sumber : http://umam.web.id/
Hari Raya Iedul fitri... :)
maka akan sering terdengar kalimat seseorang kepada saudaranya:
“minal ‘aidin wal faizin ya.. mohon maaf lahir dan batin..”
pernah gak c diantara ente-ente pada ada yang nanyain, apa c arti kalimat ini? apa bener ini artinya mohon maaf lahir dan batin???
.
coba yuk kita telusuri secara harfiah.. secara harfiah, makna kalimat ini adalah:
.
مِنَ العَائِدِينَ وَ الفَائِزِينَ
.
“dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung..”
ditinjau dari susunan katanya, agak ganjil melihat kalimat ini.. bisa dikatakan, ini bukan suatu kalimat sempurna atau yang biasa disebut al jumlah al mufidah. karena kalimat sempurna dalam bahasa arab ada dua, adakalanya disusun dari isim (kata benda) dan isim yang disebut jumlah ismiyyah dan dari fi’il (kata kerja) dan isim yang disebut jumlah fi’liyyah..
coba kita tengok kalimat di atas, tidak ada unsur kata kerja, maka yang paling mungkin kalimat di atas bisa dikategorikan jumlah ismiyyah.. namun, dari susunannya, kalimat di atas tidak memenuhi kriteria minimal jumlah ismiyyah. loh.. loh.. kayaknya dah nahwu bgt, gak usah diterusin deh. ntar pada bingung lagi.. :)
intinya, secara bahasa, kalimat di atas ganjil.. sebagaimana secara makna juga ganjil. ayo coba apa maksud perkataan:
“dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung..”
ane dan mungkin smuanya bakalan gak ngerti klo ada org yg ngucapin ini ke ane, maksud ucapannya apa.. iya toh???
ane mencoba mencari penafsiran sendiri dari kalimat ini, dengan melakukan takwil yang mungkin agak mendekati.. dalam hipotesa ane (ciaelah).. kalimat utuh ucapan populer ini adalah:
.
جَعَلَنَا اللهُ مِنَ العَائِدِينَ وَ الفَائِزِينَ
”Ja’alanAllohu minal ‘aidin wal faizin”
dengan makna:
“semoga Alloh menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali (fitri) dan beruntung”
aneh sekali memang, jika bagian inti kalimat termasuk kata kerja (fi’il), pelaku (fa’il), dan objek (maf’ul) dibuang secara serempak.
Yang lebih aneh lagi, coba deh nanti perhatiin beberapa versi yang keluar dari mulut orang indonesia .. ada yang make huruf ز semua.. minal ‘aizin wal faizin.. ada yg ذ semua.. minal a’idzin wal faidzin.. ada yg kombinasi keduanya, minal aidzin wal faidzin.. dan anehnya lagi, kesalahan ini juga sering terjadi di televisi.. coba deh, liat beberapa hari lagi akan marak pejabat, politikus, atau direksi perusahaan yg bakalan ngucapin ini, lihat versi mana yg mereka gunakan.. :) klo bnr smua, walhamdulillah. :)
dan yang paling aneh adalah: dari manakah kalimat ini berasal? adakah sahabat nabi yang pernah mengucapkannya?
adakah ulama yang pernah mengucapkannya.. ternyata, cuma di sini loh, di Indonesia, kalimat ini begitu populer.. :)
entah siapa yang pertama kali mengucapkannya.. atau siapa orang yang pertama kali menulisnya.. inilah indonesia , dimana suatu ketidak jelasan menjadi masyhur.. sampai-sampai sesuatu yang jelas-jelas sunnah ditinggalkan begitu saja.. sebagaimana betapa banyak kaum muslimin indonesia yang begitu hafal wirid-wirid versi habib A, B, sampe z.. tetapi mereka tidak mengenal sedikitpun zikir pagi dan petang yang biasa Rasulullah ucapkan.. bahkan mereka tidak mengerti bagaimanakah zikir setelah shalat versi Rasulullah.. na’udzu billahi min dzalik…
ahsan bagi kita, jika ingin mengucapkan tahniah (ucapan selamat) lebih baik menggunakan kalimat:
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
“semoga Alloh menerima ibadah kami dan kalian”
Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan:
“telah sampai kepada kami riwayat dengan sanad yang hasan dari Jubai bin Nufair, ia berkata: “Jika Para sahabat Rasulullah saling bertemu di hari raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya: “TaqabbalAllohu minnaa wa minkum”. (Fathul Bari (II) 446)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ditanya tentang ucapan selamat di hari raya, beliau menjawab,
“Ucapan selamat hari raya sebagian mereka kepada sebagian lainnya jika bertemu setelah shalat ‘Id dengan ungkapan: TaqabbalAllohu minna wa minkum dan A’aadahullahu ‘alaika serta ucapan sejenisnyaa, maka hal ini telah diriwayatkan dari sejumlah sahabat bahwa mereka melakukannya, dan telah diperbolehkan oleh para imam seperti Imam Ahmad,dll. Maka siapa yang melakukannya, ia memiliki panutan, dan yang meninggalkannya pun memiliki panutan.” (Majmuu’ Fatawa (XXIV/253)
kesimpulannya:
- boong bgt arti minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.. meskipun dari segi penyebutannya terkesan padu dan serasi.. (sama-sama diakhiri “in”)
- klo mo ngucapin, pake yg ada riwayatnya aja.. tuh di atas dah dijelasin..
- makanya belajar bahasa arab! :) yuk belajar!
*Penukilan fatwa Ibnu hajar dan Syaikh Ibnu Taimiyyah diambil dari buku Lebaran Menurut Sunnah yang Shahih oleh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thayyar hal. 126 terbitan Pustaka Ibnu Katsir
wAllohu subhanahu wa ta’ala a’lamu..
update, 28 Sep 08:
request seklaigus tambahan dari akh budi:
kata idul fithri:
عِيدُ الفِطْرِ
secara bahasa memiliki makna kembali berbuka, atau kembali makan (setelah sebulan penuh berpuasa). tetapi kenapa orang Indonesia mengartikannya kembali fitri (suci) ya? meski momennya memang tepat c.. tanya kenapa???
satu lagi kekeliruan yang dipelihara.. Ya Alloh berilah kami ilmu agar tidak tersesat dari jalan Mu....
waduhhhhhhhhh
ReplyDeleteberat bahasannya...
btw tfs
oooo....jadi tau....mksh
ReplyDeletemoga ilmu kita makin nambah...jgn ucapin minal aidin wal faizin lagi...tapi ucapkan....taqobbalallahu minna wa minkum.....
ReplyDeletemoga ke depannya...kita menggunakan yg sesuai Rasulullah ajarkan...amin
ReplyDeleteDulu saya diajarin bapak, dengan kata kata itu juga, dan selama ini kita pake salah kaprah
ReplyDeleteoke deh.. taqobbalallahu minna wa minkum
ReplyDeletememang banyak yang belum paham masalah ini...dan harus kita luruskan sedari sekarang....
ReplyDeleteGENERASI GHURABA
ReplyDeleteMengucapkan :
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429 H
Taqobalallahu Minna Wa Minkum
Mohon Maaf Lahir & Batin
Kalau ada sumur diladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada kesalahan terkenang
Mohon dimaafkan ya akhi wal ukhti
Ikan Bawal Diasinin
Bulan Syawal mau dikawinin
Ikan Bawal Diasinin
Paling enak pakai lalapan
Kalau Syawal ini belum dikawinin
Insya Allah Syawal tahun depan
Burung Irian makannya kedondong
Yang masih sendirian Nikah Doong
Selamat Mudik : Biar Cepet Asal Selamet
Selamat Silaturahim : Banyak Silaturahim Banyak Rezeki
Selamat Menempuh Hidup Baru ( Buat Yang Syawal Ini Mau Nikah )
Semoga Cepet Sembuh ( Buat Yang Saat ini Belum Nikah Juga )
Empat ditambah empat delapan
Sempat gak sempat mohon disempatkan
( Oleh2nya, Silaturahimnya, Nikahnya )
Burung Irian Burung cenderawasih
Maafkan Sofyan yah sekali lagi ....
Kirimkan Oleh2, Parcel, Kartu Ucapan ( Jangan Bom Yah ) ke :
Jl. Harapan Mulia VIII No.21 Rt.010/ Rw.05
Harapan Mulia, Kemayoran
Jakarta Pusat 10640
Phone : 021-94024952
Tiada Kesan Tanpa Kirimanmu Enggak Juga Gak Apa2
Kalau Ini Boleh Gak ??
waaaaa!!!!!
ReplyDeleteselama ini saya melakukan keanehan itu......
Pantesan blm lama Dr. Dayat pernah bilang, Minal Aidin Wal Faizin hanya ada di indonesia. mungkin karena gak denger sempurna, jadi gak tau maksudnya.
akhirnya saya mengerti.
kamu belum ucapin ke aku deh kayaknya....
ReplyDeletekalo ini sih boleh banget SOP....tapi oleh2nya udah habis neh....gimana dong? alamat nya mo di publish ke umum ya? awas ada maling loh..!
ReplyDeletemudah2an lain kali jgn pernah lagi ya....aku juga aneh dgn minal aidin itu...dan selama ini emang ngga pernah tau artinya apaan.....
ReplyDeletebner banget,,
ReplyDeletemasyarakat pd slh kaprah..
tfs yo mba..^^
boleh ngopaz ya mbaa..jzki,,
silakan di copast aja...supaya lebih bnyk yang mengetahui....
ReplyDelete^_________^
ReplyDeletehmmm.....
mbak desy udah pulang niih
tfs mbak??
na minta attachment proposale mbak des...
T_T Gak apa2 memepererat silaturahim
ReplyDeletetapi kalo cemil2an dari bandung masih ada sih....
ReplyDeleteaku udah pulang tadi malam punk....ooya...proposal Qonita ya? ntar ane revisiin dulu ya...belum sempat utk mulai2 lagi neh...aku bnr2 lagi bad mood, males ngapain2....
ReplyDeletemmmm.... understood.......... taqabalallahu mnna wa minkum......
ReplyDeletetaqobbal yaa kariim
ReplyDeletengatukkkkkk
ReplyDeletehuaaaaaaaaaaaaa
wah brarti selama ini kita ngapain donk ngucapin itu???!! tapi...
ReplyDeleteminal aidzin wal faidzin!!! :D
makanya jangan salah kaprah lagi om....yuk perbaiki kesalahan2 itu....
ReplyDeletetidur din.....jgn dipaksa melek tuh mata..
ReplyDeleteminal 'aidin wal faizin.... ^_^
ReplyDeleteHatur nuhun ilmunya..
sami2....taqobbalallahu minna wa minkum....
ReplyDeleteTaqobbalallahu yaa kariim...
ReplyDeletethanks for sharing...
ReplyDeletetp berbeda pendapat boleh dong...
gak semua yg merupakan kreasi para ulama (baca: ulama nusantara) itu pantas divonis 'sesat'.
banyak juga orang yang menafsirkan agama tidak secara hitam putih seperti ini
ini seperti kasus istilah halal bil halal, maulid nabi, yasinan dan tahlilan dan sebagainya
dan kalau diurai kebelakang, tidak akan habis diperdebatkan.
mari kita saling menghargai, tidak merasa paling 'nyunnah' diantara yang lain,
Islam itu indah kok, klo gak saling menyakiti...
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Dzahir dan Bathin
hanya meluruskan kok....tidak ada maksud utk menyesatkan satu sama lain....
ReplyDeletealangkah indahnya bila kita melaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah...sang GURU SEJATI....
makasih infonya..... ^^
ReplyDeletesama2 mbak....moga manfaat....
ReplyDeletesetuju mbak,... terutama akhlaq beliau yang harus kita tiru, bukan pakaiannya, cara berjalannya, terompahnya, cara makannya, atau cara mengucapkan selamat hari raya nya....
ReplyDeleteakhlaq YANG MAMPU MENGUBAH WAJAH DUNIA....luar biasa!!!
ReplyDeleteWaduh panjang betul...
ReplyDeletebaca yang cermat ya dek...
ReplyDeleteTFS Mbak Des..
ReplyDeleteBetul Deeesss , sering kita hanya mengikutin yang sudah berlaku di masyarakat , karena takut di salahkan oleh sekitar lingkungan kita
ReplyDeletecape deh.. ini kan bahasa arab sehari2, tidak menuruti kaidah bahasa arab formal
ReplyDeleteyang penting kan niatnya pada waktu mengucapkan....
Sama kayak halal bi halal, hanya ada di Indonesia
ReplyDeletekalo halal bi halal tujuannya mungkin utk silaturahim....mudah2an bnyk kebaikan yang ada di sana....insya Allah
ReplyDeleteucapkan dengan tulus...dan lebih baik bila kita juga paham dengan apa yang diucapkan...
ReplyDeletewalaupun salah...tanpa ilmu...itulah orang indonesia...
ReplyDeletesami2 teh merry....
ReplyDeleteYaaaaaaa betul kadang memang sulit juga , mo berubah tapi lingkungan tidak dapat di rubah apa lagi mendukung perubahan itu , jadi sulit juga
ReplyDeletecara mengucapkannya juga harus ditiru mas karna itu doa , dicontohkan langsung o/ Rasulullah , bukan budaya . / niatpun kalau pelaksanaanya salah ya gimana bang ???
ReplyDelete