Hari yang telah kami sepakati berdua...setelah saling kenal nyaris selama dua bulan via orang tua, saudara, telepon
Jumat siang jelang sore pesawat yang ditumpanginya alhamdulillah landing dengan mulus dan mengantarkan pangeranku tiba di airport tepat pukul 3 sore. Dia yang belum pernah aku temui secara langsung, sore itu dijemput oleh adik iparku. Atas dasar untuk kebaikan bersama, aku sama sekali tidak diijinkan untuk menjemput dirinya. Aku diharuskan menunggu di salah satu rumah tanteku di bilangan Cibubur. Makin deg-degan saja jantungku. Tak sabar ingin menatapnya langsung dengan kedua bola mataku. Seperti apakah reaksinya manakala kami bertatapan langsung?? Ahh...tak bisa kubayangkan....
Hingga malam tiba...adik iparku yang menjemput dirinya tak jua menampakkan wujudnya hingga pukul 20.00 malam. Padahal di rumah tanteku, telah berkumpul om, pakde, uwa, dan tanteku yang dari Pamulang. Aku sendiri baru tiba di sana lepas maghrib. Aku tidak menduga setengah keluargaku telah berkumpul di sana. Apalagi om ku....mungkin telah ijin pulang cepat sore itu agar tidak terjebak kemacetan Jakarta yang lumayan parah bila Jumat tiba. Hatiku kian H2C aja...alias harap-harap cemas....
Apa hendak dikata....kemacetan yang luar biasa telah menyambut kedatangannya dari bumi Serambi Mekkah dan menjebak dirinya dalam kemacetan berjam-jam di tengah kota.
Sementara itu...tak dinyana...tanteku telah mempersiapkan segala sesuatu untuk kedatangannya. Hidangan nasi berikut sayur mayur dan lauk pauk, termasuk salad buah favoritku telah terhidang dengan cantik di meja makan. Duh..aku tidak mengira akan seperti ini persiapan yang disiapkan oleh tante cantikku ini. Selalu perfect dalam menyambut tamu. Luar biasaaaa.....two thumbs up for her...!! Tidak hanya itu...aku pun diperintahkan untuk berganti kostum dengan kostumnya yang jauh lebih bagus dibanding yang aku kenakan malam itu. Jadilah aku disulap bak putri Cinderella yang akan menemui sang pangeran hati....
--------
Tepat pukul 20.30 mobil yang membawa pangeranku tiba di depan pagar. Suara mobil itu membuat detak jantungku kian bertambah kecepatannya. Jantungku serasa mau melompat keluar dari tempatnya. Dia datang bertiga termasuk dengan adik kandungku yang ikut dijemput sepulang kantor. Kehebohan menyergap tante-tanteku yang memang suka heboh dari sononya.
"Des...des...punya potonya ngga??? biar diakurin dulu....takut salah orang..." teriak tanteku yang dari Pamulang.
"Ada nih tante....tapi pasfoto doang..." jawabku sambil menyerahkan dompet pink mungil milikku.
"By the way...Dessy emang sama sekali belum pernah ketemu???" sekali lagi mereka menegaskan pertanyaan yang berulang-ulang dari sebelumnya.
"Demi Allah...belum tante..." aku memberi penegasan kembali.
Ting tong......bel pintu berdentang sebanyak 2 kali. Semua saudara-saudaraku langsung berhamburan ke pintu depan. Rasa penasaran menyelimuti diri mereka semua. Apalagi aku yaa....fuiihhh. Aku berusaha menenangkan diriku dan menarik nafas dalam-dalam. Ya Rabbi...kuatkan hati ini, doaku dalam hati.
"Assalammualaikum....." terdengar suara di balik pintu depan.
Deg...deg...deg....aku tak sanggup menahan rasa dalam dada. Ingin aku bersembunyi, tak ingin menampakkan wujudku di hadapannya. Persis seperti kura-kura yang menyembunyikan kepalanya di balik tempurung.
---
"Alaikumsalam....ups...sebentar...jangan masuk dulu....kita cocokin dulu wajahnya...bener ngga ama yang difoto..." si tante masih bersikukuh mengakurkan foto yang dia pegang dengan wujud asli yang sedang berdiri tegak di depan pintu.
Dompetku yang berisi pasfotonya langsung ditempelkan persis di sebelah wajah pangeranku. Mereka perhatikan secara detail...apakah terjadi perbedaan antara foto dan kenyataan.
"Eh...bener dess....sama ama yang di foto...nah sekarang baru boleh masuk..." si tante berteriak tak menentu, menyambut kehadirannya malam itu.
"Sekarang boleh masuk...mangga...mangga...." uwaku mempersilahkan masuk.
Aku masih berdiri di balik pintu....belum memperlihatkan fisikku ke hadapannya. Pelan-pelan aku melangkahkan kakiku menuju pintu. Sim salabim......Ku sambut dirinya dengan sebuah senyuman...Senyuman pula yang pertama kulihat dari wajahnya malam itu. Terlihat kelelahan dari sorot matanya setelah perjalanan panjang hingga tiba di Cibubur sedari sore tadi. Kedua tangan kami bersedekap di dada...salaman ala sunda. Kutemui juga dirinya di dunia nyata...setelah menanti selama hampir 2 bulan.
----
Akhirnya pangeranku didudukkan di salah satu "kursi panas", begitu kami berdua menyebutnya, julukan untuk si kursi yang penuh cerita dan kenangan bagi aku dan dia. Dengan tenang kuperhatikan langkahnya menuju kursi itu. Aku kagum dengan ketenangan dan kepercayaan dirinya malam itu. Really really a man. Apalagi kami semua baru kali itu bertatap wajah secara langsung. Belum pernah berinteraksi di dunia nyata.
Suasana formil mewarnai obrolan malam itu. Aku duduk di seberangnya. Aku pasrahkan pada dia, my dream man, agar menjelaskan semua proses perkenalan kami dari awal hingga akhir sampai mengapa kami berani memutuskan untuk menikah dalam waktu relatif singkat, kurang dari 2 bulan. Jawabanku dan jawabannya klop dengan yang sebelumnya aku ceritakan pada seluruh keluarga besarku. Tiada yang kami tutup-tutupi dari proses ini. Semua berjalan dan mengalir dengan indahnya....tanpa ada paksaan dari manapun. Semua keputusan juga bukan diambil tanpa pemikiran dan pertimbangan matang-matang, apalagi tergesa-gesa. Namun karena memang inilah saat yang tepat itu, dan jalannya telah Allah permudah...insya Allah kami siap melangkah.
Dia juga menjelaskan latar belakang keluarga, pekerjaan, hingga visi dan misinya dalam menikah. Semua dia ceritakan dengan gamblang di hadapan para saksi mata yang hadir hari itu. Juga ketegasan bahwa dia akan menikahi diriku, terlepas dari semua persiapan yang telah direncanakan untuk pernikahan kami.
Subhanallah...aku takjub dengan semua ketenangan dan keberanian dirinya menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari keluarga besarku. Ibu ku sendiri belum pernah bertemu langsung dengannya. Tapi dia telah berhasil melewati sebuah episode pembuka menuju pernikahan kami di pekan depan. Dengan jantan dan tutur kata yang teratur....aku rasa dia telah berhasil menarik simpati dan meyakinkan keluarga besarku, bahwa aku akan berada di tangan seseorang yang tepat. Aku pun meyakinkan mereka kembali, bahwa keputusanku untuk menikah dengannya insya Allah sudah bulat dan semakin yakin bahwa dia adalah seseorang yang Allah kirim untuk menjadi imam dan ayah bagi anak-anakku kelak. Insya Allah....
Berulang aku perhatikan semua gerak geriknya juga susunan kata yang terlontar dari bibirnya. Dia adalah pria dewasa dan matang, yang telah siap menjadi nakhoda dalam biduk rumah tangga kami kelak. Aku semakin yakin dengan dirinya. Jauh sebelum kami bertemu bahkan setelah bertemu kini. Ketenangan luar biasa yang aku sukai dari dirinya. Dia lah yang terbaik untuk diriku kini dan nanti.
Malam itu kami menikmati makan malam bersama sambil mengobrol satu sama lain. Kadang-kadang aku merasa geli sendiri. Orang yang selama ini hanya aku dengar suaranya saban malam....kini wujudnya hadir di hadapanku. Lengkap dan utuh.
"Kumaha neng....ngga jadi nyumputnya?? (sembunyi,red)" dia mulai menggoda.
"Aku ngerasa...kita udah kenal lama banget des..." dia mengungkapkan isi hatinya.
"Mungkin karena seringnya kita ngobrol via telepon yaa..." ungkapnya lagi.
"Hmm...iya..kita kayak udah sahabatan lamaaaa banget..." aku menjawab kata-katanya sambil tertunduk malu.
Dengan iseng aku memencet salah satu tombol dari HPku. Terdengar dering telepon dari HPnya.
"Ya ampuunn....masih belum percaya juga??" dengan tertawa dia melihat ke layar HPnya.
"Kali aja adikku salah jemput orang...he...he...he..." sedikit ngeles aku jawab.
"Ya ngga mungkinlah....masa udah salah orang...mau aja dibawa-bawa sampe ke Cibubur gini....apa perlu akang liatin KTP juga???" keceriwisannya mulai keluar lagi.
Ha.....ha...ha....ha....
Ya Allah...aku bahagia sekali malam itu...pangeran yang aku nanti-nanti telah menepati janjinya...menemui diriku, berkenalan langsung, dan lusa akan melamar secara resmi diriku ke orang tuaku. Tiada kata yang bisa aku ungkapkan selain mengucap kata SYUKUR...bahwa semua berjalan dengan baik. Dia sesuai dengan apa yang kuharapkan, apa adanya, satu paket dengan semua kelebihan dan kekurangannya.
Rencana Allah memang sangat indah. IA memberi pada saat yang tepat, walau dengan jalan yang tidak pernah aku duga sama sekali. Perkenalan singkat...semoga tetap kekal hingga ke akhirat.
Jumat, 15 Mei 2009
Jelang 6 hari menuju pernikahan suci
Akang...Aku makin cinta....
ReplyDeleteClick here to get more
Get Glitter Hearts
Akang juga makin cinta sama Neng .. ^_^
ReplyDeletewuuuuuuuuuush
ReplyDelete*melayang dah ^^
Semoga senantiasa lancar ya rencananya :).
ReplyDeleteSemoga senantiasa lancar ya rencananya :).
ReplyDeletesemoga keindahannya berlanjut terus ya mbak :)
ReplyDeleteamin....
wahhh seruuuuu..terharu..semoga sampai akhir des..amin ya rabb...
ReplyDeleteihh...salah orang deh...kok jawabannya diwakilin sih???
ReplyDeleteudah pasang sayapnya punk?? awas jatooohhh
ReplyDeleteamin ya Allah...
ReplyDeleteamin ya Rob...moga bang djul juga begitu...
ReplyDeleteternyata rencana Allah memang sangat indah...LUAR BIASAAA
amin uli...moga uli juga segera menemui sang pangeran hati..amin...
ReplyDeleteminta doanya selalu...
Visi misi suaminya menikah apa mbak des?? Kok ndak dijelasin hihihi ^^v
ReplyDeletentar muse nyontek lagi...ngga ahhh...itu hanya utk konsumsi kami berdua...
ReplyDeleteaiih... jadi ikut degdegan, lia ikut senang maksudnya mbak :)
ReplyDeleteEhm2, jd ga penasaran lg.. ditunggu episode hari-H nya ya Des.. :)
ReplyDeletesubhanallah...ikut merasakan yaa....moga lia kelak juga lebih bahagia...
ReplyDeletesip...cerita masih berlanjut di episode lamaran yaaa
ReplyDeletewew...Subhanallah....
ReplyDeletemana potonya mbak?? wie kan loom liat....
waduh...masih penasaran ma wajahnya ya?? sabar ya...
ReplyDeletedimuat di episode berikutnya...just wait
Selamadh ya
ReplyDeletethank u rief...
ReplyDeleteseepppp.....seeepppp.....selamat ya neng......ditunggu hari besarnya ya...hehehehhe
ReplyDeletehari besarnya wes mas...tgl 21 mei kmrn.....tapi liputannya blm di upload
ReplyDeletehahahaha..... lucu....lucu....
ReplyDeletematep kak....
amin hihihikhikhik
ReplyDeletelucu di mananya medi?? btw...udah pake kerudung ya....barakallah yaa
ReplyDeleteFinally find some one niy judulnya :)
ReplyDeleteSemoga selalu bahagian ya say :)
mang klop banget dah :)
yes...finally I found him...btw..klop dimana nya gi?? duh sayang yaa...egi ngga datang pas lamaran...seruuuu
ReplyDeletentu.... tante2 yang heboh... hihihi....
ReplyDeletemirip kayak keluargaku....
walah,...keluarga kita ngga jauh beda yaa....
ReplyDeleteHmmmm... begini rangkaian ceritanya. Endingnya belum, ya?
ReplyDeleteSaya terima nikahnya Neng... dengan maskawin seperangkat alat "silat" dibayar tunai. Hae.. he...he...he...he...he...
Wah, sungguh 'rejeki' datang tiada pernah bisa diduga.
ReplyDeleteBegitu juga dengan jodoh
:)
ending ceritanya belum dong...masih berlanjut di episode lamaran dan akad nikah...
ReplyDeletesegera tayang...
betul mas suga...rejeki, jodoh, rahasia Allah...tidak bisa ditebak
ReplyDeletewuihh.. deg2an bacanya, serasa jadi dessy aja hehhehe.. Barakallahu ya sista.....
ReplyDeleteditunggggu postingan foto2nya... penasaraaaaaaaaaaaaan nihhh
ReplyDeletesuit - suit.. lagi ada yg jatuh cinta hehehhe... selamat ya mbak dessy, maaf ga bisa dateng...
ReplyDelete@ unique : waduh...berasa ikut jadi tokoh dessy yaa....
ReplyDeletentar poto2 liputannya menyusul yaa...msh di fotografer...
COMING SOON on layar multiply....
pol in lop teyuuss....indahnya...
ReplyDeletekok ngga datang mba??kejauhan kah??
ditunggggu postingan foto2nya... penasaraaaaaaaaaaaaan nihhh
ReplyDeleteSelamat des
ReplyDeleteSelamat des
ReplyDeletewah selamat ya mbak dessy..
ReplyDeletetinggal poto nikahnya...?
ReplyDeleteemm akangnya ga datang sama keluarga?
oh ya minta maaf kemarin ga datang karena di memang ada halangan yang tak bisa elak kan..maaf yang penting bahagiakan sekarang?
ReplyDeletebarokallahu fiik
ReplyDelete@ nafrisal raihan & zukruf : syukron yaa....
ReplyDelete@ siasetia : yups...ntar dibagi poto2nya di sini...di layar MP. Si akang dari banda aceh sendiri...keluarganya kan emang tinggal di bandung....
@ rahmajanti : waiiyaki....sukron ukht....
selamat yaaaa dess....wahh....rencananya duluan aku, tapi menikahnya duluan dessy. subhanallah..alhamdulillah.....semoga menjadi keluarga samara...
ReplyDeletehi...hi..hi....kesalip dong yah....
ReplyDeletemoga ade juga menjadi keluarga samara
Congrats, yah ... Turut berbahagia ...
ReplyDeletehebat tha ampe merinding bacanya...;((
ReplyDeleteSelamat teh dessy!!!
ReplyDelete@ pak didiet : hatur nuhun...juga utk doa2nya...
ReplyDelete@ metha blackgirls : subhanallah...itulah rencana Allah....
@ gapaiimpian : makaciii.....
mengharukan...kapan yah?
ReplyDeletebarakallahu ya mbak...:)
kapan apanya ya?? menyusul?? SEGERA...didoakan....
ReplyDeletemakasi yaa....
aih... proses yang unik dan indah.
ReplyDeletemantap :)
selamat....
ReplyDeletei am happy for u mbak.....
:)
Hehehehehehehehe oooo begitu jalan ceritanya waktu bertemu , Deesss kok ngak di jemput ma kereta kencana hehehehehehehehe
ReplyDeletelanjut dsini, dess..
ReplyDeletesalah satu yg ikut mmbuat debar debar munkin adalah keahlianmu dlm menggambarkan secara detil peristiwanya. jd seolah olah ikut ngalamin sndiri. paling tidak, jd kebayang jelas gtuu.
g mustahil, tulisan2 gini ntiny bs jd diterbitkeun :D
dah puny modal kan,, eh, pangsa pasar yg potensial kan... hehe
@ dayan : unik dan memang sangat unik kalo lebih detail lagi...
ReplyDelete@ Ayumi : I'm happy for you too
@ mrdjm : tadinya mo pake kereta kuda...tapi takut kelamaan...kan udah ngga sabaaarrr
@ zoofan : amin...mudah2an bisa dibikin jadi satu buku...pak sholah salah satu pembeli dan pembacanya yaa....semoga mimpi saya menulis buku jg bisa terwujud...amin ya Robb
wwuuiiihhh mba dess.... critanya dibikin novel ajaaahhh... pasti laku keraass...
ReplyDeleteturut berbahagia... maaf wkt itu ga datang... barakallah deh....
cumi....msh sibuk ujian ya?? 3 diva n muse tdk datang di hari bahagiakuu...aku KECEWAAA
ReplyDeleteinsya Allah ntar mau dibukuin aahhh...siap2 jadi pembacanya yaa...ok???
kaya di AAC ya.....
ReplyDeleteuhhh Pahri sm Aisyah....
ini judulnya AADR...Ayat-ayat Dessy-Reza...story of love between Dessy-Reza
ReplyDeleteooouuwwww.....tersentuh......
ReplyDeletetp aq tak datang,,,,,tp do'ana pasti sampe kok mba....
kapan mo di kenalin ke publik???aq tgg kabarna...
kemaren katanya mo ke bdg...bareng ma egi...kok ngga jadi??
ReplyDeletekan udah dikenalin ke publik....ngga ditutup2in lagi...
mksdna ke seantero mpers...qeqeqeqeq
ReplyDeletehooH mba pengen kSonom tp eh tapi tak bisa si calon ku....yooo wweeeessss pokona nanti aq sm si indah mo keRumah mu mba...
ok...ditunggu yaa....awas kalo ngga jadi...tak ancemmmm
ReplyDeleteSo sweet...
ReplyDeleteWakakakakakakakakakakakakakakakak ngak sabar takut nyasar kerumah tetangga pangerannya yaaaaaaaaaaaa hehehehehe
ReplyDeletesenengnya baca kisah ini ^ ^
ReplyDelete@ tejorini : jadi maluu....
ReplyDelete@ mrdjm : iya...khawatir ketemu dessy yang laen
@ diniarie : moga bisa ambil hikmahnya aja ya
Naaaaahhhhhhh itu khan kemarin waktu di sensus di r t sebelah ada yang namanya sama hehehehehe
ReplyDelete