12:57 PM): tapi masa aku yg hubungi duluan sih?
dessy_ps (3/17/2009 3:13:13 PM): kalo aku yg hub duluan....ngomong apaan sbg pembukanya?
dessy_ps (3/17/2009 3:13:20 PM): kesannya kok jadi kepepet banget

keripik_2 (3/17/2009 3:13:20 PM): ga apa2 des
keripik_2 (3/17/2009 3:13:26 PM): hubungin aja

dessy_ps (3/17/2009 3:13:31 PM): ngomong apaan?

keripik_2 (3/17/2009 3:13:39 PM): ya blg asslm ini ....?
keripik_2 (3/17/2009 3:13:46 PM): aq dpt nomr dr mama
keripik_2 (3/17/2009 3:13:56 PM): kali aja dia dah dikasih tau jg say

dessy_ps (3/17/2009 3:14:06 PM): iya yaa

keripik_2 (3/17/2009 3:14:07 PM): nanti ngalir aja tuh omongan

dessy_ps (3/17/2009 3:14:12 PM): ntar malam aku coba ahh

keripik_2 (3/17/2009 3:14:22 PM): coba aja gpp kok
keripik_2 (3/17/2009 3:14:31 PM): drpd qt tgu2 mumpung ada kesempatan
keripik_2 (3/17/2009 3:17:52 PM): oh ya udah telpon aja kalo gitu

dessy_ps (3/17/2009 3:18:17 PM): nothing to loose aja yaa
dessy_ps (3/17/2009 3:18:23 PM): ngga usah terlalu ngarep
dessy_ps (3/17/2009 3:18:27 PM): ntar kecewa lagi

keripik_2 (3/17/2009 3:18:34 PM): iya...biasa aja dl
keripik_2 (3/17/2009 3:19:41 PM): ohh..ya udahlah telpon aja ato ga biar ga kaget dia sms aja dulu

dessy_ps (3/17/2009 3:20:07 PM): ok buu
dessy_ps (3/17/2009 3:20:18 PM): ntar malem aja kali yaa

ini adalah awal semua kebahagian itu..akhirnya setelah sms malem itu tgl 17 Maret 2009 pembicaraan mereka terus berlanjut sampai pada keputusan mereka akan segera menikah..subhanallah...hari ini sahabatku ini akan mengganti statusnya "in relationship" insyaallah bulan depan menjadi "married To" selamat ya say..semoga dilancarkan segala urusan kalian..udah ga sabar melihat mu dibulan depan ...

Makasih ya allah..sekali lagi KAU memberikan bukti pada ku bahwa doa2 hamba-MU akan Engkau jawab pada saat yg tepat...tidak ada tempat bagiku meragukan MU..

ok des..today is yours..tomorrow its mine....amin..
----


wrote on 13 April 2009, 08.31wib
(notes uli di facebook)

Wednesday, June 10, 2009

Bisikan sayang

Kata-kata lembut yang kita bisikkan pada pasangan kita,
Tersimpan di suatu tempat rahasia di surga
Pada suatu hari,
mereka akan berjatuhan bagai hujan, lalu tersebar
Dan misteri cinta kita akan tumbuh bersemi
Di segala penjuru bumi
(Jalaaluddin Ar Rumi)
Terbayang dengan kata-kata lembut suamiku tadi malam via telepon....

"Akang makin sayaaaanggggg banget ama kamu......"


(Hayoo...yang belum menikah...bersegeralah...dan jangan iri atau mupeng...he...he...he...)




Subhanallah...moga Allah menyayangi dia sebagaimana dia menyayangi diriku selama ini.
Semoga kasih sayang itu tetap terpelihara 3, 5, 10, 20 tahun kemudian...bahkan hingga kami tua renta bersama. Aku ingin menyayanginya selamanya....ingin terus belajar bagaimana mencintai dirinya.

Pasanganku yang telah menjadi bagian dari belahan jiwa...tetaplah bersamaku...meski nanti riak-riak kecil, ombak besar, bahkan badai menghantam biduk rumah tangga kita. Tetaplah bersamaku....Bersama kita hadapi. Berdua kita atasi. Hadirkan Sang Pemilik Cinta dalam tiap perjalanan kita. Hingga kita menepi ke tujuan dengan selamat.

Aku yakin...DIA lah yang telah menanamkan rasa cinta dan sayang itu di hati kita. Semoga rasa itu akan tetap ada antara kita selamanya....




Jakarta, 11 Juni 09
Dini hari, 01.00 antara Aceh-Jakarta

Kangen




Aku kangen dia.....

Kangen senyumnya
Kangen cerewetnya
Kangen bawelnya
Kangen candaannya
Kangen kehadirannya
Kangen belaiannya
Kangen dengan semua yang ada
di dirinya....




jakarta, 10 juni 09

Cepetan pulang dong sayang.....

Tuesday, June 9, 2009

Aku menikahimu karena Allah


Aku tak dapat menahan laju titik air mata yang menitik dari kedua bola mataku. Betapa aku sangat bahagia....teramat sangat bahagia. Dia, yang telah menjadi suamiku, yang selama ini tiada pernah kuduga kehadirannya dalam hidupku....kini telah memasuki seluruh relung bagian kehidupan dan jiwaku. Seorang pria asing...yang baru saja kukenal. Aku teramat takjub dengan semua rencana-rencana yang telah Allah tetapkan untuk diriku mungkin juga dirinya. Banyak kejutan-kejutan yang kian membuat aku tersentak dan kian menyadarkan diriku akan kebesaran dan keberadaanNYA dalam tiap langkah hidupku. IA tiada pernah lepas dari ku...Aku kian merasakan...bahwa IA memang dekat...teramat dekat. IA mendengarkan semua pinta dan doaku. IA mendengar rintihanku. IA menjawab pertanyaan-pertanyaanku. IA mengabulkan pintaku, yang selama ini aku anggap tidak akan terkabul di dunia. Aku berada di titik pasrah dan tawakkal total.

Aku teringat dengan sebuah message pendek dari seorang sahabat:

"Tuliskan Rencanamu dengan sebuah pensil.. Tapi berikan penghapusnya kepada Allah.. Izinkan DIA menghapus Bagian-bagian yang salah dan menggantikannya dengan rencanaNYA yang jauh lebih indah.."

Subhanallah....begitu banyak rencana-rencana dan pinta-pinta yang kuajukan padaNYA. Namun Allah lebih maha segala-galanya dalam segala sesuatu. IA yang maha tahu yang terbaik bagi hambaNYA, kini atau nanti. Aku percaya itu. Sekarang....rencanaNya memang jauh lebih dahsyat dan indah. Terjadi dengan izinNya.....
Rabbi...aku tak tahu harus bagaimana mengungkapkan semua rasa syukurku padaMU. Aku terlalu bahagia....teramat bahagia....

Kang Reza, suamiku, seorang pria yang begitu sederhana, low profile, humoris, bertanggung jawab, baik, sabar, pengertian, gokil, dan ramah sekaligus ceriwis, telah menjadi bagian dari hidupku. Aku mengagumi sosoknya. Seorang pria yang tenang dalam menghadapi apapun. Aku bersyukur telah menjadi pendampingnya, istrinya, partnernya, teman hidupnya, dan calon ibu bagi anak-anak kami kelak. Semoga dia pun bahagia menerima diriku apa adanya....lengkap dengan semua kekurangan dan kelebihanku.

Teringat di malam itu....ketika aku berada di sampingnya....

"Kang...apa alasan akang menikahi Dessy?" kutatap kedua matanya dengan penuh kasih.

"Akang menikahi Dessy karena Allah...." jawabnya dengan yakin sambil kembali menatap kedua mataku.

"Really?? Sungguhan?" tak dapat kutahan isak air mataku.

"Kenapa sayang?? Kok nangis?" disekanya air mataku dengan tangannya.

"Dessy terharu....dan bahagia banget...." dengan terisak kuutarakan isi hatiku.

"Cup...cup..iya sayang...akang juga bahagia..., jadi istri yang soleh buat akang yaa...." dikecupnya keningku dengan mesra....ahh bahagianyaa.....

Ya Rabbi....terima kasih...dia telah menjadi imam untukku. Bimbing kami selalu ya Allah...agar hanya ridhoMu semata yang kami harapkan. Terima kasih telah mempertemukan aku dan dia di dunia....dan persatukan kami kelak bersama dalam surgaMu ya Rabbul Izzati...amin ya robbal alamin.


Jakarta, 30 Mei 2009

23.30 malam

Click here to get your free The Wedding Song ringtone!
                                    Click here to get the


Monday, June 8, 2009

Menjemput Impian :)

Link
Thanks to egi....moga berkah Allah selalu bersamamu juga...amin-----

Aku mengenalnya sekitar tahun 2004, waktu itu aku di undang acara buka puasa bersama di salah satu rumah teman… hampir semua yg ada di sana aku blm kenal kecuali ma tuan rumahnya ….
Walhasil aku just diem aje … padahal aku bukan tipe yg pendiem loh .. tiba – tiba dia mencoba bertegur sapa …. Akhirnya terpecahlah keheningan itu … suasana mulai mencair …. Mulai dari sana aku mengenal semua yg hadir di sana lengkap en detail …
Dari sanalah awal perjumpaan qt … sampai detik ini persabahatan kami berlanjut baik di dunia nyata maupun maya  … berarti dah kurang lebih 6 tahunan deh …. Walau qt tdk terlalu dekat soale menurutku dia rada introvert … hanya beberapa hal saja yg bisa di curhatin ke aku … menurutku g masalah toh aku menerima dia apa adanya koq …
Yang paling berkesan waktu aku nikah di tahun 2006 aku meminta dia menjadi pendamping ku… nemenin aku dari mulai di rias sampai selesai acara … secara aku kan masih nervous … dia dengan sabar nemenin aku … (thank ya say..) dalam hati aku berdoa Ya Rabb semoga dia juga cepet di temukan dengan pendamping hidupnya .. Amin ..
Juga ketika pertama kali aku di terima kerja di perusahaan yg sekarang aku bekerja setelah sekian lama aku menjadi pengangguran … waktu itu anak pertamaku usianya 5 bulan & harus di tinggal ibunya kerja demi memenuhi kebutuhan hidup, nah dia tuh yg ngajarin aku bikin blog sendiri … trus lama2 nularan virus FB yg akhirnya aku jd narsis kek gini …
Dia yg aku kenal tuh anaknya sedikit pendiem, tp kalo lg rame – rame, rada ceplas ceplos, introvert, selalu mempunyai keinginan yg tinggi untuk melakukan suatu hal yg blm pernah di coba, suka banget baca … koleksi bukunya bejibun en yg pasti dia di kenal dengan miss doorprize .. soale selalu hadir di acara yg ada pertanyaan kuisnya … sering banget dating di acara kajian – kajian baik yg temanya keagamaan atau apapun deh … (katanya siy biar tebar pesona … )
Kini beberapa hari lagi dia akan menggenapkan setengah diennya dengan Pria yang telah Alloh pilihkan untuknya …
Setelah sekian lama dia menanti … kalo membaca blog pribadinya perasaan menanti itu kental banget … banyak cerita – cerita yg mengalir di setiap celotehannya .. kadang jika aku sedang jenuh pasti langsung meluncur ke blognya hanya untuk membaca celotehnya itu.
Setelah sekian lama dia bersabar menunggu sang soulmatenya …
Rabb aku hanya bisa berdoa …
Semoga Engkau memudahkan setiap langkahnya yg sebentar lagi akan di laluinya dengan sang belahan jiwa …
Semoga Engkau memberikan Barokah yang berlimpah di setiap rezki mereka berdua …
Rabb ijinkan mereka membina keluarga yang sakinah, mawaddah & warahmah hingga maut memisahkan mereka berdua …
Semoga Engkau kelak memberikan mereka generasi penerus MU yang berjuang membela agama MU …
Ijinkan mereka bisa membahagiakan ke dua keluarga besarnya kelak ….
Rabb …. Pertemukanlah mereka di syurgaMu nanti bersama orang – orang yg beriman lainnya …
Sahabat … selamat menjemput impian … semoga Alloh SWT memudahkan langkah kalian …
For my best friend si tukang Celoteh “Dessy” en calon soulmatenya akang “Reza”

(sumber : megia utari http://duniaegi.multiply.com)

Tanpa kamu


Lokasi: area luar taman wisata matahari

Sayang...
Hidup ku sepi tanpa kamu
Ada yang hilang dari keseharianku

Aku ingin kamu di sini
Bersama lewati hari
Menikmati tiap masa yang Allah berikan
Bersama selalu....

Ahad, 7 Juni 09
Setelah satu pekan
Akang...
Dessy kangen....

(lokasi : taman wisata matahari, Cisarua Bogor)


Because of You




Because Of You - Keith Martin

If ever you wondered
If you touched my soul
Yes you do
Since I met you I'm not the same
You bring life to everything I do
Just the way you say hello
With one touch I can't let go
Never thought I'd fall in love with you
Because of you my life has changed
Thank you for the love and the joy you bring
Because of you I feel no shame
I'll tell the world just because of you
Sometimes I get lonely
And all I gotta do is think of you

You captured something inside of me

You make all of my dreams come true
It's not enough that you love me for me
You reached inside and touched me internally
I Love You best explains how I feel for you

Because of you my life has changed

Thank you for the love and the joy you bring
Because of you I feel no shame
I'll tell the world just because of you
The magic in your eyes
True love I can't deny
When you hold me
I just lose control
I want you to know
That I'm never letting go
You mean so much to me
I want the world to see
It's because of you

Because of you my life has changed

Thank you for the love and the joy you bring
Because of you I feel no shame
I'll tell the world just because of you
My life has changed
Thank you for the love and the joy you bring
Because of you I feel no shame
I'll tell the world just because of you
Because of you...


For my lovely husband...
Song for you...
I love and miss you so much....

Thursday, June 4, 2009

Detik-detik Paling Mendebarkan

Hari yang paling aku tunggu-tunggu. Aku menanti kehadirannya hari itu, Jumat 15 Mei 2009, tepat satu pekan jelang hari pernikahan kami. Debar jantungku berpacu bersama waktu....masih terasa hingga kini saat kutuliskan lagi kisahku dan dirinya. Detak jantungku masih berdebar dengan indahnya...mengalun seiring penantian menemui dirinya.

Hari yang telah kami sepakati berdua...setelah saling kenal nyaris selama dua bulan via orang tua, saudara, telepon , sms, FB, dan fasilitas penunjang lainnya. Semalaman aku sulit memejamkan mata, tak sabar menanti saat hari itu tiba. Semua perasaan berkecamuk tak menentu. Semua yang aku rasakan menjadi kian tak menentu. Semua jadi serba salah. Ahh...beginikah rasanya bila ingin menemui sang kekasih hati? Adakah itu dia rasakan juga? Entahlah...yang jelas ketika aku menanti saat itu tiba...semua pikiran yang baik dan buruk berkelebat menari-nari dalam alam pikiranku. Aku berusaha selalu positive thinking terhadap segala sesuatu. Aku meyakinkan diriku sendiri...bahwa semua akan baik-baik saja. Berjalan sesuai rencana. Berjalan mengikuti kehendak Sang Pembuat Keputusan. Aku pasrah. Pasrah total padaNya. Tak henti aku berdoa pada Sang Khaliq dan meminta doa pada setiap orang yang aku temui di dunia nyata maupun maya untuk turut mendoakan kelancaran proses pertemuan dan pernikahanku dengannya.

Jumat siang jelang sore pesawat yang ditumpanginya alhamdulillah landing dengan mulus dan mengantarkan pangeranku tiba di airport tepat pukul 3 sore. Dia yang belum pernah aku temui secara langsung, sore itu dijemput oleh adik iparku. Atas dasar untuk kebaikan bersama, aku sama sekali tidak diijinkan untuk menjemput dirinya. Aku diharuskan menunggu di salah satu rumah tanteku di bilangan Cibubur. Makin deg-degan saja jantungku. Tak sabar ingin menatapnya langsung dengan kedua bola mataku. Seperti apakah reaksinya manakala kami bertatapan langsung?? Ahh...tak bisa kubayangkan....

Hingga malam tiba...adik iparku yang menjemput dirinya tak jua menampakkan wujudnya hingga pukul 20.00 malam. Padahal di rumah tanteku, telah berkumpul om, pakde, uwa, dan tanteku yang dari Pamulang. Aku sendiri baru tiba di sana lepas maghrib. Aku tidak menduga setengah keluargaku telah berkumpul di sana. Apalagi om ku....mungkin telah ijin pulang cepat sore itu agar tidak terjebak kemacetan Jakarta yang lumayan parah bila Jumat tiba. Hatiku kian H2C aja...alias harap-harap cemas....

Apa hendak dikata....kemacetan yang luar biasa telah menyambut kedatangannya dari bumi Serambi  Mekkah dan menjebak dirinya dalam kemacetan berjam-jam di tengah kota.

Sementara itu...tak dinyana...tanteku telah mempersiapkan segala sesuatu untuk kedatangannya. Hidangan nasi berikut sayur mayur dan lauk pauk, termasuk salad buah favoritku telah terhidang dengan cantik di meja makan. Duh..aku tidak mengira akan seperti ini persiapan yang disiapkan oleh tante cantikku ini. Selalu perfect dalam menyambut tamu. Luar biasaaaa.....two thumbs up for her...!! Tidak hanya itu...aku pun diperintahkan untuk berganti kostum dengan kostumnya yang jauh lebih bagus dibanding yang aku kenakan malam itu. Jadilah aku disulap bak putri Cinderella yang akan menemui sang pangeran hati....
--------

Tepat pukul 20.30 mobil yang membawa pangeranku tiba di depan pagar. Suara mobil itu membuat detak jantungku kian bertambah kecepatannya. Jantungku serasa mau melompat keluar dari tempatnya. Dia datang bertiga termasuk dengan adik kandungku yang ikut dijemput sepulang kantor. Kehebohan menyergap tante-tanteku yang memang suka heboh dari sononya.

"Des...des...punya potonya ngga??? biar diakurin dulu....takut salah orang..." teriak tanteku yang dari Pamulang.

"Ada nih tante....tapi pasfoto doang..." jawabku sambil menyerahkan dompet pink mungil milikku.

"By the way...Dessy emang sama sekali belum pernah ketemu???" sekali lagi mereka menegaskan pertanyaan yang berulang-ulang dari sebelumnya.

"Demi Allah...belum tante..." aku memberi penegasan kembali.

Ting tong......bel pintu berdentang sebanyak 2 kali. Semua saudara-saudaraku langsung berhamburan ke pintu depan. Rasa penasaran menyelimuti diri mereka semua. Apalagi aku yaa....fuiihhh. Aku berusaha menenangkan diriku dan menarik nafas dalam-dalam. Ya Rabbi...kuatkan hati ini, doaku dalam hati.

"Assalammualaikum....." terdengar suara di balik pintu depan.

Deg...deg...deg....aku tak sanggup menahan rasa dalam dada. Ingin aku bersembunyi, tak ingin menampakkan wujudku di hadapannya. Persis seperti kura-kura yang menyembunyikan kepalanya di balik tempurung.
---
"Alaikumsalam....ups...sebentar...jangan masuk dulu....kita cocokin dulu wajahnya...bener ngga ama yang difoto..." si tante masih bersikukuh mengakurkan foto yang dia pegang dengan wujud asli yang sedang berdiri tegak di depan pintu.

Dompetku yang berisi pasfotonya langsung ditempelkan persis di sebelah wajah pangeranku. Mereka perhatikan secara detail...apakah terjadi perbedaan antara foto dan kenyataan.

"Eh...bener dess....sama ama yang di foto...nah sekarang baru boleh masuk..." si tante berteriak tak menentu, menyambut kehadirannya malam itu.

"Sekarang boleh masuk...mangga...mangga...." uwaku mempersilahkan masuk.

Aku masih berdiri di balik pintu....belum memperlihatkan fisikku ke hadapannya. Pelan-pelan aku melangkahkan kakiku menuju pintu. Sim salabim......Ku sambut dirinya dengan sebuah senyuman...Senyuman pula yang pertama kulihat dari wajahnya malam itu. Terlihat kelelahan dari sorot matanya setelah perjalanan panjang hingga tiba di Cibubur sedari sore tadi. Kedua tangan kami bersedekap di dada...salaman ala sunda. Kutemui juga dirinya di dunia nyata...setelah menanti selama hampir 2 bulan.
----
Akhirnya pangeranku didudukkan di salah satu "kursi panas", begitu kami berdua menyebutnya, julukan untuk si kursi yang penuh cerita dan kenangan bagi aku dan dia. Dengan tenang kuperhatikan langkahnya menuju kursi itu. Aku kagum dengan ketenangan dan kepercayaan dirinya malam itu. Really really a man. Apalagi kami semua baru kali itu bertatap wajah secara langsung. Belum pernah berinteraksi di dunia nyata.

Suasana formil mewarnai obrolan malam itu. Aku duduk di seberangnya. Aku pasrahkan pada dia, my dream man, agar menjelaskan semua proses perkenalan kami dari awal hingga akhir sampai mengapa kami berani memutuskan untuk menikah dalam waktu relatif singkat, kurang dari 2 bulan. Jawabanku dan jawabannya klop dengan yang sebelumnya aku ceritakan pada seluruh keluarga besarku. Tiada yang kami tutup-tutupi dari proses ini. Semua berjalan dan mengalir dengan indahnya....tanpa ada paksaan dari manapun. Semua keputusan juga bukan diambil tanpa pemikiran dan pertimbangan matang-matang, apalagi tergesa-gesa. Namun karena memang inilah saat yang tepat itu, dan jalannya telah Allah permudah...insya Allah kami siap melangkah.

Dia juga menjelaskan latar belakang keluarga, pekerjaan, hingga visi dan misinya dalam menikah. Semua dia ceritakan dengan gamblang di hadapan para saksi mata yang hadir hari itu. Juga ketegasan bahwa dia akan menikahi diriku, terlepas dari semua persiapan yang telah direncanakan untuk pernikahan kami.

Subhanallah...aku takjub dengan semua ketenangan dan keberanian dirinya menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari keluarga besarku. Ibu ku sendiri belum pernah bertemu langsung dengannya. Tapi dia telah berhasil melewati sebuah episode pembuka menuju pernikahan kami di pekan depan. Dengan jantan dan tutur kata yang teratur....aku rasa dia telah berhasil menarik simpati dan meyakinkan keluarga besarku, bahwa aku akan berada di tangan seseorang yang tepat. Aku pun meyakinkan mereka kembali, bahwa keputusanku untuk menikah dengannya insya Allah sudah bulat dan semakin yakin bahwa dia adalah seseorang yang Allah kirim untuk menjadi imam dan ayah bagi anak-anakku kelak. Insya Allah....

Berulang aku perhatikan semua gerak geriknya juga susunan kata yang terlontar dari bibirnya. Dia adalah pria dewasa dan matang, yang telah siap menjadi nakhoda dalam biduk rumah tangga kami kelak. Aku semakin yakin dengan dirinya. Jauh sebelum kami bertemu bahkan setelah bertemu kini. Ketenangan luar biasa yang aku sukai dari dirinya. Dia lah yang terbaik untuk diriku kini dan nanti.

Malam itu kami menikmati makan malam bersama sambil mengobrol satu sama lain. Kadang-kadang aku merasa geli sendiri. Orang yang selama ini hanya aku dengar suaranya saban malam....kini wujudnya hadir di hadapanku. Lengkap dan utuh.

"Kumaha neng....ngga jadi nyumputnya?? (sembunyi,red)" dia mulai menggoda.
"Aku ngerasa...kita udah kenal lama banget des..." dia mengungkapkan isi hatinya.
"Mungkin karena seringnya kita ngobrol via telepon yaa..." ungkapnya lagi.

"Hmm...iya..kita kayak udah sahabatan lamaaaa banget..." aku menjawab kata-katanya sambil tertunduk malu.

Dengan iseng aku memencet salah satu tombol dari HPku. Terdengar dering telepon dari HPnya.

"Ya ampuunn....masih belum percaya juga??" dengan tertawa dia melihat ke layar HPnya.

"Kali aja adikku salah jemput orang...he...he...he..." sedikit ngeles aku jawab.

"Ya ngga mungkinlah....masa udah salah orang...mau aja dibawa-bawa sampe ke Cibubur gini....apa perlu akang liatin KTP juga???" keceriwisannya mulai keluar lagi.

Ha.....ha...ha....ha....

Ya Allah...aku bahagia sekali malam itu...pangeran yang aku nanti-nanti telah menepati janjinya...menemui diriku, berkenalan langsung, dan lusa akan melamar secara resmi diriku ke orang tuaku. Tiada kata yang bisa aku ungkapkan selain mengucap kata SYUKUR...bahwa semua berjalan dengan baik. Dia sesuai dengan apa yang kuharapkan, apa adanya, satu paket dengan semua kelebihan dan kekurangannya.

Rencana Allah memang sangat indah. IA memberi pada saat yang tepat, walau dengan jalan yang tidak pernah aku duga sama sekali. Perkenalan singkat...semoga tetap kekal hingga ke akhirat.

Jumat, 15 Mei 2009
Jelang 6 hari menuju pernikahan suci
Akang...Aku makin cinta....


Berdua dengannya


Lokasi : Cipanas, Garut

Bersamanya...lewati waktu
Berdua dengannya adalah saat-saat terindah
Ku ingin bersamanya selalu
Sepanjang waktu....

Garut, Subang, Ciater
22-24 Mei 2009
Menikmati liburan bersama