Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts

Tuesday, August 12, 2008

Ramadhan..engkau datang, hatiku senang


Sahabat.....layaknya seorang kekasih yang selalu diharap-harap kedatangannya, dinanti-nanti kemunculannya, dirindu-rindu kehadirannya, rasanya tak ingin berpisah walaupun hanya sedetik. Begitulah ramadhan seperti digambarkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah :
“Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia berharap satu tahun itu puasa terus…”
Ramadhan adalah bulan pembuktian cinta, pada setiap ruang dan waktu yang berpuluh-puluh berlipat nilai. Ketundukan adalah cinta, kebajikan adalah cinta, derma adalah cinta, dan menata jiwa lebih dewasa adalah cinta. Ramadhan, saatnya memberi makna istimewa pada cinta kita. (Anis Matta)
Subhanallah...betapa indahnya Ramadhan yang akan kita songsong beberapa saat lagi. Ramadhan adalah saat tepat untuk membuktikan cinta kita pada Alloh, pada sang ‘idol sejati’, Muhammad SAW, dan juga saat yang tepat untuk segera melakukan perbaikan diri ke arah lebih baik. Kita tidak akan pernah tau….”Apakah ini Ramadhan terakhir bagi kita?”…..wallahu ‘alam….
Sahabat...seperti menyambut kedatangan seseorang yang dikasihi...tentu kita melakukan beragam persiapan. Begitu pula dengan Ramadhan yang akan segera menghampiri dan menyapa kita. Apa saja yang sebaiknya kita persiapkan?? Yuk...sama-sama kita ikuti beberapa tips berikut ini….
Persiapan ruh dan jasmani
  • Berdoalah pada Alloh SWT agar memberi kesempatan pada kita untuk menikmati jamuan istimewa di bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat. Mengapa disebut jamuan istimewa? Karena pada saat Ramadhan Alloh memberi pahala kebaikan berpuluh-puluh kali lipat. Tidakkah kita berlomba untuk mengambil sebanyak-banyaknya???
  • Bergembiralah dengan hadirnya Ramadhan. Rasulullah SAW senantiasa memberi kabar gembira pada para sahabat setiap kali datang bulan Ramadhan.
  • Sambut Ramadhan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Ramadhan adalah bulan berlimpahnya ampunan. Teruslah lakukan muhasabah (introspeksi diri) dan beristighfar. So...bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Segera buka lembaran baru yang bersih dengan taubatan nasuha, ikuti Rasulullah, lanjutkan risalahnya, laksanakan sunnah-sunnahnya.
  • Persiapkan jasmani kita lewat latihan puasa, memperbanyak ibadah sunnah, jaga stamina tubuh dengan baik, sehingga ibadah dapat dilaksanakan secara optimal.
  • Oya...jangan lupa untuk membuka pintu maaf dan meminta maaf, pererat silaturahim kepada orang tua, kerabat, istri, suami, anak, teman, adik, karib kerabat dan tetangga.
Persiapan Amali
Nah..ini penting loh...lawan kemalasan sekuat tenaga. Rencanakan secara tertulis aktifitas-aktifitas yang akan dilakukan selama ramadhan. Kalau perlu...tetapkan target dan persentase keberhasilan dari program yang direncanakan. Seperti solat tepat waktu dan berjamaah, tilawah Quran, menghafal Quran, tadabbur Quran, solat2 rawatib, solat qiyamul lail, atau membaca buku2 yang bermanfaat. Susun dalam jadwal yang tersusun rapi. Jangan biarkan ramadhan berlalu tanpa arti. Ramadhan sangat singkat. Isi tiap detiknya dengan amalan terbaik kita. Siapkan diri untuk da’wah di bln ramadhan seperti membuat catatan kultum, membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat seputar ramadhan. Ups...jgn lupa juga bawa mushaf Alquran kemanapun pergi.
Bertekadlah, jadikan bahwa ini ramadhan kita yang terakhir dalam hidup, sehingga kita dapat melakukan yang terbaik setiap harinya.
Persiapan tsaqofi (ilmu)
Pelajari dari sekarang berbagai aspek ramadhan dari A-Z. Buku FIQIH PUASA karya Yusuf Qordawi dapat menjadi acuan. Atau FIQIH SUNNAH dalam bab PUASA karya Sayyid Sabiq juga memuat literatur cukup lengkap segala hal yang berkaitan dengan puasa. Kita beribadah harus dilandasi dengan ilmu, agar puasa kita benar dan diterima Alloh sesuai dengan tuntunan Quran dan Sunnah. Segera baca buku ya...atau tanyakan pada orang yang berilmu jika kita tidak mengetahui…(QS. Al Anbiya : 7)
Persiapan Materi
Mulai sekarang...siapkan infaq terbaik kita. Sisihkan sebagian dari rizki yang kita miliki untuk saudara2 kita yang memerlukan uluran tangan kita. Bersihkan harta dengan banyak berinfaq, sedekah, dan zakat. Ramadhan adalah bulan kedermawanan, bulan suci, bulan peduli, saatnya berbagi.
Dalam sebuah hadits:
“Celakalah orang yang diberi kesempatan berjumpa dengan ramadhan, namun ia tidak mendapatkan ampunan” (HR. Tirmidzi)
Tentunya kita memuat harapan besar agar dapat berjumpa dan mendapat sapaan ramadhan. Jangan sampai kita kehilangan momentum yang amat berharga ini. Segera lakukan persiapan diri, sebelum semua menjadi tiada arti...selamat menjalankan ibadah puasa 1429 H….


Aku juga mohon maaf lahir dan bathin...atas semua kesalahan....

(by: Dessy P.Sari)