Thursday, March 19, 2009

Jagalah Telinga


Kira-kira dua minggu yang lalu aku mengalami sakit telinga. Ntah kenapa...tiba-tiba telinga kananku menjadi seperti tersumbat. Padahal tidak ada benda-benda asing yang masuk ke dalam telinga. Keluhan itu aku rasakan setelah mandi dan keramas. Selama 1 minggu lebih aku biarkan keadaan itu. Pertama-tama sih aku minta bantuin adik untuk mengintip ke dalam telinga pake senter...kalau-kalau ada sesuatu yang ganjil. Ternyata ngga ada. Tapi dari hari ke hari keseimbangan telingaku makin tidak karuan, selain suaraku yang terasa terpendam di dalam, suara denging yang tidak enak di telinga, dan duniaku terasa sepi...karena telinga kananku tersumbat.

Akhirnya...karena tidak tah
an...aku mendatangi dokter THT di RSPP....

Fuiih....alhamdulillah ngga ada infeksi telinga atau penyakit lainnya....hanya saja ada "deposito" (memakai istilah yg dipakai dokter THT ku) dalam lubang telinga. Selanjutnya diambillah tindakan untuk itu.

- Pertama telingaku disemprot ama cairan...wah ngga tau deh tuh cairan apaan...terus kepala dimiringin...biar cairan tersebut ngga tumpah.
- Selanjutnya setelah dua menit...baru deh dengan memakai alat....kupingk
u di vacuum cleaner....hasilnya...si deposito keluar dengan sukses...!! Gilaaa.....kotoran yang mengendap dalam lubang telinga yang bentuknya sudah mengeras dan membatu, akhirnya ketarik keluar juga....senengnyaaa......tuh kotoran udah mengendap puluhan tahun yaa....masya Allah...

Alat tersebut dimasukin ke dalam lubang telinga...trus si alat juga mengeluarkan suara...kayak bor di dokter gigi gitu dehh....ngga sakit sih...cuman aku sempat terkaget...pokoknya selama dilakukan tindakan tersebut...ngga boleh gerak-gerak. Setelah tin
dakan dengan alat tersebut selesai....aku merasakan kepalaku pusing.....berasa goyang semua...
Ternyata itu pengaruh dari alat pengatur keseimbangan yang terdapat di alat tadi...

Duh gara-gara membuang si kotoran dalam telinga...aku harus mengeluarkan kocek 220rb. Ternyata dengan memakai cotton bud tidak efektif untuk membersihkan telinga...karena cotton bud justru mendorong kotoran makin ke dalam....begitu kata dokterku. Nah untuk menjaga kesehata
n telinga...sebaiknya kontrol tiap 3-6 bulan sekali.

Berikut aku kutip artikel kesehatan tentang telinga...semoga bermanfaat.....


--------------------
sumber : http://andonesy.staff.uns.ac.id/2008/11/20/serba-serbi-merawat-telinga/

Jangan anggap enteng perawatan telinga. Salah-salah malah mendatangkan masalah.

Karena tak tahu, kita sering membersihkan telinga anak secara asal-asalan. Padahal, seperti dijelaskan Prof. Dr. Noerbaiti dari bagian THT, RS Pondok Indah Jakarta, telinga mempunyai bagian-bagian yang harus diperlakukan sangat hati-hati.
Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga sampai selaput gendang. Telinga tengah terdiri atas selaput gendang sampai batas otak, dan telinga dalam terdiri atas alat pendengaran dan alat keseimbangan. Di telinga bagian luar inilah berkumpul kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Kotoran kuping seperti daki yang kerap muncul di daerah ini sebetulnya minyak yang dihasilkan kelenjar tersebut. Fungsinya menghalau binatang, seperti serangga yang mencoba masuk ke dalam telinga.
Kotoran kuping akan keluar dengan sendirinya berkat dorongan mekanisme otot pipi saat anak mengunyah makanan. Muara dari kotoran itu adalah daun telinga, sehingga kita tak perlu mengambil risiko dengan mengorek-ngorek telinga anak sampai ke bagian tengah dan dalam. “Cukup di bagian yang kelihatan oleh mata saja,” tandas Noerbaiti.

PENYAKIT TELINGA
Salah satu kebiasaan salah yang sering kita lakukan adalah mengorek bagian dalam telinga dengan cotton buds atau “logam” yang ujungnya cekung seperti sendok. Menurut Noerbaiti, “Liang telinga bagian dalam hanya boleh dibersihkan dengan alat khusus yang bisa memutar dan dilakukan oleh ahli. Pemakaian cotton buds justru mendorong kotoran kuping masuk makin ke dalam lagi.”

Kotoran, lanjutnya, justru terperangkap dalam cekungan telinga yang bentuk liangnya seperti huruf S. Akibatnya, kotoran tak bisa keluar sendiri dan setelah mengendap di dalam liang telinga akan mengeras dan membatu.

Di sisi lain, kita juga mengenal penyakit telinga dengan sebutan congek. Gejalanya, dari telinga, persisnya dari selaput gendang yang berlubang, keluar cairan. “Lubang itu bisa disebabkan apa saja. Biasanya karena berbagai komplikasi dari hidung dan tenggorok.”
Di antara telinga, hidung, dan tenggorok, urai Noerbaiti, terdapat saluran yang menghubungkan ketiganya. Saluran yang menghubungkan hidung dengan telinga berfungsi menjaga tekanan udara pada telinga bagian tengah agar sama dengan telinga bagian luar. Saat anak terserang flu atau pilek, saluran yang menghubungkan telinga dan hidung bisa saja tersumbat cairan ingus sehingga menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, sumbatan menyebabkan timbulnya perbedaan tekanan udara di telinga bagian tengah dan bagian luar.
Laiknya sebuah sumur, perbedaan tekanan ini akan membentuk ruang hampa yang dapat “memompa” cairan ingus keluar melalui telinga. “Inilah yang disebut congek. Mula-mula yang keluar hanya cairan bening saja, tapi lama-lama mengental, bernanah, dan berbau.” Selanjutnya, akibat perbedaan tekanan, congek dapat menyebabkan jebolnya selaput gendang dan mengakibatkan 2 risiko infeksi, yaitu dari luar dan dalam.
Yang dari dalam, contohnya terjadi saat anak menderita flu/pilek. Cairan ingus dari hidung masuk ke saluran yang berhubungan dengan telinga, sehingga menyebabkan infeksi telinga tengah. “Jika dibiarkan, akan menjalar sampai ke selaput otak dan bisa menyebabkan kematian.” Oleh karena itu, waspadai bila flu/pilek datang karena bisa menyebabkan komplikasi yang lebih jauh ke telinga bahkan sampai ke otak. Flu/pilek hanya boleh diobati sendiri selama 3 hari. Lebih dari itu bila belum juga membaik, segera bawa anak ke dokter karena dikhawatirkan rentetan efek yang disebabkan penyakit ini bisa sangat panjang.
BENDA ASING
Jika telinga kemasukan benda asing, tak ada pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah. “Penanganan yang salah justru akan membawa akibat yang lebih buruk lagi. Jangan mencoba mengeluarkan benda tadi dengan cara dikorek-korek. Segera bawa ke dokter THT.” Berikut benda-benda asing yang biasa masuk ke telinga:
* Air
Saat mandi atau berenang, tak jarang air masuk ke telinga anak. Selama telinganya bersih, air otomatis akan keluar sendiri. Namun kalau di dalamnya terdapat kotoran kuping, air akan membuatnya mengembang sehingga tidak bisa keluar. Segera ke dokter THT untuk membersihkan kotoran kuping yang ada.
* Semut
Bila telinga sampai kemasukan semut, berarti ada yang salah dengan bagian dalam telinga. Pada prinsipnya, telinga punya mekanisme sendiri yang dapat menghambat binatang seperti semut untuk tidak masuk ke dalam.
* Cotton Buds
Cotton buds tidak dianjurkan secara medis untuk mengorek-ngorek telinga, walau masih saja ada yang menggunakannya. Selain kapas bisa tertinggal di dalam telinga, bahaya lainnya adalah dapat menusuk selaput gendang bila tidak hati-hati menggunakannya. Ada contoh kasus, seorang ibu membersihkan telinga bayinya yang baru berumur 7 hari dengan cotton buds. Alih-alih menjadi bersih, telinga si bayi malah berdarah.
Pada orang dewasa, panjang liang ini 3 cm, sedang pada bayi hanya 1,5 cm. Oleh karena itu, berhati-hatilah. Jika kapasnya tertinggal di dalam telinga, segera bawa anak Anda ke dokter THT dan jangan mengorek-ngorek sendiri untuk mengeluarkan kapas tersebut.
* Benda-benda kecil
Anak-anak kecil sering tidak sengaja memasukkan sesuatu ke dalam telinganya. Misalnya, manik-manik mainan. Jika terjadi, segera bawa ke dokter THT. Jangan coba-coba mengeluarkannya sendiri, karena bisa menimbulkan masalah baru. Di ruang praktek, dokter mempunyai alat khusus untuk mengeluarkan benda tersebut.
Cara Menjaga Kesehatan Telinga

Inilah poin-poin yang menurut Noerbaiti penting untuk diperhatikan dalam menjaga kesehatan telinga.
1. Jangan mengorek-ngorek telinga. Baik dengan cotton buds maupun benda lain.

2. Biasakan anak mengunyah makanan dengan benar karena mengunyah adalah mekanisme alamiah tubuh untuk mengeluarkan kotoran dari dalam telinga.

3. Pada bayi, mekanisme ini pun telah dilakukan, yaitu ketika bayi mengisap puting susu atau dot.

4. Bila telinga terasa berkurang pendengarannya, segera ke dokter THT untuk dibersihkan.

5. Telinga mempunyai mekanisme sendiri untuk menghambat dan mengeluarkan benda asing yang masuk. Bila hal ini tidak terjadi, berarti ada sesuatu yang salah dengan telinga. Segera konsultasikan ke dokter THT untuk dicari penyebabnya.

6. Jauhkan cotton buds dari jangkauan anak-anak. Mereka belum tahu bahayanya. Selain kapas bisa tertinggal di dalam telinga, bila tidak hati-hatimenggunakannya, bukan tak mungkin menusuk dan merobek selaput gendang.



oleh:

Marfuah Panji Astuti

44 comments:

  1. Terima kasih sudah berbagi telinganya.... Hehehe

    ReplyDelete
  2. jgn berbagi telinga dong pak...ntar telinga saya tinggal satu dehhh

    ReplyDelete
  3. alhamdulillah telingaa ane baik2 aja..Terima kasih Ya Rabb..

    ReplyDelete
  4. Seminggu yg lalu aku mengalami hal yg serupa....
    Makasih sudah menambahkan infonya....

    ReplyDelete
  5. syukurlah mba....mudah2an ngga ada kelainan apa2...sekali2 cek ke THT deh...utk pastikan kesehatan

    ReplyDelete
  6. wah..tips yang sangat berharga.
    Telinga adalah salah satu indera utk memperoleh informasi.
    bahaya juga...kl salah dengar atau kurang pendengaran...
    jadi bias infonya..:)

    ReplyDelete
  7. Saya termasuk orang yang suka banget ngorek kuping. Padahal itu juga gak bagus.
    HIks.. jadi takut euy!
    Makasih infonya yah, sayang...

    ReplyDelete
  8. alhamdulillah dah gapapa ya mbak.....

    dulu waktu ke dokter THT dies cuma dikorek pake alatnya yang mirip bor itu mbak....
    tapi ga da dikasih cairan dulu....

    ReplyDelete
  9. makasih Dess..insyaAlloh aku usahakan
    jaga hati n telinga

    ReplyDelete
  10. Kalau aku udah infeksi ringan des, katanya si dokter di sebabkan flu yang terlalu lama, tapi Alhamdulillah sekarang dah sembuh

    ReplyDelete
  11. @ Suga --> salah denger bisa salah arti dan maksud...berabe dehh

    ReplyDelete
  12. lho. trus harus ke tht kalo mau bersihin kuping? jah keburu congean dong, lagian kan mahal juga...
    tapi ngeri juga kalo kena ya...

    ReplyDelete
  13. @ bunda elly--> ngorek kuping emang enak mba...tapi ngga baik kata dokter...justru pake cotton buds malah ngedorong kotoran ke dalam...

    ReplyDelete
  14. @ Adiez---> iya...fungsinya utk menarik kotoran yg ada di dalam telinga...

    ReplyDelete
  15. @ Seno : yups..

    jagalah telinga...jgn kau korek2
    jagalah telinga...jgn jadi congek...

    ReplyDelete
  16. @ Nafrisal ---> wah iya tuh mba...flu yg kelamaan...bisa berpengaruh ke telinga juga...krn ada saluran penghubung dari hidung ke telinga...trus kalo udah kelamaan cairan itu bisa ngendap di telinga...lama2 bisa jadi congek katanya...

    ReplyDelete
  17. @ Ruud ---> sebaiknya emang ke dokter THT...supaya dapat dicek juga kesehatan telinganya...
    telinga kan salah satu panca indra juga...jgn sayang duit kalo mau sehat

    ReplyDelete
  18. Saya memiliki bakat SERUMENTASI juga dalam telinga dan harus rajin membersihkan ke klinik THT. Serumentasi menurut dokter THT adalah semacam UPIL tapi didalam telinga, dan tidak semua orang memiliki bakat ini. Sama dengan kapasitas keringat juga. Memang kita dilarang menggunakan Cotton Bud atau OBENG TELINGA karena akan memampatkan serumen itu menjadi lebih padat dan susah diambil. Menguap, adalah makhluk Allah yang diciptakan untuk kita juga dapat melepaskan serumen itu. Bersin dan bersendawa ternyata juag dapat membantu menekan serumen itu ke atas..

    ReplyDelete
  19. tfs ya say.. Alhamdulillah telinggamu dah sembuh kembali

    ReplyDelete
  20. alhamdulillah sudah sembuh tah teh...

    ReplyDelete
  21. @ bimo ---> makasih bim...atas sharingnya...aku baru denger tuh serumentasi...itu ke klinik THT nya tiap kapan??

    ReplyDelete
  22. @ Ryanthie ---> alhamd udah sehat uni...udah ngga budeg sebelahhh

    ReplyDelete
  23. @Muse : iya nih...gara2 kebanyakan nguping sana sini...jd budeg dehh

    ReplyDelete
  24. @Goes : alhamdulillah...udah hingar bingar lagi telingakuu....

    ReplyDelete
  25. :)
    kalo anak saya masalah dgn hidung neh. kemasukan kacang

    ReplyDelete
  26. terus...udah numbuh kacangnya?? he...hhe...

    ReplyDelete
  27. @zsskinwalker : ntar konsultasi lagi yaa....

    ReplyDelete
  28. katanya ada cotton bud model baru..kayak spiral yang lebih efektif...bener nggak ya?

    ReplyDelete
  29. sudah tahu.. secara ku emang kurang dengar dan kontrol ke dokter 2 kali setahun.. cotton bud tidak efektif.. hati2 ya des..

    ReplyDelete
  30. tetap ke dokter kalu mo bersihin sih.. mo bentuk apa[un tak efektif tuh..

    ReplyDelete
  31. Well , ini berarti Dessy sering berada di lingkungan udara kotor

    ReplyDelete
  32. betul banget....pake cotton bud ngga efektif...kalo mo bersih lubang telinganya...sebaiknya emang ke dokter THT....

    ReplyDelete
  33. Atoo catton bud nya di tetesin minyak telon , biasanya kotoran dari telinga keluar

    ReplyDelete
  34. sekarang telingaku 22nya gi sakit :(( gara2 jerawat tumbuh ditempat yang ga seharusnya. masa tumbuh di depan lobang telinga. hiks... hiks..

    ReplyDelete
  35. dipencet gimana, megang daun telinga aja dah meringis. mpe bikin demam neeh.

    ReplyDelete
  36. berarti harus tunggu sampe mateng banget tuh jerawat...biar dia pecah sendiri...

    ReplyDelete