Showing posts with label celotehanku. Show all posts
Showing posts with label celotehanku. Show all posts

Wednesday, October 5, 2011

[Diary hati]-Kepalkan Tangan

Hari ini...aku...
Mencoba merangkai kembali mimpi-mimpi yang pernah hilang...
Menggantungkannya lagi dan lagi....sebanyak mungkin di angkasa nan luas
Biar Ia lihat betapa banyak mimpi-mimpiku yang belum terwujud

Hari ini aku...
Berusaha meraih kembali semangat yang sempat lenyap ntah kemana
Memunguti lagi keping-keping asa yang sempat aku buang

Dan....
Aku  mau berarti...
tidak hanya kini...tapi juga nanti setelah mati...



Wednesday, December 22, 2010

Ketika si buah hati tak kunjung tiba-1

Lama tak menulis di blog, menyisakan banyak hal mengendap di dalam kepala. Begini rasanya bila tak langsung ditumpahkan. Semua mengendap dan perlahan mulai menguap, hilang terlupakan. Sebenarnya banyak hal yang ingin dibagikan untuk teman-teman semua. Ternyata beberapa pekerjaan yang meminta untuk segera selesai telah mengesampingkan kebiasaanku menulis. Kesibukan bersama suami sejak kami tinggal bersama juga berhasil menyita waktuku untuk menulis. Ahh...menulis mungkin sudah menjadi kebutuhan hidupku meski tak terlalu sakaw seperti dahulu. Tapi jari-jari tetap aja gatal pengen membagikan cerita lewat dunia maya.

Salah satu cerita yang ingin aku bagikan...yuk baca di sini....

Layaknya pasangan lain yg baru saja menikah, tentu memiliki berjuta harapan dan keinginan. Mungkin salah satu dari harapan tersebut adalah memiliki keturunan. Apalagi bagi kami pasangan yang sudah tidak muda lagi dari sisi usia. Hitung-hitungan matematika usia bermain-main di kepala. Belum lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang itu-itu juga yang kerap ditujukan ketika bertemu dengan sanak saudara. Ada pula yang berpandangan negatif bahwa kami sengaja menunda kehadiran anak dalam kehidupan kami saat ini. Ada lagi yang menganggap aku kurang subur, siklus haid tidak normal, sehingga sulit untuk hamil. Sedih rasanya di 'judge' seperti itu. Dokter saja belum pernah periksa dan belum mendiagnosa apapun tentang reproduksiku. Tapi mereka di luar sana seolah-olah lebih mengetahui isi dalam tubuhku. Bagi perempuan, terutama aku, anggapan-anggapan yang tidak berdasar tanpa ada bukti menjadi hal yang menyakitkan dan menyinggung sisi feminitasku. 

Hingga semua yang dapat meningkatkan kesuburan disarankan dan disuruh coba. Yang pengobatan alternatif pun telah berkali-kali disodorkan. Hiksss.....

Aku sadar, mungkin itu semua salah satu bentuk rasa sayang dan perhatian yang diberikan untuk kami berdua. Terkadang aku berontak, kenapa harus selalu aku yang disarankan untuk begini dan begitu, dan suamiku tidak. Banyak faktor pula yang mungkin bisa menjadi tertundanya kehamilan yang aku inginkan. Selama 1.5 tahun pernikahan, kami terpisah jauh Aceh-Jakarta. Frekuensi bertemu pun 2-3 bulan sekali. Bisa jadi pula, saat bertemu bukan pada masa subur. Sehingga pembuahan itu belum pernah terjadi. Faktor lelah dan kualitas sperma atau sel telur bisa pula menjadi pemicu. Dan yang terutama dikembalikan lagi pada Sang Pencipta, belum saat yang tepat menurut Dia bagi kami untuk menimang buah hati. 

Seminggu jelang lebaran adalah masa paling membahagiakan. Suamiku akhirnya dipindahkan ke Jakarta. Dua bulan kemudian sejak kami tinggal bersama, tak sabar rasanya ingin memeriksakan diri ke dokter kandungan berdua dengan suami. Ingin memastikan kesuburan kami berdua. Memastikan bahwa tidak ada hal serius yang perlu ditakutkan.

Awal November
RSIA Hermina menjadi pilihan. Selain dekat, dokter kandungannya juga banyak. Tinggal pilih. 

Diagnosa awal : 
Alhamdulillah rahimku tidak ada masalah menurut penglihatan dari USG si dokter. Ukuran, bentuk, dan letak semua normal. Beliau juga mengatakan bersih dari kista. Siklus haid juga normal. Kata dokter, siklus yang normal itu antara 21-35 hari. Sedangkan siklusku rata-rata 24 hari. Sampai di sini, alhamdulillah tidak ada masalah dengan organ reproduksiku. Sementara dokter tidak memberi resep obat apapun untuk aku konsumsi. 

Mulailah dokter mengajari kami cara menghitung masa subur dan kapan sebaiknya "kumpul". Langsung dicatat di agenda dan kalendar jadwal "itu". Haha....

Sekarang giliran suamiku yang ditanya-tanya si dokter. Kesimpulan, he must stop smoking if he wants a baby. (yess...akhirnya dokter ngomong juga. Istrinya sudah tidak didengar lagi). Janji setahun kemarin juga tak berhasil dibuktikannya ketika ingin bercerai dari si R*K*K. Mulutku sampai berbuih juga tak digubris.  

Sebagai kelanjutan pemeriksaan, sperma suamiku juga harus diperiksa di lab. Tujuannya untuk mengetahui kuantitas dan kualitas sperma. Syarat tes ini, tidak berhubungan intim selama 2-3 hari, sperma dikeluarkan di bawah jam 9 pagi. Bagaimana cara mengeluarkannya? Bisa minta bantuan istri, atau dikeluarkan sendiri. Asal jangan minta tolong suster aja yaa.... 
Saat pengambilan sampel sperma disediakan ruangan khusus kok. So...dont worry untuk para calon bapak. 

Hasil inilah yang paling mendebarkan. Tidak sabar menanti hasilnya....
Bila tidak ada masalah apa-apa...tinggal mengikuti sistem kalender berdasarkan masa subur.

For your info...
Keterbukaan suami istri dan kerelaan kedua belah pihak sangat diperlukan bila sama-sama ingin segera memiliki keturunan. Sama-sama saling terbuka dan bersedia mengikuti prosedur yang diberikan oleh dokter. Jangan egois..!!

--Bersambung--
Detik-detik menanti hasil
1 November 2010

Tuesday, February 9, 2010

Susahnya jadi seleb

Beginilah kalau jadi publik figur....diburu ke mana-mana, dikejar-kejar terus, pemotretan sana sini, ditanya macam-macam, diinterogasi tiada henti, wajah terpampang di tiap cover majalah. Terkadang menjadi headline news, jadi pemberitaan di tiap tayangan infotainmen. Seperti ini nih....check this out!!






Nah ini kejadian 2 hari jelang hari pernikahanku. Ternyata....ada paparazzi yang membuntuti. Biar lagi di pinggir jalan tol...tetep aja ada yang ngikutin terus...Ada yang sedang mencari berita terhangat untuk menjadi hot issues di bulan Mei !!

Duh serasa Lady Di dan Dody al Fayed lagi liburan deh. Diintipin teruss....hihi...





Nah yang ini ketika momen nikah tahun lalu...Semua heboh pengen tau dan meliput langsung. Penasaran dengan si Abdullah bin Ghaib ku. Akhirnya cape banget karena harus mengadakan konfrensi pers, konfrensi keluarga juga, sekaligus menjawab semua pertanyaan para wartawan dan teman-teman, dan seabreg kegiatan lain yang menguras
energi jelang hari H.




Cover yang ini sempat jadi pemberitaan heboh. Sempat dikira aku sudah punya anak duluan. Apalagi ketika itu proses pernikahanku dengan pasangan terbilang amat singkat. Kurang dari 2 bulan. Tersiar kabar lah yang tidak-tidak. Padahal bayi imut ini adalah keponakan pertamaku.
Karena hingga saat ini aku tak jua kunjung berbadan dua...Azka sang ponakan yang akhirnya diaku-akuin sebagai anak, sekaligus pemancing. Mohon doanya aja yaa....moga segera memiliki keturunan.


Alhamdulillah sekarang ngga digosipin macem-macem lagi. Mudah-mudahan tetep jadi pasangan yang diridhoi Allah sekarang juga nanti.
Dialah soulmate ku....si item manis nu kasep. (pasti deh GR dia...)



Suamiku...maafkan bila aku belum bisa membahagiakanmu....lebih sering bikin jengkel...tapi tetaplah jadi imam buat aku yaa....



Jakarta, 11 Febr 2010
Mengenang jelang 9 bulan usia pernikahanku....


---------

Udah ahh....semua foto-foto diambil dari koleksi-koleksi majalah yang tak kunjung terbit yang sempat dikliping....

Panggil aku Bunda

Bunda....sebutan yang begitu aku rindukan. Hampir 9 bulan sudah pernikahanku. Namun Allah masih menangguhkan memberi seorang buah hati dalam kehidupanku yang baru. Mungkin banyak rencana besar lain yang Dia persiapkan sebelum sang anak itu benar-benar hadir dalam nyata. Kesabaran dalam penantian itu yang harus aku dan suami jalani kini. Anak tentunya menjadi sosok yang didambakan hampir bagi setiap pasangan yang telah menikah. Anak pula sebagai bukti penerus keturunan, sekaligus buah cinta kasih yang Allah berikan pada makhlukNya.

Anak....setiap hari aku selalu merindukan sosoknya.  Berharap ada yang akan aku gendong, yang mengompoli diriku, membangunkanku di tengah hening malam dengan tangisannya, menyibukkan diriku dengan semua aktifitas rutin sebagai seorang ibu.

Tetapi kini ada sosok yang sementara menggantikan kerinduanku akan hadirnya buah cintaku dan suami. Dia lah Azka, si mungil anak adikku, keponakan pertamaku. Kebersertaan diriku dalam menyambut hadirnya di dunia ini telah membuatku seolah-olah menjadi ibu kedua bagi dirinya. Aku selalu menanti-nanti jam pulang kantor agar segera tiba ke rumah. Ingin segera memeluk tubuh mungilnya. Menimang-nimang badan gendutnya dengan penuh kasih. Mencium pipinya yang montok tiada henti. Ingin bercerita selalu di depan wajahnya. Sosok imutnya selalu melahirkan kerinduan.

Azka....Seperti sudah menjadi darah dagingku sendiri. Aku seolah turut merasakan sakit saat ibunya melahirkan dia ke dunia. Terkadang aku begitu menguasai Azka daripada ayahnya sendiri. Kerapkali aku membiarkannya tertidur di sebelahku, hingga ibunya selalu mencari-cari keberadaan anaknya. Kerap pula aku menimangnya hingga tertidur lelap. Sering juga Azka menjadi rebutan di antara aku, oma, ibunya, dan ayahnya. Begitu sayangnya kami semua dengan dia. Tiada terkatakan bagaimana aku begitu mengkhawatirkan tentang dirinya melebihi orang tuanya sendiri. Terkadang aku lebih takut terjadi apa-apa dengan Azka daripada ibunya sendiri. Terlalu paranoidkah aku?

"Azka anak bunda...., bunda sayang banget ama Azka....jadi anak soleh ya Nak..." kalimat itulah yang selalu aku katakan padanya.

"Azka kalau udah gede harus santun ya... seperti Rasulullah, pemberani seperti Umar, lembut hatinya seperti Abu Bakar, pinter kayak Ali, dan tajir seperti Ustman bin Affan..." sebuah upaya pengenalan tokoh-tokoh  melegenda aku download ke dalam otaknya. Setiap aku katakan seperti itu...seolah-olah Azka menyimak apa yang aku katakan. Mata beningnya mengerjap-ngerjap memperhatikan wajahku. Antusias mendengarkan "bundanya" bercerita.

Aku tak ingin Azka lebih mengenal tokoh-tokoh lain yang fiktif seperti superman, batman, ataupun spiderman. Azka harus kenal terlebih dahulu dengan Rasulnya yang luar biasa, yang benar-benar ada dalam sejarah, daripada tokoh-tokoh fiktif super hero yang cuma ada dalam dongeng dan film itu.

Bunda dan Abi sebutan itulah yang selalu aku katakan padanya untuk panggilan diriku dan suami. Sebuah keegoisan mungkin, menganggap aku dan suamiku seolah-olah orang tua kandungnya.

Semua itu hanya bukti rasa sayangku menjadikan dia bagian dari hidupku bagaikan anakku sendiri.

"Panggil aku bunda ....."

Semoga kelak aku menjadi seorang bunda sungguhan bagi anak keturunanku. Amin...



Tuesday, February 2, 2010

Membidik Target

Masih ingat dengan aksi yang dilakukan oleh Tim Densus 88 ketika mengejar target buronan teroris Noordin M Top dkk beberapa waktu lalu? Kira-kira begitulah yang rajin aku lakukan belakangan ini. Ups....sebentar. Jangan berpikir macam-macam dulu. Aku bukan menjadi anggota densus 88 apalagi menjadi sasaran si densus. Tidak sama sekali. Namun naluri memburu dan membidik target setiap hari kian meningkat. Mirip tingkah polah si densus. Mencari, mengamati, memperhatikan, menangkap. Itulah kegiatan utamaku kini. Ditingkahi pula dengan keberhasilan menjaring sang target. Deziiiiggg!!! Kena dehhh....!!

Ok....lanjuuuttt.....
Hobiku kini di depan komputer dan internet adalah mengetik nama-nama teman lama yang telah sekian belas tahun tidak aku ketahui kabar beritanya. Rasa penasaran yang besar mengusik tanganku untuk rajin mencari-cari mereka via dunia mbak maya. Pertama sekali yang aku lakukan tentu saja berusaha mengingat nama lengkap mereka yang pernah memiliki hubungan denganku baik di masa kecil, sekolah, maupun pergaulan. Lalu dilanjutkan dengan memutar ulang memoriku tentang raut muka sketsa wajahnya. Setelah itu aku sibuk menelusuri sekian nama yang muncul di layar dan mencocokkan foto yang terpampang dengan memori otakku tentang wajah mereka. Beruntunglah bagi mereka yang memakai nama dan wajah asli. Mereka akhirnya bisa aku dapatkan. Ahha!!!

Semua berawal sejak tahun lalu ketika aku bergabung dengan salah satu situs pertemanan di dunia maya, yang bernama kitabul wajah alias facebook. Banyak teman-teman lama yang sebelumnya tak diketahui rimbanya, tak diketahui bagaimana keadaannya, akhirnya berhasil aku temukan dengan sukses. Bisa dibayangkan bagaimana senangnya hatiku menemukan mereka kembali!! Meski hanya melalui layar komputer. Wow....terima kasih banyak untuk situs yang satu ini. Walaupun sebelumnya situs ini cukup membuatku suntuk bukan main (silakan baca di sini) .

Mengetahui kabar sahabat-sahabat lama masa SD, SMP, SMU, kuliah, juga teman satu tempat tinggal ketika masih kost di Bogor merupakan kesenangan tersendiri buatku. Aku bisa mengetahui kabar mereka tanpa harus beranjak dari kursi dan meja kerjaku. Dari situ pula aku mengetahui bahwa ternyata mereka telah berkeluarga, memiliki suami/istri, anak-anak yang lucu, ada pula yang sudah menetap ataupun sekolah lagi di luar negeri, dan semua keadaan yang tentunya jauh berbeda ketika kami dulu masih sama-sama berteman. Belum lagi dengan gaya penampilan yang berubah. Yang dulu kurus menjadi gemuk, yang dulunya gemuk menjadi langsing bak peragawati, yang sekarang perutnya buncit, yang berewokan, ataupun yang kian modis dengan penampilannya. Fuihh....manusia ternyata berubah-ubah ya. Begitu pula aku. Mungkin aku sendiri yang tidak menyadarinya.

Dan jarak bukan masalah untuk sebuah hubungan silaturahim. Dari situ pula aku akhirnya dapat menghubungi mereka via telepon. Dan ketika ada kesempatan untuk bertemu, aku akan berusaha untuk menemui atau kumpul-kumpul seperti ketika masa-masa sekolah dulu. Sebuah kenangan baik akan memberi warna lain dalam kehidupan. Apalagi kenangan yang tidak dapat terulang kembali.

Terakhir...tips untuk bisa tertangkap oleh teman-teman lama anda  atau saya ya???

  1. Gunakan nama asli....jangan nama samaran, nama suami/istri, anak, apalagi nama hewan.
  2. Pasang wajah asli, jangan foto orang lain, foto bayi, atau foto hewan kesayangan.
  3. Kalau perlu lengkapi dengan data sekolah, biar gampang dicari teman-teman satu sekolah.
  4. Kalau mau menambahkan dia di list friend....beri message khusus, konfirmasi bahwa apakah benar dia adalah teman anda. Karena kalau sudah lama tidak bertemu, apalagi teman masa SD, bisa jadi dia lupa atau tidak pernah mengingat nama anda sama sekali.
Tips utamanya sepertinya itu deh....ada yang mau menambahkan??? Monggo....


(thanks to diyah utari, sri andriani, kresno, diyan, fani, andi, desi dan semuanya yang telah berhasil aku temui via internet...keep in touch yaa...)