Friday, February 27, 2009

Maaf..saya mundur

Aku ingat hari itu...di penghujung tahun 2008, tanggal 31 Desember. Dia datang bersama temannya yang aku perhatikan memiliki penampilan sangat religius, berjanggut lebat dan bercelana cingkrang di atas mata kaki, plus tanda bekas sujud di dahinya. Ia bertindak sebagai mediator dirinya dan diriku. Penampilan dia pun tidak jauh beda.

Hari itu aku khusus dijemput tanteku ke kost, karena dia, pria yang akan dikenalkan padaku mendadak sms om ku dengan tujuan untuk mengenal diriku lebih jauh juga ingin bertemu langsung dengan mamaku. Dan kebenaran juga saat itu mama sudah berada di sana, karena beberapa hari ke depan akan menghadapi pernikahan adikku di bulan Januari.

Aku tidak mengira sama sekali dia akan meneruskan proses perkenalan setelah melihat fotoku. Terhitung sejak dia melihat fotoku sampai detik ini...lama tidak ada kabar kelanjutannya. Aku sudah tidak pernah memikirkannya lagi. Mungkin dia tidak berniat serius.......

Namun, hari itu...tanpa aku duga....akhirnya dia datang juga ke rumah omku. Dan tanteku yang paling semangat berapi-api sampai harus menjemput diriku khusus. Dia terus menyemangati diriku...dan memberi saran pakaian apa yang sebaiknya aku pakai. Fuiiih.....

Beliau bilang...biar menyesu
aikan dengan kelompok kajiannya. "Pake yang warnanya agak gelap ya....namanya juga usaha Des...," lanjutnya lagi.

"Tapi ntar ngga sesuai kenyataan dong tante....ntar dia kecewa lagiii..." sanggahku.

"Ups...ya udah deh...pake aja yang Dessy anggap nyaman...." akhirnya menyerah juga si tante.

Finally, aku pakai baju warna hijau tua, dengan rok warna senada. Apapun yang akan terjadi...terjadilah....aku tidak berani berharap lebih.

Singkatnya....pertemuan itu terjadi. Dan selama dalam perjalanan dari tempat kost ke rumahnya....tanteku tak henti2nya berdoa dan berkhayal tentang pernikahanku. Semua hal sud
ah dia rancang. Pokoknya benar-benar SEMANGAT....

Aku hanya tertawa dan tersenyum...."Tante jangan terlalu semangat ahhh...belum tentu juga dia mau ama Dessy...."

"Tante yakin Des...dia serius...buktinya sekarang udah datang mau ta'aruf (kenalan, red),"  tak mau kalah dia jawab lagi.

Pasrah saja diriku....

Penampilannya seperti yang aku bilang sebelumnya....menggambarkan aktivis pengajian banget. Dengan penampilan mengikuti "Rasulullah", celana cingkrang, berjanggut. Begitu sederhana.
Akhirnya sang mediator dan dia pribadi mengutarakan maksud kedatangannya. Yup..tentu saja ingin mengenal lebih jauh dan serius mencari istri untuk dinikahi.

Aku menyimak tiap kata yang keluar dari bibirnya. Aku tak menampik....bila ia berniat serius...aku siap. Masalah umur pun tak menjadi masalah antara kami. Karena dia jauh lebih muda dari diriku. Juga perbedaan suku, pendidikan, dan masalah perbedaan harakah (pergerakan, red.)

Akhirnya...kata-kata yang terlontar dari bibirku ketika itu, "Insya Allah saya siap menikah. Namun jangan membayangkan saya sempurna dan baik dalam segala hal. Saya masih sangat jauh dari itu semua. Namun yang akan menjadi suami saya h
arus siap membimbing dan menjadikan saya lebih baik lagi."

Hanya itu yang aku sampaikan....
------------------------

2 minggu setelah itu....dia memberi jawaban via omku...
"Insya Allah ana bersedia menikah dengannya, namun ada beberapa yang ingin ana sampaikan kepada calon istri ana...."

(aku masih ingat....ada 4 poin)

Aku rasa tidak perlu dijabarkan di sini.

Aku merespon tidak lama setelah dia mengajukan komitmen tersebut. Jujur aku tidak langsung memberi jawaban. Mungkin ada kira-kira 4 hari aku baru menjawabnya. Ketika itu aku benar-benar di ambang kebimbangan. Benarkah ia yang Allah beri untukku? Benarkah ia telah siap menjadi imam dan suami bagiku?? Bagaimana dengan perbedaan-perbedaan pandangan yang mungkin belakangan akan muncul di kemudian hari? Beribu ragu menyerang....Sungguh sulit aku memberi jawaban. Dia begitu soleh...sedangkan aku???

Akhirnya aku tidak berkeberatan sama sekali dengan keempat poin yang dia ajukan. Dan aku pun telah siap bila harus meninggalkan "teman-teman dan guru" yang selama ini membersamaiku. Bukan Dessy namanya bila harus langsung menjawab YES....aku pun mengajukan beberapa poin komitmen untuk ke depan. Dan aku mengajukan 8 poin, juga data pribadiku via email si om sebagai mak comblang atau perantaraku.

Sementara menunggu kelanjutan kabar dan follow up selanjutnya....seperti yang sudah-sudah...tante dan mamaku terus saja berkhayal seandainya aku menikah kelak. Aku sendiri menanggapi dengan biasa-biasa dan datar-datar saja. Mengapa?? Karena semuanya belum jelas. Khitbah pun belum ada. Apalagi untuk rencana menikah. Namun tanteku emang yang paling semangat sekali. Apalagi ini atas hasil ikhtiar suaminya. Dia selalu tidak sabar menanyakan kabar kelanjutan prosesku dengan dia. Ahhh....begitu besar harapannya agar aku segera menikah....

-------------

Kemudian, di tanggal 26 Januari 2009, jam 6 pagi, sesaat sebelum aku berangkat dalam sebuah acara di mana aku menjadi panitia di dalamnya....om ku memberitakan kabar yang sudah dapat aku duga....

"Dessy...om mohon maaf. Mungkin ini sudah yang ketiga kalinya om berusaha mengenalkan Dessy. F (nama dia) sudah memberi jawaban kemarin saat selesai sholat Jumat. Namun om belum menemukan waktu yang pas bagaimana harus menyampaikannya...." sejenak dia berhenti berkata.

Mama dan tanteku terdiam.

"Silakan om...sampaikan aja. Dessy siap terima jawaban apapun itu." aku menguatkan hati.

"Mmm...begini....setelah dia lihat biodata Dessy...dia menjadi tidak siap. Dia tidak percaya diri bisa membimbing Dessy. Jadi dia mengatakan mundur dari proses ini." Dengan suara berat omku menyampaikan berita itu.

"Dan dari pembicaraan kemarin...dia menyadari dirinya tidak memiliki leadership yang kuat. Jadi dia khawatir tidak bisa membawa Dessy ke arah seperti yang dia inginkan...apalagi dengan membaca kegiatan Dessy selama ini dari data tsb" lanjut omku lagi.

Air mataku tak tertahan...perlahan menitik. Allahu akbar....Allah maha tau yang terbaik bagiku...kataku dalam hati. Aku memang tidak cukup baik untuk dirinya.

"Ngga papa om. Insya Allah ini yang terbaik....." aku tidak tau harus berkata apa-apa lagi.

Tanteku juga terlihat begitu kecewa. Beliau begitu berharap aku jadi menikah dengan dirinya.

Mamaku pun langsung memberi wewejangan agar aku jangan kecewa terus menerus, jangan menutup diri....karena Allah pasti akan beri. Namun waktunya yang belum tepat.

Orang-orang sekitarku selalu membesarkan hatiku....terutama mama, tante, adik, dan omku.

Kalau masalah hatiku sendiri?? Sedikit kecewa pasti ada....namun karena dari awal aku tidak berani berharap lebih....jadi perasaanku datar-datar saja. Kekecewaan itu terjadi bukan hanya sekali dua kali...namun telah berkali-kali. Aku seakan menjadi kebal.

Aku tau...Allah masih terus menguji kesabaranku dalam hal yang satu ini.
Aku tau...aku masih jauh dari kriteria baik...dan Allah mau aku menjadi wanita lebih baik lagi
Aku tau...banyak hal yang Allah anggap harus aku perbaiki sebelum aku bertemu dengan seseorang yang IA pilihkan....
Ya....DIA masih terus mendidik diriku  menjadi wanita solehah...sebelum aku benar-benar bertemu dengan pria soleh itu....

------

Jakarta, 26 Jan 09
Ketika kudengar jawaban itu....

------

Saat Allah menjawab doamu, Ia meminta imanmu
Saat Allah belum menjawab doamu ia meminta kesabaranmu
dan Saat Allah menjawab tapi bukan doamu, Ia memilihkan yang terbaik untukmu
Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang sabar ...
Amin



Background Music (Sad Piano) - Instrumental

107 comments:

  1. yah sabar say..toh this not the first time kan?paling ga ini sudah mendekati yg sebenarnya sebentaaarrrr lg insyaallah akan ditemukan-NYA dengan seseorg yg terbaik..amin ya rabb

    ReplyDelete
  2. amin...makasi li...
    kalo masih ngga jadi jugaa....udah bener2 mati rasa deh aku....

    ReplyDelete
  3. ...insyaAllah dia ada di sana hanya belum diungkapkan Allah SWT :)

    ReplyDelete
  4. Keep trying, des... There must be an eternal love for you out there....

    ReplyDelete
  5. semoga dikuatkan imannya, jodoh itu benar2 rahasia Allah...:D

    ReplyDelete
  6. orang sabar...uangnya nyebar.....kuburannya lebar....badannya ngga lebar :D

    ReplyDelete
  7. Allah akan memberikan yg terbaik untuk mu.....

    ReplyDelete
  8. waduh...ghaib terus....
    penampakan dong....plisss

    ReplyDelete
  9. makasi pak neilstha...
    betul...ada cinta lain di sana...
    masih nunggu nih...

    ReplyDelete
  10. pasti dong yud...ada gantinya...
    tapi kira2 gantinya apaan yaa?? *bego*

    ReplyDelete
  11. Belum waktunya Mbak..Insya Allah, niat baik pasti dimudahkan...Tetap ceria ya..dia nggak pantes buat Mbak. Namanya pendakwah , dia akan selalu membimbing siapa saja, bila memang dia NIAT! Ketika kita sudah berkomitmen, apapun akan dijalani....Mba tidak perlu sedih..kasian air matanya, keluar untuk hal-2 yang memang belum jelas seperti itu....

    ReplyDelete
  12. insya Allah...
    atau mungkin juga aku yang jadi jalan kebaikan buat orang lain? aminnn

    ReplyDelete
  13. Otak kita terlalu kecil untuk tahu rencana luar biasa yang Allah siapkan buat kita...

    ReplyDelete
  14. punk...tisue nih...
    jgn sedih dong...
    aku aja ngga sedih....

    ReplyDelete
  15. Om kebetulan lagi jd pedagang asongan. Tissuenya mbak, seribu dapat 3 , hehehe

    ReplyDelete
  16. CERIA....
    sori ya dharma...kalo aku terima tlp kamu suaraku tidak bersemangat...
    ngga ngerti deh belakangan ini lagi males ngapa2in....

    yups...utk apa air mata ini keluar utk hal remeh temeh begitu??

    ReplyDelete
  17. nuhun nenti...
    gimana kabar bogor? msh terus diguyur hujan??

    ReplyDelete
  18. Ngga papa Mbak....wajar hidup ya seperti ini.kadang semanagt kadang lemes.. yang penting harus tetap ingat bahwa Allah sayang banget ama kita. Jadi apapun itu..percaya mbak. Allah tahu yang terbaik..

    ReplyDelete
  19. yup...otak kita sangat terbatas...utk menangkap maksud Allah...
    gali terus hikmahnya ya....
    dirimu jd nikah tgl 29 febr thn ini??

    ReplyDelete
  20. Darma ngga perlu banyak bicara,,,mba pasti dah tahu..tapi memang di saat seperti ini kita butuh berbagi..jadi jangan disimpen sendiri yaaa...

    ReplyDelete
  21. ipunk mah maunya gratisssaaan aja...
    *sama dong*

    ReplyDelete
  22. Hehehehe, jadi. dateng yaaaa.. i lagi nyetak kalender 2009 yang ada taggl 29 Feb-nya... (usil mode on)

    ReplyDelete
  23. yahhhhhhhhhhhhhhh.....napa mundur??
    nunggu ahhhhhhhhhhhhh

    ReplyDelete
  24. iya...lagi fluktuatif banget grafiknya nehhh

    ReplyDelete
  25. InsyaAllah beginilah yang terbaik.... memang belum waktunya atau bukan orangnya :).

    ReplyDelete
  26. yo wes...cetak yg banyak...yg ada tgl 29 nya...
    ntar aku ke kalimantan dehh

    ReplyDelete
  27. Allah pasti memiliki rencana lain yang lebih baik..

    ReplyDelete
  28. Akan datang saatnya, mbak... (lia jadi sok dewasa niy)

    ReplyDelete
  29. @Leila niwanda : ya...dan bukan dia orang yg tepat...makasi yaa...

    ReplyDelete
  30. bener yaaa??om tunggu..baca bukunya "Honeymoon with My Brother deh Mbak..Seru bgt! Atau bukunya Shery Argov yang judulnya " Why Men Marry Bitches...bagus bgt. Yeah, western minded sih,,tapi banyak hal yang perlu kita tahu dari pikiran laki-laki tentang pernikahan...

    ReplyDelete
  31. mungkin mundurnya dia adalah jawaban Alloh yg terbaik buat dessy, Alloh pasti mengatur org lain yg lebih bisa membimbing Dessy, Kisah pribadi ya , salut juga mau berbagi dengan teman2 di sini.

    ReplyDelete
  32. terkadang apa yang pergi dari kita bukan berarti Allah menghilangkannya, tapi Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Insyaallah.. tetep semangat ya mba ..cia you !

    ReplyDelete
  33. Lia belum dewasa ya?? kok telat sih? he..he..he...

    ReplyDelete
  34. wah udah rekomen buku lagi nih...
    buku2 di rumah blm habis dibaca euy...
    oya...aku belum memenuhi janji ke dharma yaa....yg twilight...sabar yaaa

    ReplyDelete
  35. @kang Nash: Makasi ya...iya...itu curhat pribadi...moga bisa diambil pelajaran aja....

    ReplyDelete
  36. @ DINI : yup...lagi nunggu gantinya neh...*keep sabar*

    ReplyDelete
  37. Hehehe, santai aja eh jadi ketemuan nggak? Darma ke JKT sabtu ini ...:)

    ReplyDelete
  38. aku sabtu ke grand indonesia...acara bedah buku, sore
    yo wes...dirimu nyampe jam brp?? atau ketemuan di grand indonesia aja?? gimana??

    ReplyDelete
  39. @ Rex Hadi : kok sama ma ipunk?? kompakan nehhh

    ReplyDelete
  40. teh tenang aja koq...ga usah sedih...kalau dari usia spt saya jauh melampaui usia teteh neh....tp ya yakin suatu hari pasti dipertemukan..hhehehehe

    ReplyDelete
  41. @ Dyah : Insya Allah...suatu hari nanti...itu pasti...!!

    ReplyDelete
  42. tak usah sedihlah ni..dah kebalnya si dessy heheheheh

    ReplyDelete
  43. udah resisten....ngga mempan dengan apapun....kebal bangetttsssss pake sss

    ReplyDelete
  44. hahahhahah asal jgn mati rasa ya bu...sebenarnya udah ga ada kata2 buat satu hal ini...udah malek...

    ReplyDelete
  45. yup....aku udah nyaris mati rasa nih...
    ngga tau lagi...
    *fuihh*

    ReplyDelete
  46. wah....cerita yang sarat hikmah...:)
    Takdir Tuhan akan senantiasa indah, percayalah :)

    ReplyDelete
  47. matur nuwun mas suga....
    takdir Tuhan memang indah...mudah2an bisa baca hikmahnya nanti...

    ReplyDelete
  48. semua akan indah pada waktunya...
    dan yakin Allah SWT memberikan yang terbaik buat teh Dessy...

    ReplyDelete
  49. karena aku bawain kediriku sendiri li.. ya buat perenungan lah li.. muhasabah diri lagi.

    ReplyDelete
  50. sarana introspeksi diri....betul sekali unii

    ReplyDelete
  51. Sabar ya mbak...

    suatu hari...di saat yang tepat....pasti dia akan datang ^_^

    ReplyDelete
  52. mau nanya...
    kak Dessy emangnya sudah siap menerima orang yang seperti itu????
    sumpah.... saat ini aku sangat tidak siap kalau dihadapkan dengan orang seperti itu

    ReplyDelete
  53. seperti itu gimana medi?
    kalau dia secara kacamata agama baik...alasan apa utk menolaknya?

    ReplyDelete
  54. simedi ya gak maulah ama cowok yg celananya cungkring dia mah maunya kyk dirly wkwkwkwkw

    ReplyDelete
  55. Keep Spirit For Walimah .. Allahu Akbar !!! Ingat ... Allah itu menilai prosesnya bukan hasilnya ... Barakallah mbak Dessy

    ReplyDelete
  56. sumpehhh buat aq terkekeh2...dirly...kok yo ngono kakakkaka

    ReplyDelete
  57. Yakinlah , Alloh pasti memberikan yang terbaik buat kita

    ReplyDelete
  58. kalo agamanya terlalu baek gak sanggup aku kak...
    hehehe.....

    ReplyDelete
  59. ih.... gak sopan kali kakak ini....
    tak selera aku sama si dirly....
    aku mau kayak takuya kimura...
    hahahaha....
    eh, ko udah jd kontakku di mp ini kak???
    ku cek dulu ya...

    ReplyDelete
  60. ceritanya miiirriiipp bgt sama ceritaku 6 tahun lalu..
    kl emang ga siap, seharusnya ga usah berkoar2 bilang siap di depan pelantara.
    seharusnya yaaa... tp untunglah segera dibukakan jawabannya sama Allah SWT.

    u r not alone, sis.....
    *hugs*

    ReplyDelete
  61. yang sopan mah cuma sofyan mbak :D

    ReplyDelete
  62. sabar ya mba dess....yakin aja Allah swt pasti punya rencana yg indah buat mba dess....yg dtg kmren mungkin memang bukan yg terbaik......

    ReplyDelete
  63. Sabar mba.....Allah lebih tau yang terbaik buat kita.....

    Masih banyak hal besar lainnya yang bisa kita lakukan hingga saat itu tiba, iya ga...^_^

    ReplyDelete
  64. jangan gitu ah mba, aku juga dulu pernah takut "mati rasa"....tapi aku yakin rasa itu pasti masih ada kok walau secuil, nanti tinggal disiram aja biar tumbuh subur. ^_^

    ReplyDelete
  65. wah kenalinnya antar keluarga gitu sudah heboh2nya ya sang tante.. eh mundur juga..
    mungkin dessy terlalu "wah" dimata dia? jangan sedih lama2 deh des.. banyak cobaan banyak surganya.. ujian itu kalu lulus asik deh.. hidup emang penuh ujian.. sing sabar.. ga dicari2 pasti ketemu jodohnya.. diatur2 gitu malah ga jadian.. tuhan pasti punya jalan yang terbaik buat dessy.. jangan menyerah ya des.. masih banyak kog stoknya.. :D

    ReplyDelete
  66. cuek aja... ntar juga ada yang cocok... masak sih laki-2 segini banyak gak ada yang cocok....
    yang penting tetap semangat... jangan dipikir terlalu serius...

    o iya... lagunya diganti dong... jangan heart broken aja... kapan senengnya....

    ReplyDelete
  67. yang sabar dan tawakkal ya Des... teguhkan hatimu, dan yakinlah selalu bahwa Allah SWT selalu tahu apa yang terbaik untukmu dan kapan saat yang tepat untuk itu.. this is just another plan that we haven't known yet where it will leads to.. I pray for you, dear...

    ReplyDelete
  68. Sabar ya say.. InsyaALLAh dia akan datang.. Tetap yakin bahwa Jodoh di Tangah Allah..
    *peluk dessy*

    ReplyDelete
  69. Sabar ya Des, yang terbaik dah Allah siapkan untukmu, tinggal menunggu waktu terbaik tuk dipertemukan ..
    *air matanya di hapus ya* mawarnya biarkan mekar kembali* :)

    ReplyDelete
  70. thanks for all....keep spirit pastinya....*terharuu*

    ReplyDelete
  71. sabar...sabar..
    tetap ikhtiar, tawakal dan berdoa....memohon pada Allah SWT diberikan petunjuk-Nya..

    Sementara persiapan mental belum tentu diartikan siap untuk kearah sana...

    ReplyDelete
  72. It's oke lah ... Hidup di dunia kan cuma sementara .... Keep on Praying and Usaha ....

    ReplyDelete
  73. pa kabar pak didit??
    thanks motivasinya.....

    ReplyDelete
  74. Endingnya sih sdh kebaca dr poin yg diminta tuh..des......but stay cool..

    ReplyDelete
  75. dari poin yang diminta? maksudnya?
    tapi dari penyampaian om saya....dia itu intinya ngga PD kalau mendampingi saya...begitu....

    ReplyDelete
  76. sabarya mba..inyaAllah, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik untuk dunia dan akhirat mba, amin

    ReplyDelete
  77. ya 4 point itu.....knp lagi musti pake gitu2 kalo sdh redy to see yu...
    Kali gk PDnya krn "D" dr Dessy duluan ada daripada "F" dalam abjad.......hhhh

    ReplyDelete
  78. hiks... jaranng OL di MP jd baru nengok niy ...

    sabar ya say ... jangan sedih terus en jangan jadi pendiem :D

    pantesan ... akhir2 ini jd sibuk di mana - mana ... menghilangkan sedih toh ...

    kalo masalah di tolak ane juga udah kebal say ... tp Alhamdulillah nanti ada jawabannya ..

    peluk dessy ...

    ReplyDelete
  79. makasi egi....
    masa sih aku jadi pendiem? bukannya dari dulu juga udah begitu??

    ReplyDelete
  80. Kuatkan diri Dessy yaaa , banyak hal yang membuat jalinan bersatu , semoga Dessy dapat menerima keadaan ini , jangan sedih berkelanjutan yaaaaa masih banyak jalan yang terbentang di depan menuju jalinan yang abadi sampai kita di absen oleh pencipta kita

    ReplyDelete
  81. mmmm keep charming...biar kecewa gak usah di lihatin deh...:) tetep keep spirit ya...

    ReplyDelete
  82. thanks yoko....keep charming...and keep spirit burning!!

    ReplyDelete