Tuesday, August 24, 2010

Selamat jalan Fitri...

Terhenyak dan sangat kaget ketika aku membuka fesbuk pagi ini. Ucapan belasungkawa bertubi-tubi menghiasi layar monitorku. Sedari kemarin sore aku memang tidak terkoneksi lagi, karena tiba-tiba saja si Speedy mati total. Aku masih belum percaya dengan apa yang kubaca.

Air mataku menitik. Kabar duka cita yang tidak aku duga sama sekali. Salah satu sahabatku, teman baik kala SMA, Fitriana, pergi untuk selama-lamanya. Kecelakaan maut yang merenggut nyawanya, sore itu, 24 Agustus 2010, tepat di hari ke 14 Ramadhan. Tabrak lari oleh angkutan umum, dan naasnya si penabrak pergi tak bertanggung jawab. Seketika itu pula dia meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. 

Terkenang dengan dirinya, seorang yang humoris, baik, ceplas ceplos....
Lama aku tak berjumpa dengannya setelah kelulusan dari SMA. Thanks to fesbuk yang telah menghubungkan kami kembali. Walaupun aku tak pernah bertemu lagi....namun kehadirannya melalui "jempol" dan komen-komennya acap menghampiri tulisan ku. Pernah pula beberapa kali kami chatting. Dari obrolan kami, jodoh pula yang mungkin sampai usianya kemarin masih dinantikannya. 

Tetapi Allah memiliki takdir dan cerita tersendiri. Allah tentu akan memberinya yang akan jauh lebih baik dan lebih indah di alam sana. Allah lebih sayang dirinya. Allah panggil dia di saat dirinya sedang beribadah puasa. Hanya Allah yang tahu yang terbaik untuk dirinya. 

Berkali-kali aku membuka wall fesbuknya. Meyakinkan diri atas apa yang terjadi. Menelusuri beberapa status dan komen-komennya.

Dan kini...wall nya telah penuh dengan ucapan belasungkawa. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun....

Selamat jalan sahabat...
Selamat jalan Fitri....
Kebaikanmu akan ku ingat selalu....
Maafkan bila ada janji yang tak tertunaikan....
Maafkan bila ada kata yang pernah membuatmu terluka

Aku tau...
Kau tidak bisa membaca lagi tulisanku ini
Namun aku yakin...Allah akan menyampaikannya untukmu....
Aku sangat kehilangan...

Allah sangat sayang kamu...
Allah lebih mencintai kamu...
Semoga rahmah dan ampunanNya memberi kehidupan yang jauh lebih baik
dari apa yang ada di muka bumi ini....

Aku doakan...semoga pangeran terbaikmu menanti di sana...

Amin...

Jakarta, 25 Agt 2010
15 Ramadhan 1431H

Ahh Fitri...begitu cepat kamu pergi. 
Sampai saat ini aku masih tak percaya kamu sudah tiada.....

Tuesday, August 10, 2010

Ramadhan membawa suamiku pulang ke pangkuan

Ramadhan sungguh penuh kebaikan dan kasih sayang Allah. Bulan yang penuh keberkahan. Kehadirannya senantiasa dirindukan bagi yang merindukannya. Saat ini aku merasakan nikmat datangnya Ramadhan itu begitu merasuk langsung dalam jiwa. Kali ini aku benar-benar merasakan kasih sayang Allah diberikan menjelang detik-detik kedatangan sang penghulu bulan. Hatiku bergetar hebat, tersungkur sujud penuh syukur, air mataku tak terbendung. Kabar suka cita mampir ke telingaku tepat satu hari sebelum Ramadhan tiba. 

Pernikahan jarak jauhku selama 1 tahun 3 bulan, dengan segala suka dukanya, alhamdulillah berakhir sudah dengan ijin Allah. Siang itu suamiku memberi kabar via telepon, bahwa dia akan segera dipindahkan ke Jakarta. Tak terperi rasa gembiraku. Aku akan segera berkumpul kembali dengan belahan jiwa dan akan mulai menata kembali rumah tangga kami yang selama ini masih seperti hubungan pacaran saja. Rasanya tak sabar ingin melewati Ramadhan bersama-sama. Sahur, berbuka, tarawih, munajat malam, menghadiri kajian, i'tikaf, ingin kulalui berdua dengannya. Masa yang tidak aku rasakan seperti Ramadhan silam. 

Banyak hal-hal menggembirakan yang tak dapat aku tuliskan karena begitu banyak nikmat Allah yang aku rasakan. Terbukti bahwa janji-janjiNya adalah benar. Kasih sayangNya dapat aku rasakan, doa dan munajatku selama ini Ia dengar. Dan Ia kabulkan pada saat yang sangat tepat. Di kala kegundahan dan kegelisahan melanda, bermacam kekhawatiran meraja diri, juga ketakutan yang tiba-tiba saja menyergap. Namun Allah maha tahu bahkan melebihi diri ini sendiri. 

Sesuatu kepastian yang begitu aku harapkan, diijabah olehNya. Aku sangat malu padaNya, karena begitu banyak doaku yang Ia kabulkan, namun aku acap kali lalai mengucap syukur. Masih sering tidak ikhlas dalam beramal, masih lamban dalam merespon panggilan kebajikan, masih banyak keburukan daripada kebaikan yang aku lakukan. Sungguh teramat malu sangat...... 

Kabar baik yang aku dengar memberi spirit baru ke dalam diri. Ramadhan ini aku bertekad menjadi a new Dessy...reborn to be a good wife and moslemah. Semakin bersemangat menjalani hari-hari. Mencari kerihoanNya. Amin

Terima kasih ya Allah...
Atas kado sangat indah untukku

Terima kasih suamiku...
Telah menjadi qowwamku
Ingin ku segera memeluk dirimu
Menantimu di pintu kedatangan Soekarno Hatta....
Cepatlah pulang yaa...

Jakarta, 10 Agustus 2010
Pukul 1 siang...