Aku memperhatikan calon pengantin wanita, yang tak lain adalah anak ibu kostku. Wajahnya penuh kebahagiaan, kadang ditingkahi dengan sedikit ketegangan menjelang detik-detik ijab kabul yang akan dihadapinya. Ia mengenakan setelan kebaya panjang warna putih gading dan kain batik, dengan sanggul modern di kepalanya, sangat serasi dengan kulitnya yang putih bersih. Pengantin pria dengan warna baju senada dan rombongan keluarga serta grup marawis telah tiba di pelataran mesjid tempat ijab kabul akan dilangsungkan. Berbagai macam hantaran telah terhampar, mulai dari kue-kue, buah-buahan, segala perlengkapan sang calon istri, sampe roti buaya juga sudah dibawa.
Taujih Robbani untuk semua yang hadir dalam perjanjian suci pagi itu...
Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur-rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. 4:1)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)
Tibalah saat-saat mendebarkan bagi kedua calon suami istri. Saat ikrar suci diucapkan dihadapan Allah dan para malaikat sebagai saksi. Saat kedua manusia Allah satukan dalam sebuah pernikahan, saat yang sebelumnya haram untuk dilakukan namun menjadi halal dalam pernikahan, saat penuh mendebarkan, saat yang dinanti-nanti bagi manusia yang ingin menggenapkan separuh diennya. Dengan lantang dan mantap, sang pria mengucapkan akad di hadapan wali calon istri disaksikan oleh banyak pasang mata yang hadir. Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoir.....
Peristiwa akad yang singkat namun melahirkan tanggung jawab berat di dunia dan akhirat. Semoga biduk rumah tangga dapat berlabuh hingga ke tujuan yang semestinya, menuju keridhoan Allah SWT......
31 Mei 2008
(teruntuk Rita dan Ipunk....moga aku ikutan cepat nyusul juga ya....)
(teruntuk Rita dan Ipunk....moga aku ikutan cepat nyusul juga ya....)
Iya, semoga cepet nyusul mba desi :))
ReplyDeleteamin...mbak wiwik...
ReplyDelete