Wednesday, April 29, 2009

Bingkisan dari Allah

 
Mengenalmu
Tiada pernah terbersit di benak
Tiada pernah terduga
Tiada pernah terfikirkan
Tiada pernah terkira

Semua mengalir apa adanya
Tanpa ada beban
Tanpa harapan
Tanpa impian
Aku begitu menikmati

Bila kini....
Semua menjadi berbeda
Itu semua karena Allah
Karena kasih sayangNya
Ia menjawab sebagian pintaku
Pinta khusus atas penantian panjang
Menanti kehadiran
Sang pangeran hati

Dan kini...
Aku mengikuti takdirNya
Menjadi bagian dari hidup seorang pria
Untuk hidup bersama
Berjuang bersama
Bersama untuk selamanya
Hingga maut memisahkan

Dan aku ingin bersama dia lagi
Dalam surgaMu ya Rabbi...
Reuni kembali dalam jannahMu
Bersama amanah yang Kau titipkan kelak
Amin......


Jakarta, 28 April 2009
Happy birthday Kang...
Moga usiamu kian berkah, banyak kebaikan melingkupi selalu




Happy Birthday - Piano

Monday, April 27, 2009

Tuan Putri...sudah siap untuk dipersunting?

Banyak peristiwa terjadi tidak secara kebetulan. Menurutku...tidak ada yang terjadi begitu saja. Semua telah ada yang mengatur. Begitu pula yang terjadi pada diriku dalam sebulan terakhir. Semua terjadi dengan indahnya. Semua terjadi secara cepat, tepat, akurat. Semua terjadi di luar harapku. Semua menjadi kenyataan...di luar prediksiku.

Pemilu membawa berkah. Kalimat sangat tepat untuk diriku. Bukan karena perolehan suara atau kemenangan partai tertentu. Atau karena mendulang uang akibat pemesanan kaos, baliho ataupun spanduk. Apalagi menjadi anggota dewan dan melenggang ke senayan. Sama sekali bukan. Tetapi karena liburan pemilu lah...semua itu terjadi kini. Andai saja tidak ada libur panjang pasca pemilu kemarin...mungkin ceritanya juga akan berbeda. Selalu ada hikmah dalam tiap kejadian. Sekecil apapun itu.

Yah...pemilu itu...di tanggal 9 April. Sesuai jadwal dan janji...aku bertolak ke Bandung, kota di mana ibu dan adik-adikku tinggal. Di hari itu pula...aku berjanji akan silaturahim ke rumah orang tua salah satu temanku, si dia....yang dalam 2 pekan terakhir itu mengisi hari-hariku dengan ocehan dan gurauannya. Dia pula yang selalu membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Ada saja kata-kata dan omongannya yang membuat mulutku tak berhenti mengembang dan membuat gigiku kering. Ada rasa nyaman saat berbicara dengan dirinya, ada rasa kecocokan antara aku dan dia. Entah kenapa....aku merasa chemistry ku nyambung dengannya. Walaupun di awal perkenalan, aku tau dia dalam status "in a relationship" dengan seseorang. Sebuah kejujuran yang kusuka dari dirinya. Karena itulah...akhirnya aku hanya menganggapnya teman dan sahabat....aku tidak pernah berharap lebih.  Aku tak ingin menjadi perusak hubungan antara dia dan teman dekatnya. Aku tau rasanya dikecewakan, disakiti, dan dikhianati. Namun...selama 2 pekan...obrolan-obrolan kami lambat laun menjadi media untuk saling mengenal lebih dekat. Perkenalan sangat singkat....namun aku merasa begitu dekat...layaknya telah lama bersahabat...

Singkat cerita...tibalah aku di rumah orang tuanya berdua dengan mamaku. Aku memanggil mereka dengan sebutan om dan tante. Sambutan mereka sangat hangat tanpa dibuat-buat. Begitu familiar...persis seperti anaknya. Mereka begitu cepat akrab walaupun baru hari itu aku berkenalan langsung dengan mereka, sebelumnya aku dan tante pernah berkomunikasi via telepon. Ada saja candaan-candaan mereka yang membuat pipiku bersemu merah...Kekakuan yang aku takutkan sama sekali tidak terjadi. Aku merasa begitu dekat dengan mereka. Saat itu aku juga mengenal keponakan kesayangannya yang begitu kenes dan menggemaskan. Juga adik perempuannya yang cantik dan manja.

Andai saja malam itu aku tidak jadi datang ke rumahnya...mungkin ceritanya juga akan berbeda lagi. Hari itu sebenarnya aku dan mama diajak jalan-jalan ke Malingping. Tapi karena suatu dan lain hal...akhirnya perjalanan itu dibatalkan. Untung saja...fuih...rencana awalku kan memang silaturahim ke rumah orang tuanya.

Sekitar pukul 11 malam aku baru pulang dari sana. Aku bahagia bisa berkenalan langsung dengan keluarganya. Silaturahim yang indah. Tidak ada firasat apapun ketika itu. Aku hanya sms dia, bahwa aku sudah pulang dari rumahnya. Nothing else.

Sekitar 1 jam kemudian...dia telepon diriku. Omongan pembuka bla...bla...bla...khas dirinya. Seperti biasa...aku melayani semua obrolan dirinya. Diselingi tawa dan cekikikan. Saat dia telepon, mamanya pun menelepon mamaku. Ntah apa yang mereka berdua bicarakan. Aku tidak begitu menangkap pembicaraan mereka. Karena aku sendiri sedang menjawab telepon anaknya. 

Sejenak dia terdiam....
"Mmmm...dess...aku sudah memutuskan sesuatu. Kamu tau...dari awal kita kenal...aku serius mencari calon istri. Bukan yang lain..." kata-katanya terdengar sedikit serius.

"Ya..sama...aku juga begitu. Aku ngga pernah main-main kalau dikenalkan dengan seseorang." jawabku lagi.

"Aku memutuskan untuk segera menikah di tahun ini. Aku sudah pikirkan matang-matang. Aku sudah bicarakan dengan papa dan mama. Gimana tuan putri....sudah siap untuk dipersunting??" kata-katanya membuat jantungku berhenti berdetak sejenak.

Sejenak aku termangu. Mencoba mengembalikan detak jantungku ke posisi normal. Jam ketika itu menunjukkan pukul 12 malam lebih, jatuh pada tanggal 10 April 2009.

Kata-katanya begitu menghunjam jantungku. Dia ingin mempersuntingku??? Ngga salah?? Baru kenal selama 3 minggu. Bayangkan!!

"Aku merasa telah mengenal kamu begitu dekat des...apalagi kedua orang tua juga memberi dukungan dan doa. Itu yang makin meyakinkan aku. Walaupun secara kuantitas waktu kita untuk mengenal sangat singkat. Namun kualitasnya yang terpenting buat aku. Bagaimana tuan putri....sudah siap untuk dipersunting?" kembali dia menegaskan kata-katanya.

Dengan yakin pula aku menjawab, "Insya Allah. Aku siap."

"Alhamdulillah...berarti aku pulang bulan depan ya. Terus mau tanggal berapa kita akad nikah? Yang penting buat aku sih resmi dulu aja. Yang penting yang wajibnya aja dulu."

Masya Allah. Aku tidak menduga secepat ini. Kalau akad terjadi di bulan depan, berarti total aku mengenalnya baru 2 bulan!!!

Namun entah apa yang meyakinkan diriku. Tidak ada alasan untuk menolak dirinya. Dia pria bertanggung jawab, baik, sopan, humoris, penyayang keluarga, dan semua yang ada pada dirinya aku sukai. Semoga ini adalah jawaban atas doa-doaku selama ini. Allah memberi jawaban atas pria yang aku cari selama ini.

"Nah...sekarang Abdullah bin Ghaib-nya udah ngga ghaib lagi kan?? Walaupun kita belum bertatap muka langsung...aku sudah merasa yakin dan mantap. Karena aku pake mata mamaku dan mata batinku." Perkataannya  makin meyakinkan aku lagi.

"Tapi keputusan ini diambil secara sadar kan?? tanpa intimidasi dari manapun? Tidak sedang ngelindur??" aku mencoba minta keyakinan lagi dari dirinya.

"Ya ngga dong. Aku sadar sesadar-sadarnya. Aku serius ingin menikah dengan kamu." jawab dia lagi.

Ya Allah....aku tak tau kata-kata apa lagi yang harus aku ucapkan. Aku terlalu bahagia. Aku menunggu ini terjadi selama 6 Ramadhan berlalu. Dan kini...semua terjadi dalam waktu begitu singkat. Dia serius, dia akan pulang, datang, melamar, dan langsung akan menikahiku.

Rabbi....aku begitu terharu. Dia kah pria yang Engkau kirim untukku? Yang akan menjemputku dan membawaku ke istananya?? Dia kah Sang Pangeran hati? Dan apakah aku yang akan menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak? Semoga saja....

Hari yang sangat indah dalam hidupku....aku telah menemukan dirinya....dia yang akan mendampingi hidupku di sisa usiaku nanti....

Malam itu...dia menyanyikan lagu cinta sambil memainkan gitar...caela....

Satu lagu yang begitu berkesan...dia nyanyikan untukku di penghujung malam...

(Kenangan di malam terindah, 10 April 2009)
Akang...I will be the best for you...

Menikah by Java Jive






Wednesday, April 8, 2009

Libur Tlah Tiba

Libur telah tiba..libur telah tiba...hore...hore...hore...!!!


Aiihh...bahagianya...libur panjang selama 4 hari...berbagai rencana sudah berseliweran di kepala. Mulai dari contreng mencontreng, pulang kampung, nonton tv, tunggu hasil quick count, silaturahim, istirahat di rumah, sampe jalan2 menyusuri bandung kalo nyempet...


Kira-kira rencana 4 hari ke depan apa ya??
Kamis : siap-siapin barang untuk mudik, ke TPS, meluncur pake MGI
Jumat : silaturahim....katanya aku mo dibikinin ayam bumbu rica2 tuh...hmmm...yummy...r u serious??? pulang dari bandung harus nambah nih berat badan...
Sabtu : belon tau mau ngapain....hang out ama mama aja kalii yeee
Ahad :  siap-siap balik lagi ke Jakarta
Senin : cape....

Oya...sebelum besok berakhir....yuk rame2 datang ke hajatan ini yuuk ........

------------

HADIRILAH...


caiyooo...mengundang semua warga MPers untuk hadir bersama dalam acara hajatan yang insya Allah diadain pada ........

Waktu : Kamis, 09 April 2009

Pukul :  8 Pagi

Alamat : Jl. KEADILAN VIII, Kompleks keSEJAHTERAan No.8, arah jalan agak ke bagian Pojok Kanan ataS

Jangan sampai ga datang yah...

Hati-hati nyasar... INGAT.... No. 8...!!!


Tiada kesan tanpa kehadiran kamu semua....)l(





Monday, April 6, 2009

Ketika Senyummu Hadir

 
Salah satu lagu cantik dan manis....
dari Tika Bisono....
Enjoy it....it's special for u.....

Ketika Senyummu Hadir
Detik - detik telah berlalu
Aku sabar menantinya
Sampai nanti kan saatnya
Hadirnya apa yang kudamba dalam cinta...

Kutunggu isyarat matamu
Adakah perhatianmu
Sementara hati ini
Telah bicara menanti saat...

Ketika senyummu hadir....
Ketika mata bicara
Dan saling bertegur sapa
Terlintas bahagia

Ketika senyummu hadir
Ketika hati bicara
Dan saling memandang mesra
Di dalam cintamu..cintaku..
Kasih mesra.... Kasih mesra.....




Thursday, April 2, 2009

Resep manjur dan cespleng

 
Ketika niat ingin nikah.....
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita
(menurutku utk calon anak kali ya....kalo duda/janda yg udah ada anak... kalimatnya bener tuh....)

Ketika melamar
....(deg2an neh)
Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada TUHAN melalui orang tua/wali si gadis
(setujuuu...bangetsss pake s...)

Ketika akad nikah tiba....

Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan ALLAH SWT
(ingat2 tuh....janji di hadapan Sang Pencipta )

Ketika menggelar resepsi

Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf
apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka
(jgn sampe tuh buku tamu dibuang....disimpen baek2...ingat2 selalu akan kehadiran dan doa restu juga uang dan kado yg mereka berikan...)

Malam pertama....(hmmmm)

Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat!
(suamimu adalah manusia biasa...begitu pula istrimu...terimalah kelebihan dan kekurangannya satu paket )

Ketika kehidupan itu telah dimulai....

Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yg penuh onak dan duri
(pasti banyak peristiwa, tragedi, atau kejadian yg menyenangkan maupun tidak menyenangkan dalam perjalanan tsb...jgn sampe menyerah di tengah perjalanan...teruslah dan berusahalah sampai ke tujuan...amin...)

Ketika badai itu menghadang

Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan
(hold me...and hug me...honey )

Ketika sang buah hati belum hadir....

Cintailah isteri atau suami anda 100%
(jangan buru-buru cari calon ibu baru ya...)

Ketika si baby hadir...

Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%
(siplah...cintai seutuhnya )

Ketika finansial keluarga belum mapan....

Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri
(yuuuk...pertinggi ketaqwaan, bangun malam bareng tuk sholat tahajud, akan membina hubungan mesra antara aku, kau dan DIA)

Ketika ekonomi kian membaik....

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita
(dan bukan dengan mencari yang lebih cantik...he..he..he....)

Bila anda suami....

Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit
secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda
(jadilah pria yg bertanggung jawab...jgn mau enaknya aje yee...)

Bila anda seorang istri...

Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan
(ingat selalu dengan kodrat wanita dalam rumah tangga...jadi istri dan ibu yang baik...siiipppsss )

Ketika mendidik anak....

Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ....
(bangun komunikasi yg baik dengan anak2...jadikan mereka sahabat terbaik...)

Ketika anak mulai bermasalah....

Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh
orang tuanya
(menjadi orang tua itu emang ngga ada sekolahnya...tapi semua bisa dipelajari....ya kaaannn....)

Ketika ada PIL...

Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.
(jgn ngeceng mulu makanya...dan jgn curhat sembarangan...bahayyyaaa!!)

Ketika ada WIL...

Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.
(kalo kepepet...poligami mungkin sebagai solusi...kata temenku itu mah selingkuh yg dilegalkan...he..he...he...tapi kembalilah pada istrimu...ingat selalu dengan semua kebaikan2nya selama mendampingimu....)

Ketika memilih potret keluarga...

Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia
(setujuhhh!!!!rumah sebagai madrasah...tempat para penghuninya tumbuh dan berkembang menjadi pribadi lebih baik lagi)

Bila ingin langgeng dan harmonis...
Gunakanlah formula 7 K berikut...
Ketaqwaan
Kasih sayang
 Kesetiaan
 Komunikasi dialogis
Keterbukaan
  Kejujuran
Kesabaran


(sumber : milis kampus)




08 Satu Yang Terindah - YOVIE & THE NUNO