Thursday, April 29, 2010

Selamat Ulang Tahun Cintaku...


Perjalanan usia menyimpan banyak misteri. Banyak hal terjadi dalam perjalanan tersebut. Ada yang naik, turun, datar, lurus, belok, menyimpang, mulus bak jalan tol, kadang juga berlubang, tersendat, banyak rintangan. Selama perjalanan tersebut banyak hal pula yang dapat dirasakan. Bisa itu bahagia, sedih, susah, kekurangan, juga semua keadaan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Itulah dinamika kehidupan yang kerap harus ditempuh dan dilalui.


Tak terasa perjalanan itu pula yang telah dilewati oleh separuh jiwaku. Usia kami tak terpaut jauh. Hanya beda beberapa bulan saja. Bila tahun lalu saat ia melewati usia di kepala 3 masih sendiri, kini ia melewatinya bersama diriku. Di tahun lalu ketika ia bertemu dengan  hari lahirnya, kami tengah berjibaku menghadapi kehebohan jelang pernikahan. Ia sibuk di Banda Aceh, aku pun sibuk di Jakarta. Di tahun lalu ia belumlah menjadi seseorang yang halal untukku, kini ia menjadi seseorang yang tau diriku melebihi orang tuaku sendiri. 

Ahh...tapi kini pun aku tidak dapat memberi sesuatu yang spesial atau sebuah kejutan kecil untuknya di hari lahirnya. Raganya tak berada di sisiku. Ku berharap di hari lahirnya aku dapat berdoa dan bermunajat berdua dengannya. Mengucap syukur atas apa yang telah kami nikmati hingga detik ini. Namun jarak ribuan kilometer memisahkan. Juga kondisi. 

Sebenarnya ia tak pernah meminta yang berlebihan dariku sebagai istrinya. Ia hanya ingin aku menjadi wanita dan istri yang soleh untuk dirinya, yang senantiasa berlaku lemah lembut, menyenangkan buat suami. Itu lebih dari cukup bagi dia. 
Tak terasa air mata ini menitik. Bila aku dapat melakukannya, tentu balasan yang aku dapatkan akan lebih dari apapun bahkan dunia dan seisinya. Semoga aku selalu menjadi seorang yang lebih baik lagi. Untuknya, untukNya, juga umat. 

Suamiku...terima kasih atas cinta yang diberikan...juga semua nasehat yang begitu berharga untuk kehidupan kita berdua. Mohon maaf bila istrimu belum dapat berbuat yang  terbaik. Ingatkan aku selalu....

SMS cinta di hari lahir suamiku : 

Hari ini...berkurang setahun usiamu Cintaku...

Doaku semoga Allah memberi keberkahan selalu di sisa usia, banyak kebaikan yang siap ditebarkan, diberi kemudahan dan kelancaran rizki, dibe

ri keturunan yg soleh n solehah, rumah tangga yang diridoi Allah, semakin bijak dan soleh dalam perjalanan usiamu..semoga kita tetap bersama hingga reuni akbar di surga...amin. 

4 my luvly huzband, kang Reza




Jakarta, 28 April 2010
(31 tahun usia suamiku hari ini)

Friday, April 23, 2010

Untung ngga nikah siri

Tok...tok...tok....tok...tok...tok....!!!
Suara gedar gedor terdengar dari luar kamar. Semakin lama semakin kencang suaranya. Heboh banget dalam hatiku. Siapa sih malam-malam begini ketok-ketok kamar orang? Ngga sopan banget.
Langsung aku ngabring ke kamar kecil. Suamiku dengan terkantuk-kantuk membukakan pintu. Ntah apa yang mereka bicarakan di luar...aku tidak mendengar dengan jelas. Setelah suara pintu kamar ditutup kembali...aku keluar dari persembunyian.

"Ada apa kang?" aku langsung loncat dari kamar mandi.

"Ngga...itu tadi anak ibu kost. Dia nanya akang....katanya tadi liat akang bawa perempuan ke dalam kamar. Hihi...masa akang dikira bawa bukan mahrom ke dalam kamar."

"Masya Allah...emang akang ngga lapor bawa istri nginep?"

"Sebelumnya udah bilang...cuman si abang itu emang jarang di rumah...dia ngga tau. Trus si ibu juga lagi ngga di rumah. Jadi deh kita digosipin. Tadi ada tetangga yang lapor kayaknya." jawab suamiku sambil membetulkan kain sarungnya yang nyaris melorot.

"Kok akang ngga liatin aja buku nikah  kita?" tanyaku lagi.

"Akang udah jelasin kok...kita punya bukti kalo kita udah nikah, tapi tadi akang bingung ditaro dimana bukunya. Lagian si abang itu jadi malu sendiri...dia bilang ngga usah diliatin...udah percaya...."

"Hmmm...syukurlah...hampir aja kita digerebek...dikira pasangan mesum lageee....duuhh....untung kita nikah resmi kang...kalo ngga...pakai bukti apa kalau kita udah nikah? hayooo....." jawabku sambil ngeloyor ke tempat tidur.

Wuihh...pengalaman lucu pertama tidur di Banda Aceh, eh malah dikira pasangan mesum. Untung ngga ketangkep ma polisi WH (Wilayatul Hisbah), sebutan untuk polisi syariat di Aceh.

Kamar akang, 12 Maret 2010