Thursday, June 23, 2011

Selamat Jalan Mama

Ahad 5 Juni, lepas maghrib
@ RSHS Bdg

Malam itu
Kau bisikkan kata-kata
"Mama sayang Dessy...."

Sontak...Tangisku pecah....
Nafasku sesak oleh sebuah perasaan
yang aku tak tahu itu apa

"Dessy juga sayang Mama...."
Kupeluk, kudekap erat dirinya
Kucium berulang pipi nya...
Kucium tangannya
"Maafkan ya Mam..atas semua salah dan kekhilafan Dessy..."

(Aku belum membahagiakan dirimu...hiks)
--------------------------------
Dialog terakhirku dengan mama mertua tercinta



Sabtu 11 Juni, tengah malam
@ RSHS Bdg
Kulihat ragamu
Lemah, tak berdaya
Nafasmu kian berat
Kulihat alat-alat itu memenuhi tubuhmu

Kembali aku tak kuasa menahan isak tangis
Itukah mamaku??

Aku berharap ia kembali seperti dulu
Mama yang kesehariannya penuh canda tawa
Guyonan dan kelakarnya yang membuatku
terpingkal-pingkal

Mama yang aktif, penuh kesibukan
Dapur menjadi tempat favoritnya
Di tangannya tercipta masakan favorit keluarga
Semua dilakukan tanpa terlihat penat

Sosok yang bawel, rajin menyapa anak-anaknya
Kadang sering protes kalau aku tidak pernah sms beliau duluan...
Ngambeg kalau aku telat membalas smsnya...

Ahh...ya Allah...maafkan hamba Mu ini...

Kini...
Sosok itu
Terbaring
Dengan nafas yang semakin sesak....

------------------

Ahad, 12 Juni
@ ICU Hermina, Bdg

Aku sayang dia ya Allah...
Ringankan deritanya
Mudahkan segalanya
Beri yang terbaik
Keputusan terbaik dari Mu
Untuk kami...juga dia..Mama kami

Hanya doa, bacaan Kalam Ilahi dan talqin
yang terus menerus aku bisikkan

Kami anak-anaknya
Ikhlas mengantarkan dirinya
Untuk bertemu dengan Mu
Rela melepas dirinya
Menuju kehidupan yang lebih baik
dari pada di dunia ini

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun...
Sesaat jelang azan Isya...

Kaupun pergi...
Untuk selama-lamanya

Selamat jalan Mama
Doa kami teriring
Keikhlasan kami sebagai penghantar
Dalam tidur panjangmu

Senyum jasadmu mendamaikan hati kami
Semoga sebuah pertanda nan baik
Semoga Allah menyambutmu dengan senyuman pula
Dalam ampunan yang penuh kasih

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya
Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hambaKu
Dan masuklah ke dalam surgaKu
(QS. Al Fajr : 28-30)
---------------

Dua tahun...yang teramat singkat sejak aku mengenalmu
Banyak rencana yang belum terwujud
Banyak mimpi-mimpi yang belum nyata
Allah jua Sang Penentu
Insya Allah kelak kita akan bertemu lagi Mam...
Selamat jalan Mamaku sayang....

Bdg, 12 Juni 2011, 18.50

Wednesday, April 27, 2011

Aku berduka

 
Aku turut berduka...
Atas datangnya hari ini
Waktu yang begitu cepat merambat
Melibas siapapun yang melenakan akan nilai waktu
---

Hari ini berkurang sudah usiamu 1 tahun, suamiku. Kebersamaan kita pun akan berkurang pula seiring pertambahan usia dan perjalanan kita. Entah sudah berapa banyak salah dan dosa yang aku lakukan. Namun bukakanlah selalu pintu maaf itu untukku, istrimu yang selalu berharap ridhomu.

Hari ini, tak ada kue tart, tak ada upacara peniupan lilin, tak ada hadiah atau kejutan apapun untukmu. Namun selalu ada doa dan pengharapan yang senantiasa aku sisipkan dalam tiap doa dan munajatku kepadaNya. Berharap kelancaran dalam apapun. Kemudahan dalam setiap urusan. Keberkahan dalam rejeki. Kebaikan dalam setiap langkah. Kesolehan diri yang terpancar dari dirimu. Kebermanfaatan dirimu bagi keluarga dan umat.

Saat ini dan nanti...cinta itu selalu ada....selama kau tetap di jalanNya.

Barakallahufik...

Jkt, 28 April 2011
-32 thn-

Friday, February 25, 2011

Beri aku kesempatan

Ilahi Rabbi...
Ijinkan suatu hari kelak
Aku pergi dalam damai
Dalam ketenangan
Tanpa menjadi beban bagi siapapun

Tuhanku....
Bantu aku menyelesaikan tugas dan kewajibanku
Sebagai khalifahMu di muka bumi
Ulurkan tanganMu agar aku menyelesaikan semua urusanku
dengan sempurna

Maafkan ya Allah...
Bila aku belum dapat berdakwah di jalanMu
Belum menjadi hambaMu yang patuh
Belum menunaikan semua kewajibanku
Belum memenuhi amanahMu
Dan semua yang belum sanggup aku lakukan
Untuk menjadi umat terbaikMu

Untuk orang-orang yang aku sayangi
Suamiku...Mama, Mama Papa mertuaku, adik-adikku
dan seluruh keluarga yang aku cintai
Maafkan diri ini
Maafkan atas kesalahan

Belum menjadi wanita taat pada Tuhannya
Belum menjadi istri yang berbakti pada suaminya
Belum menjadi anak yang patuh pada orang tua
Belum menjadi anak yang menyenangkan bagi mertuanya
Belum menjadi kakak yang menjadi teladan bagi adik-adiknya
Belum menjadi saudara yang selalu menjalin silaturahim
Belum menjadi tetangga yang baik
Belum menjadi rekan yang amanah
Belum menjadi teman yang menggembirakan
Belum menjadi apapun

Tuhan...
Aku belum menjadi apa-apa

Apakah kesempatan itu masih ada?
Beri aku waktu lagi ya Allah.....

------

Renungan Jumat
25 Februari 2010
Gundah...

Wednesday, December 22, 2010

Ketika si buah hati tak kunjung tiba-1

Lama tak menulis di blog, menyisakan banyak hal mengendap di dalam kepala. Begini rasanya bila tak langsung ditumpahkan. Semua mengendap dan perlahan mulai menguap, hilang terlupakan. Sebenarnya banyak hal yang ingin dibagikan untuk teman-teman semua. Ternyata beberapa pekerjaan yang meminta untuk segera selesai telah mengesampingkan kebiasaanku menulis. Kesibukan bersama suami sejak kami tinggal bersama juga berhasil menyita waktuku untuk menulis. Ahh...menulis mungkin sudah menjadi kebutuhan hidupku meski tak terlalu sakaw seperti dahulu. Tapi jari-jari tetap aja gatal pengen membagikan cerita lewat dunia maya.

Salah satu cerita yang ingin aku bagikan...yuk baca di sini....

Layaknya pasangan lain yg baru saja menikah, tentu memiliki berjuta harapan dan keinginan. Mungkin salah satu dari harapan tersebut adalah memiliki keturunan. Apalagi bagi kami pasangan yang sudah tidak muda lagi dari sisi usia. Hitung-hitungan matematika usia bermain-main di kepala. Belum lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang itu-itu juga yang kerap ditujukan ketika bertemu dengan sanak saudara. Ada pula yang berpandangan negatif bahwa kami sengaja menunda kehadiran anak dalam kehidupan kami saat ini. Ada lagi yang menganggap aku kurang subur, siklus haid tidak normal, sehingga sulit untuk hamil. Sedih rasanya di 'judge' seperti itu. Dokter saja belum pernah periksa dan belum mendiagnosa apapun tentang reproduksiku. Tapi mereka di luar sana seolah-olah lebih mengetahui isi dalam tubuhku. Bagi perempuan, terutama aku, anggapan-anggapan yang tidak berdasar tanpa ada bukti menjadi hal yang menyakitkan dan menyinggung sisi feminitasku. 

Hingga semua yang dapat meningkatkan kesuburan disarankan dan disuruh coba. Yang pengobatan alternatif pun telah berkali-kali disodorkan. Hiksss.....

Aku sadar, mungkin itu semua salah satu bentuk rasa sayang dan perhatian yang diberikan untuk kami berdua. Terkadang aku berontak, kenapa harus selalu aku yang disarankan untuk begini dan begitu, dan suamiku tidak. Banyak faktor pula yang mungkin bisa menjadi tertundanya kehamilan yang aku inginkan. Selama 1.5 tahun pernikahan, kami terpisah jauh Aceh-Jakarta. Frekuensi bertemu pun 2-3 bulan sekali. Bisa jadi pula, saat bertemu bukan pada masa subur. Sehingga pembuahan itu belum pernah terjadi. Faktor lelah dan kualitas sperma atau sel telur bisa pula menjadi pemicu. Dan yang terutama dikembalikan lagi pada Sang Pencipta, belum saat yang tepat menurut Dia bagi kami untuk menimang buah hati. 

Seminggu jelang lebaran adalah masa paling membahagiakan. Suamiku akhirnya dipindahkan ke Jakarta. Dua bulan kemudian sejak kami tinggal bersama, tak sabar rasanya ingin memeriksakan diri ke dokter kandungan berdua dengan suami. Ingin memastikan kesuburan kami berdua. Memastikan bahwa tidak ada hal serius yang perlu ditakutkan.

Awal November
RSIA Hermina menjadi pilihan. Selain dekat, dokter kandungannya juga banyak. Tinggal pilih. 

Diagnosa awal : 
Alhamdulillah rahimku tidak ada masalah menurut penglihatan dari USG si dokter. Ukuran, bentuk, dan letak semua normal. Beliau juga mengatakan bersih dari kista. Siklus haid juga normal. Kata dokter, siklus yang normal itu antara 21-35 hari. Sedangkan siklusku rata-rata 24 hari. Sampai di sini, alhamdulillah tidak ada masalah dengan organ reproduksiku. Sementara dokter tidak memberi resep obat apapun untuk aku konsumsi. 

Mulailah dokter mengajari kami cara menghitung masa subur dan kapan sebaiknya "kumpul". Langsung dicatat di agenda dan kalendar jadwal "itu". Haha....

Sekarang giliran suamiku yang ditanya-tanya si dokter. Kesimpulan, he must stop smoking if he wants a baby. (yess...akhirnya dokter ngomong juga. Istrinya sudah tidak didengar lagi). Janji setahun kemarin juga tak berhasil dibuktikannya ketika ingin bercerai dari si R*K*K. Mulutku sampai berbuih juga tak digubris.  

Sebagai kelanjutan pemeriksaan, sperma suamiku juga harus diperiksa di lab. Tujuannya untuk mengetahui kuantitas dan kualitas sperma. Syarat tes ini, tidak berhubungan intim selama 2-3 hari, sperma dikeluarkan di bawah jam 9 pagi. Bagaimana cara mengeluarkannya? Bisa minta bantuan istri, atau dikeluarkan sendiri. Asal jangan minta tolong suster aja yaa.... 
Saat pengambilan sampel sperma disediakan ruangan khusus kok. So...dont worry untuk para calon bapak. 

Hasil inilah yang paling mendebarkan. Tidak sabar menanti hasilnya....
Bila tidak ada masalah apa-apa...tinggal mengikuti sistem kalender berdasarkan masa subur.

For your info...
Keterbukaan suami istri dan kerelaan kedua belah pihak sangat diperlukan bila sama-sama ingin segera memiliki keturunan. Sama-sama saling terbuka dan bersedia mengikuti prosedur yang diberikan oleh dokter. Jangan egois..!!

--Bersambung--
Detik-detik menanti hasil
1 November 2010

Tuesday, November 30, 2010

Pagi Indah



Terbangun dengan senyum lebar
Mendapati setangkup roti, 
Secangkir susu hangat
Setangkai bunga segar
Buku yang ingin dibaca
Sekeranjang buah segar
Senyuman manis pasangan
Juga kecupan hangat
Indahnya....

Rasa ingin bersamanya selalu
Melewati waktu



For my LH

Thursday, October 28, 2010

Tanpa judul

Tak sepatah katapun terucap
Membisu
Bibir bergetar
Dada bergoncang hebat
Air hangat menetes perlahan

*Hening.....*

--------
Jkt, 281010




Thursday, October 21, 2010

Rasa nan menyesak



Akankah kau pergi gundah?
Gumpalan resah di dada menguaplah..!!
Tolong....segeralah kau enyah
Enyah dari qolbu ku 
Sejauh mungkin

Dan jangan pernah kembali lagi


Datanglah damai, tentram
Kemarilah segera....
Diami qolbuku dengan rasamu

Tetaplah di sana
Temani ku selalu
Jangan kau menghilang sampai kapanpun
Tuhan....
Titiskan padaku sifat RahimMu
Titipkan padaku hati yang bening 
seluas samudera
Jadikan hati ini ikhlas
Atas apapun

----


Jakarta 20-21 Okt 2010
yang telah berburuk sangka....semoga Allah ampuni
Jika pun yg disangkakan benar adanya, moga mjd pemicu 
utk mjd lebih baik lagi...

My LH...luv u so much
U're always there when I need u