Friday, September 30, 2011

Belajar dari seseorang

Kalau anda pernah atau sering melewati Jl.Panjang, Kebon Jeruk di atas jam 8 pagi, mungkin pernah satu kali menatap sesosok pria pedagang kerupuk. Emang ada apa dengan pedagang kerupuk? Mungkin itu yang ada dalam benak anda. Toh tidak ada yang aneh atau spesial dengan sosok itu. Ups...tunggu dulu....Bagiku...sosok itu sungguh luar biasa. Bukan karena dia berjualan kerupuk. Lebih dari itu dia adalah seorang penyandang tuna netra. Kegigihannya dalam mencari nafkah, meskipun matanya tak melihat membuatku berdecak kagum. Subhanallah....

Beberapa kali aku melihatnya, dia hanya berjalan menyusuri jalan sambil membawa bungkusan kerupuk di bahunya. Panas terik cukup dilindungi dengan sebuah topi lusuh di atas kepalanya. Tongkat penuntun langkahnya tak lepas dari tangannya. Tak dapat aku bayangkan...dia menyusuri jalan seorang diri, memanggul dagangannya, dalam kegelapan. Berharap kerupuknya laris di hari itu. Kejujuran dari pembeli lah yang sangat dia harapkan ketika kerupuknya dibeli. Tak terasa air mata ini menitik ketika memberikan uang membeli kerupuknya. Kusebut nilai nominal uang yang aku berikan dan diapun berulang kali berucap terima kasih. Ahh...gelapnya dunia di matanya tak menghalangi dirinya untuk mencari nafkah yang halal daripada sekedar menadahkan tangan berharap belas kasih manusia. Duhai Ilahi...berilah rizki untuknya...

Di saat ini dari sekian banyak manusia yang sempurna fisiknya, tanpa merasa berdosa, masih saja terlihat bermalas-malasan, enggan mencari nafkah, enggan ikhtiar, jangankan untuk orang lain, untuk dirinya sendiripun masih berharap belas kasih dari orang. Becermin dari seorang yang tak sempurna...masih berupaya untuk dirinya. Belajar sabar, ulet, dan gigih dalam menjemput rizki dari Sang Pemberi Rizki.

Bersungguh-sungguhlah..dan Tuhan pun akan bersungguh-sungguh memperhatikan dirimu...

Bapak...aku kagum padamu...

3 comments:

  1. Aku jg paling malas ksh duit ke pengemis yang kelihatannya msh kuat,tp malah milih ngemis utk "mata pencariannya".padahal si pengemis msh bisa kerja entah jd tukang cuci atau pembantu

    ReplyDelete
  2. biasanya yang buta gitu ga buta uang loh.. ada tandanya kalu diraba duitnya nominal berapa..
    hebat ya.. kekurangannya itulah kelebihannya.. salut..

    ReplyDelete
  3. klo lewat di pasar suci, pagi atau sore ada nenek yang jualan surabi teh

    ReplyDelete