Pernikahan....seperti Baginda Rasulullah SAW katakan, nikah adalah separuh agama, dan bertaqwalah pada separuh yang lain. Amat sangat wajar bila beliau mengatakan demikian. Separuh agama.....ahh...sudahkah tercapai di setengah yang lain? Untuk benar-benar mencapai setengah yang itu saja tidak mudah. Teramat sulit malah.
Semasa masih sendiri, aku bebas menentukan hidupku sendiri, memutuskan sendiri, melangkahkan kakiku kemanapun aku ingin pergi tanpa ada yang melarang. Bebas lepas bagaikan burung yang terbang di angkasa luas. Namun kini, ada manusia lain yang hadir dalam kehidupanku yang wajib aku mintai ijinnya manakala aku harus mengayunkan kaki. Bila ada masalah, aku datang padanya, meminta pendapatnya, walaupun di ujungnya aku dan dia berbeda pandang dan pikiran. Tak pelak terkadang ada masalah yang membuatku tersinggung, membuatku menitikkan air mata, membuatku berpikir..."Apakah dia ridho kepadaku ya Allah?? Menyesalkah dia memperistri diriku? Apakah aku bisa menjadi seperti yang dia inginkan??"
Di satu sisi menurut pandanganku bukan masalah, tapi bagi dia merupakan masalah. Bagi dia bukan masalah, justru bagiku menjadi masalah besar. Salah menafsirkan kalimat pun bisa menjadi masalah. Komunikasi pria dan wanita ternyata memang berbeda seperti yang John Gray ulas dalam bukunya Men are from Mars, Women are from Venus. Maksud hati A...eh dia menafsirkan B. Rumah tangga.....Rumah tangga.....perlu stok sabar dan ikhlas tak terhingga. Menjadi istri atau suami yang baik memang tidak ada sekolahnya.
After married....aku harus menghormati seseorang melebihi rasa hormatku pada orang tuaku sendiri. Kini, aku lebih takut ketika suamiku marah, ngambeg, diam tiba-tiba, daripada orang tuaku yang marah. Adakah itu dia rasakan? Aku lebih mendahulukan dirinya dalam hal apapun. Aku berusaha mengaplikasikan semua teori yang aku dapatkan ketika belum menikah ke dalam kehidupan yang sekarang. Teori-teori yang aku dapatkan dari guru-guru kehidupan, para alim ulama, orang-orang yang bercerita masalah rumah tangga mereka, dari buku, dari kajian, seminar, maupun acara talkshow yang membahas masalah rumah tangga. Teori tinggal teori....dalam prakteknya tidak semudah yang dibayangkan.
Masa perkenalan dengan pasangan pastilah berlangsung sepanjang hayat selama kita hidup bersamanya. Tentu banyak hal-hal baru yang kita temui lagi dari pribadinya. Setiap manusia berubah detik ke detik. Full of surprises...Ternyata...ternyata...dan ternyata yang lain...Tentu saja aku harus menerima dirinya apa adanya dia, dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Aku harus menghormatinya, karena dia adalah imam dalam hidupku. Aku wajib meminta ijinnya, karena ridhonya yang aku harapkan. Aku wajib mematuhinya selama tidak bertentangan dengan aturan Sang Khaliq. Suami...begitu mulia kedudukannya....Akan lebih indah lagi bila menjadikan perilaku Rasulullah sebagai tuntunan dalam memimpin biduk rumah tangga.
Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya. (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih)
Suamiku...maafkan bila sering membuatmu kesal, jengkel. Maafkan atas semua perilakuku yang tidak kamu sukai. Kita berdua sedang dalam proses belajar bersama, bergandengan tangan bersama untuk menuju tujuan yang sebenarnya. Bila di tengah jalan ada gangguan, rintangan, adalah hal yang wajar. Tak selamanya jalan yang kita lalui mulus bagaikan jalan tol. Bahkan jalan tol pun memiliki beberapa rintangan, seperti kemacetan yang mengharuskan jalan menjadi tersendat-sendat. Begitu pula perjalanan kita. Apalagi kita baru bergerak dari START....di tengah perjalanan pun belum terlewati. Semoga apa yang kita lalui bersama menjadi bahan pembelajaran agar kita berdua menjadi pribadi yang bijak dan dewasa.
Aku bersyukur menjadi istri kamu, karena kamu adalah pria yang Allah pilihkan dan amanahkan untukku. Aku menanti kehadiranmu selama 6 Ramadhan berlalu.....dan aku tak akan menyia-nyiakan kehadiranmu dalam hidupku.
Suamiku....tetaplah menjadi yang terbaik dalam hidupku...kini dan selamanya....
-------
27 Juli, 6 Agt, 7 Sept 09
(saat2 kita berbeda pendapat)
Wuuih tangannya mbak Dessy ada tattonya lho ^_^
ReplyDeletecantek tu gambar tangannya... hehehe....
ReplyDeletewwiiiihhh..... ceritanya dalem bah.....
yang berbeda yang berlabuh yang menepi menjadi satu karena Ilahi
ReplyDelete^_^
ReplyDelete@ sofyan : ihhh ini komen fotonya...bukan tulisannya...
ReplyDelete@ medi : canteeek kan...kayak aisha...xixixi....ceritanya sedalam apa med?? nanti akan kau alami juga...tunggu ajaah
@ amalian : Ilahi...hanya karena DIA...
tulisannya kecil2 susah bacanya coz kacamataku ketinggalan di rumah ^_^ tapi keknya tulisannya bagus deh coz panjang bener :D
ReplyDeletengeles.com gak ya??
ReplyDeletehehe... pissss :D
@ Sofyan : mata ketinggalan di rumah,....tapi masih bisa komen...gimana sih?? panjang artinya bagus yah?? :D
ReplyDelete@ rie : iya mba...ngeles banget dia mahhh...huuuuu
wakakakak emang kacamataku ketinggalan di rumah (aku kan min5 mbak, jadinya tulisannya kabur2 gitu kalau mau jelas lcdnya kudu berjarak 30 cm) :D
ReplyDeletewkwkwkwkwk.... (awaaaasss... bebek ngabuuurrr....)
ReplyDeletepercaya kok :D
tapi ga pernah liat sofyan pake kacamata dehhh
ReplyDeletenah lo....
ReplyDeleteyg bener yg mana neh?
brarti bener tuch, pak sofyan ngeles.com :P
soalnya kalau pake kacamata kegantengan ana nambah mbak .. its DANGEROUS !!! wakakakak (kacamata ana pakai untuk nonton tv, ngetik di kompi & naik motor nah selain waktu2 itu mohon maaf anda tidak akan berkesempatan untuk melihat betapa gantengnya ana kala berkacamata) ^_^
ReplyDeleteyang suka ngeles mah istri ana mbak .. ngeles anak2 sd di mesjid ..qe...qe...qe..
ReplyDeleteqe qe qe.....
ReplyDeletemakinjazjuz.com
wah ditulis tglnya berbeda pendapat.. termasuk hari ini ya.. udah 3 kali.. sabar emang itu ujian berumahtangga.. ku 3 tahun akhirnya bubar juga.. semoga dessy & reza langgeng jaya abadi..
ReplyDeleteOkedeh......
ReplyDeletekayak tulisan di gapura mana .. gitu qe...qe...qe..
ReplyDeleteTurut Berduka Cita T_T semoga cepat mendapat gantinya yg lebih baik tentunya (BTW Bubar apaan yah? Buka Bersama apa bukan?)
ReplyDeletewalaaahhh.....ni depan kompi...katanya ketinggalan...yg bener yg mana sihhh???
ReplyDeletekomunikasi yg baik diperlukan, biar gak terjadi salah paham mbak. *soktau.com
ReplyDeletesemoga langgeng ya mbak...
@ mba tin2 : sabar mba....mudah2an ada pengganti yang lebih baik...amin
ReplyDelete@ sofyan : langgeng jaya abadi...kayak nama toko bangunan dehh...
@ sirat : ^_^
BuBar = buka bareng....!!
ReplyDelete@ djul m2zoe : iya...intinya mah komunikasi ya....masih belajar terus...makasi advise nya....
ReplyDeleteOh gitu yah, maklum dah ana bukan kuli, jadinya kagak tahu ada nama bangunan kek gitu wakakaka
ReplyDeleteJika terhempas di lautan duka
ReplyDeleteTegar dan sabarlah tawakal padaNya
Jika berlayar di suka cita
Ingatlah tuk selalu syukur padaNya
maklumlah...ane kan juragan toko bangunan...jadinya tau....
ReplyDeletekok malah bantah2an sich??
ReplyDelete@ sofyan : hiks...jd terharu
ReplyDeleteBila ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Bila duka datang
Ingat selalu pada sang Rabbul Izzati
iya gimana sih?? yg akur atuuhh....!!
ReplyDeletebaru tahu ana .. ternyata mbak dessy mandinya kalau ada sumur doang yah ?
ReplyDeleteeleh eleh.... pak Sofyan mah...
ReplyDeletekalo diladenin gak brenti2 (ups... punten punten punten..)
kalo ada sumur, kran, bath tub, mandi dehh....
ReplyDeletehahaha.. menikah tak seindah yang diimpikan kan.. intinya cuma komunikasi dan saling menghargai respek masing2..
ReplyDelete*banyak pelajaran berharga di sini...
ReplyDeleteikut belajar, yah...ntar sesekali nanya boleh khan?
:)
TFS say,... Uniq nyimak aja untuk bekal nanti..InsyaAllah )
ReplyDeleteMbk apa arti pernikahan hnya untk melihat senyum kedua orng tuanya? Tidak lebih
ReplyDeletekata orang2 understanding is doing :)
ReplyDeletesweet banget mbak....saat beda pendapat aja swit banget....
ReplyDeleteYaaaaahhh namanya juga berkeluarga Deeesss , ada badai dalam keluarga itu pasti , dalam keluarga harus ada saling memberi dan menerima , harus ada tenggang rasa biar kadang tidak sejalan dengan arah pikiran dan perasaan tapi harus di terima dengan lapang dada , karena seringnya mengalaminya jadi akan mengetahui bagaimana klo kita sekali kali memberontak keputusan pasangan hidup kita , akan menjadi lebih baik atoo sebaliknya keputusan pribadi diri kita pada saat mengambil keputusan itu , bila gagal pasangan kita atoo diri kita tidak boleh menghakiminya karena akan membimbing semakin dewasanya 2 manusia yang di persatukan di bawah sumpah pada saat menjalani Ijab Qabul , semoga ini untuk melatih cintanya Permaisuri dan Pangerannya *_^
ReplyDeleteSetuju banget dengan pernyataan ini...
ReplyDeleteterimakasih apresiasinya....
ReplyDeletedengan senang hati...silakan saja kalau mau bertanya....
jangan takut menikah...karena menikah itu indah...!
ReplyDeletePernikahan adalah berjalan bersama menuju keridhoan Ilahi....
ReplyDeletebetul sekali pak....
ReplyDeletemaca cih?? cwit gmn ?? xixixi...jadi maluuu
ReplyDeleteamin YRA...makasi pak charles...doain kita ya...
ReplyDeletebarakallahu
ReplyDeleteslm ya sm suami...lbh asyik klo setiap malam saat tidur..disampingnya ada kekasih tercinta..:D :)
ReplyDelete@ bidukkecil : wa iyyakum...
ReplyDelete@ rinduakhirat : insya Allah disampaikan...hiks...iya...mau nya begitu...tapi kondisi blm memungkinkan...minta doanya aja...hatur nuhun...
jadilah yg terbaik buatnya, kini dan selamanya. dia pun akan demikian. insya allah.
ReplyDelete*hanya salah satu kaidah. memberi dan menerima*
ya, begitulah unik & nyeninya hidup
iya pak sholah...saya belajar utk bisa menjadi yang terbaik buat dia...sedikit mungkin tidak ingin mengecewakannya...hidup itu memang indah kalo bisa melakoninya ....
ReplyDeleteMakasih kembali Deesss , pasti Deess always somedays semua saudara saudara Aku doain dalam 5 waktu dan 1 wirit , yang terpenting adalah selalu berkomunikasi secara terbuka ma Pangerannya , baik buruknya hasil percakapan pasti akan ada sentakan di dalam hati yang paling dalam , tapi satu keputusan kata sepakat bersama harus di hormati ber dua ( tapi ngak apalah sekali kali memberontak asal masih di jalurnya ) hehehehehehehehehehehehehehehehehe *_^
ReplyDeleteyup...komunikasi memang kuncinya....
ReplyDeleteYaaa betul Deesss , komunikasi terbuka tanpa ada yang di tutup tutupi dan di sembunyikan , karena 1 kebohongan saja akan berbekas pada pasangan hidup kita dan di kemudian hari menjadi bom waktu dalam keluarga , itu tidak baik karena semakin menumpuknya kebohongan demi kebohongan menjadikan bom nuclear bilyunan tetra
ReplyDelete
ReplyDelete
ReplyDeleteMy Family from WiddlyTinks.com
ReplyDeletePhoto Tinks by WiddlyTinks.com
ReplyDeleteWedding Tickers