Friday, October 7, 2011

[Celoteh Anak]-Halam...halam...!!

Tiba-tiba si mungil Azka (21 bulan) naik ke lantai atas.

Azka : "Abi...buang...buang...!!" (aksen suara tegas, telunjuk mengarah ke tempat sampah)

Abi : "Apanya yang dibuang Tata?" (sambil terus mengisap si Sampoerna)
*Tata = panggilan Azka

Azka : "Buang...buang...!! rotok..buang...buang!!Halam...halam..!!" (tetap dengan suara tegas)
*Rotok = rokok
*Halam = haram, cadel di huruf R

Abi : "Ooooo....ini dibuang...iya Abi buang...maap ya...maap..." (dengan wajah malu langsung buang sisa rokoknya, hehe malu ya ditegur anak batita)

-------------------------------------------------------------

Mendengar cerita si Abi tentang dialognya dengan Azka, aku terpingkal-pingkal. Padahal saat itu tidak ada yang mendiktenya untuk memarahi/menegur si Abi untuk membuang rokoknya. Subhanallah...ternyata Azka merekam perilaku ku kepada suami dan dia praktekkan. Dia meniru tindak tandukku. Semoga suamiku cepat sadar dengan kebiasaan buruknya, jangan sampe Azka ponakan kecilku malah meniru perilakunya yang tidak baik.
Children see...children do...

Wednesday, October 5, 2011

[Diary hati]-Kepalkan Tangan

Hari ini...aku...
Mencoba merangkai kembali mimpi-mimpi yang pernah hilang...
Menggantungkannya lagi dan lagi....sebanyak mungkin di angkasa nan luas
Biar Ia lihat betapa banyak mimpi-mimpiku yang belum terwujud

Hari ini aku...
Berusaha meraih kembali semangat yang sempat lenyap ntah kemana
Memunguti lagi keping-keping asa yang sempat aku buang

Dan....
Aku  mau berarti...
tidak hanya kini...tapi juga nanti setelah mati...



Monday, October 3, 2011

[Diary kerja]-HELP HELP

Stress lagi...stress lagi...

Satu kerjaan ini, hampir 10 bulan ngga kelar-kelar. 8 bulan pertama bolak balik harus presentasi dan menunggu gambar sampai disetujui. Setelah ok...kini mentok selama 2 bulan di proses penagihan, terbentur dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Duh...bukan dari awal diberitau syarat-syarat apa aja yang harus ada...eh sekarang setelah mau nagih...malah ditanya ketebelece lainnya....

Berbulan-bulan stress dengan kerjaan, belum kalo ada panggilan mendadak by phone yang harus segera hadir, dikejar dateline yang kayak diuber-uber setan. Dan mendadak pula terkadang jadwal diundur ketika sudah hadir di tempat. Hikssss....pengen nangisssssssssss..!!

Sekarang yang bikin mumet...pembayarannya lama banget...udah lebih dari 5 kali bolak balik perbaikan berkas-berkas. Ada aja yang salahnya....cappppppppeeeeee

Sekarang yang terakhir diminta SIUJK, hiks...mana belum punya lagi surat sakti satu itu. Ngurusnya lama, mahal pula....Ada yang bisa bantuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.......



Friday, September 30, 2011

Belajar dari seseorang

Kalau anda pernah atau sering melewati Jl.Panjang, Kebon Jeruk di atas jam 8 pagi, mungkin pernah satu kali menatap sesosok pria pedagang kerupuk. Emang ada apa dengan pedagang kerupuk? Mungkin itu yang ada dalam benak anda. Toh tidak ada yang aneh atau spesial dengan sosok itu. Ups...tunggu dulu....Bagiku...sosok itu sungguh luar biasa. Bukan karena dia berjualan kerupuk. Lebih dari itu dia adalah seorang penyandang tuna netra. Kegigihannya dalam mencari nafkah, meskipun matanya tak melihat membuatku berdecak kagum. Subhanallah....

Beberapa kali aku melihatnya, dia hanya berjalan menyusuri jalan sambil membawa bungkusan kerupuk di bahunya. Panas terik cukup dilindungi dengan sebuah topi lusuh di atas kepalanya. Tongkat penuntun langkahnya tak lepas dari tangannya. Tak dapat aku bayangkan...dia menyusuri jalan seorang diri, memanggul dagangannya, dalam kegelapan. Berharap kerupuknya laris di hari itu. Kejujuran dari pembeli lah yang sangat dia harapkan ketika kerupuknya dibeli. Tak terasa air mata ini menitik ketika memberikan uang membeli kerupuknya. Kusebut nilai nominal uang yang aku berikan dan diapun berulang kali berucap terima kasih. Ahh...gelapnya dunia di matanya tak menghalangi dirinya untuk mencari nafkah yang halal daripada sekedar menadahkan tangan berharap belas kasih manusia. Duhai Ilahi...berilah rizki untuknya...

Di saat ini dari sekian banyak manusia yang sempurna fisiknya, tanpa merasa berdosa, masih saja terlihat bermalas-malasan, enggan mencari nafkah, enggan ikhtiar, jangankan untuk orang lain, untuk dirinya sendiripun masih berharap belas kasih dari orang. Becermin dari seorang yang tak sempurna...masih berupaya untuk dirinya. Belajar sabar, ulet, dan gigih dalam menjemput rizki dari Sang Pemberi Rizki.

Bersungguh-sungguhlah..dan Tuhan pun akan bersungguh-sungguh memperhatikan dirimu...

Bapak...aku kagum padamu...

Thursday, September 29, 2011

Aku kembali

Hai..semuaaa............
Udah lama banget ngga menyentuh-nyentuh rumah mayaku yang satu ini. Udah berdebu di sana sini..dan sepertinya harus segera renov n tata ulang dengan berbagai cerita-cerita seru. Banyak peristiwa, kejadian yang terus mewarnai hari-hariku.


Siapin energi dulu untuk kembali produktif dalam berceloteh di blog...

Me...in purple...



Thursday, June 23, 2011

Selamat Jalan Mama

Ahad 5 Juni, lepas maghrib
@ RSHS Bdg

Malam itu
Kau bisikkan kata-kata
"Mama sayang Dessy...."

Sontak...Tangisku pecah....
Nafasku sesak oleh sebuah perasaan
yang aku tak tahu itu apa

"Dessy juga sayang Mama...."
Kupeluk, kudekap erat dirinya
Kucium berulang pipi nya...
Kucium tangannya
"Maafkan ya Mam..atas semua salah dan kekhilafan Dessy..."

(Aku belum membahagiakan dirimu...hiks)
--------------------------------
Dialog terakhirku dengan mama mertua tercinta



Sabtu 11 Juni, tengah malam
@ RSHS Bdg
Kulihat ragamu
Lemah, tak berdaya
Nafasmu kian berat
Kulihat alat-alat itu memenuhi tubuhmu

Kembali aku tak kuasa menahan isak tangis
Itukah mamaku??

Aku berharap ia kembali seperti dulu
Mama yang kesehariannya penuh canda tawa
Guyonan dan kelakarnya yang membuatku
terpingkal-pingkal

Mama yang aktif, penuh kesibukan
Dapur menjadi tempat favoritnya
Di tangannya tercipta masakan favorit keluarga
Semua dilakukan tanpa terlihat penat

Sosok yang bawel, rajin menyapa anak-anaknya
Kadang sering protes kalau aku tidak pernah sms beliau duluan...
Ngambeg kalau aku telat membalas smsnya...

Ahh...ya Allah...maafkan hamba Mu ini...

Kini...
Sosok itu
Terbaring
Dengan nafas yang semakin sesak....

------------------

Ahad, 12 Juni
@ ICU Hermina, Bdg

Aku sayang dia ya Allah...
Ringankan deritanya
Mudahkan segalanya
Beri yang terbaik
Keputusan terbaik dari Mu
Untuk kami...juga dia..Mama kami

Hanya doa, bacaan Kalam Ilahi dan talqin
yang terus menerus aku bisikkan

Kami anak-anaknya
Ikhlas mengantarkan dirinya
Untuk bertemu dengan Mu
Rela melepas dirinya
Menuju kehidupan yang lebih baik
dari pada di dunia ini

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun...
Sesaat jelang azan Isya...

Kaupun pergi...
Untuk selama-lamanya

Selamat jalan Mama
Doa kami teriring
Keikhlasan kami sebagai penghantar
Dalam tidur panjangmu

Senyum jasadmu mendamaikan hati kami
Semoga sebuah pertanda nan baik
Semoga Allah menyambutmu dengan senyuman pula
Dalam ampunan yang penuh kasih

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya
Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hambaKu
Dan masuklah ke dalam surgaKu
(QS. Al Fajr : 28-30)
---------------

Dua tahun...yang teramat singkat sejak aku mengenalmu
Banyak rencana yang belum terwujud
Banyak mimpi-mimpi yang belum nyata
Allah jua Sang Penentu
Insya Allah kelak kita akan bertemu lagi Mam...
Selamat jalan Mamaku sayang....

Bdg, 12 Juni 2011, 18.50

Wednesday, April 27, 2011

Aku berduka

 
Aku turut berduka...
Atas datangnya hari ini
Waktu yang begitu cepat merambat
Melibas siapapun yang melenakan akan nilai waktu
---

Hari ini berkurang sudah usiamu 1 tahun, suamiku. Kebersamaan kita pun akan berkurang pula seiring pertambahan usia dan perjalanan kita. Entah sudah berapa banyak salah dan dosa yang aku lakukan. Namun bukakanlah selalu pintu maaf itu untukku, istrimu yang selalu berharap ridhomu.

Hari ini, tak ada kue tart, tak ada upacara peniupan lilin, tak ada hadiah atau kejutan apapun untukmu. Namun selalu ada doa dan pengharapan yang senantiasa aku sisipkan dalam tiap doa dan munajatku kepadaNya. Berharap kelancaran dalam apapun. Kemudahan dalam setiap urusan. Keberkahan dalam rejeki. Kebaikan dalam setiap langkah. Kesolehan diri yang terpancar dari dirimu. Kebermanfaatan dirimu bagi keluarga dan umat.

Saat ini dan nanti...cinta itu selalu ada....selama kau tetap di jalanNya.

Barakallahufik...

Jkt, 28 April 2011
-32 thn-

Friday, February 25, 2011

Beri aku kesempatan

Ilahi Rabbi...
Ijinkan suatu hari kelak
Aku pergi dalam damai
Dalam ketenangan
Tanpa menjadi beban bagi siapapun

Tuhanku....
Bantu aku menyelesaikan tugas dan kewajibanku
Sebagai khalifahMu di muka bumi
Ulurkan tanganMu agar aku menyelesaikan semua urusanku
dengan sempurna

Maafkan ya Allah...
Bila aku belum dapat berdakwah di jalanMu
Belum menjadi hambaMu yang patuh
Belum menunaikan semua kewajibanku
Belum memenuhi amanahMu
Dan semua yang belum sanggup aku lakukan
Untuk menjadi umat terbaikMu

Untuk orang-orang yang aku sayangi
Suamiku...Mama, Mama Papa mertuaku, adik-adikku
dan seluruh keluarga yang aku cintai
Maafkan diri ini
Maafkan atas kesalahan

Belum menjadi wanita taat pada Tuhannya
Belum menjadi istri yang berbakti pada suaminya
Belum menjadi anak yang patuh pada orang tua
Belum menjadi anak yang menyenangkan bagi mertuanya
Belum menjadi kakak yang menjadi teladan bagi adik-adiknya
Belum menjadi saudara yang selalu menjalin silaturahim
Belum menjadi tetangga yang baik
Belum menjadi rekan yang amanah
Belum menjadi teman yang menggembirakan
Belum menjadi apapun

Tuhan...
Aku belum menjadi apa-apa

Apakah kesempatan itu masih ada?
Beri aku waktu lagi ya Allah.....

------

Renungan Jumat
25 Februari 2010
Gundah...