Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh.
Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar, kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya.
Mesjid ini berkubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968).
Masjid ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan masjid tersebut.(WIKIPEDIA)
Perjalanan yang tidak diduga dan diharapkan sama sekali. Suamiku, Kang Reza, yang biasanya tiap 2 bulan sekali mendatangi sang istri, untuk kali ini tidak mendapatkan cuti dari kantor. Sebagai pengganti, akulah yang gantian mengunjunginya. Sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan, karena kakiku belum pernah menginjak bumi paling barat di Indonesia, Aceh, yang penuh cerita dan tragedi.
Hari itu, Jumat 12 Maret '10, Garuda mendarat dengan mulus di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, tepat pukul 9.30 pagi. Arsitektur bergaya mesjid, dengan kubah besarnya menyambut kehadiranku di bumi Serambi Mekkah. Hujan rintik mewarnai kedatanganku pagi itu.
Hari pertama di Banda Aceh, aku mewajibkan diri ke mesjid Baiturrahman, mesjid bersejarah, landmark kota Banda Aceh, saksi bisu kedahsyatan tsunami di Desember 2004.
Suasana nyaman langsung terasa ketika menginjakkan kaki di halaman mesjid nan luas. Luas area mesjid ini lebih kurang 4 ha, dengan luas ruangan dalam mesjid lebih kurang 4.760 m2, dengan lantai marmer buatan Italia, serta mampu menampung 9000 jamaah. Kemegahan mesjid dengan arsitektur nan cantik turut menambah kemolekan mesjid agung ini. Proses perapihan dan mempercantik mesjid terlihat di sana sini. Menurut salah seorang yang pernah datang ke sini...dia mengatakan bahwa Baiturrahman mirip dengan mesjid yang ada di Masjidil Haram....Benarkah?? Dan katanya lagi...tak kalah indahnya....Subhanallah...!!
Suasana hangat kian kental dengan ramainya suara anak-anak yang sedang belajar mengaji di dalam ruang mesjid utama. Serempak mereka mengikuti bimbingan bacaan dari sang guru. Teringat dengan masa kecilku yang juga belajar mengaji ke mesjid. Ahh....aku rindu masa-masa itu.
Baiturrahman, 12 Maret 2010
Makasi kang..karena Allah dan dirimu, aku tiba di Serambi Mekkah
