Gurumu bukan orang yang kau dengarkan pidatonya, tapi seseorang yang membimbingmu melalui ekspresinya, yang merasukimu dengan sikap spiritualnya.
Dia bukanlah orang yang membimbingmu dengan kata-kata, tapi seseorang yang membawamu dengan kondisi spiritualnya.
Gurumu adalah seseorang yang membebaskanmu dari penjara hasrat untuk mengantarmu kepada Guru Dunia - yakni ALLAH SWT.
Gurumu adalah seseorang yang tak henti membersihkan cermin hatimu sehingga ia memancarkan cahaya Ilahi.
Gurumu memasukkanmu ke dalam cahaya keberadaan ALLAH dan berkata : "Kau sudah sampai di rumah Tuhanmu."
Sudah kah "sang guru" itu ...kau temukan ...saudaraku??
(sumber : dikutip dari buku "Bulan Sabit di Atas Eiffel, hal.172, Abd.al Malik)
Rumah TUHAN dimana Guru???
ReplyDeleteRumah Tuhan itu ada dalam kedamaian dan bimbingan Ilahi...berupa hidayah....
ReplyDeletealhamdulillah..saya sudah menemukannya :)
ReplyDeleteudah kemaren sore rupanya rumahnya ada dihatiku sendiri...
ReplyDeletesubhanallah....sungguh indah....
ReplyDeleteApakah TUHAN punya rumah? Klo Tuhan punya rumah apakah tidak sama dengan makhluq? bukankah istilah rumah hanyalah sebuah kiyasan saja?..........
ReplyDeleteyup....sebuah rasa indah dalam hati...bahwa kita dapat menemukan dan merasakanNYA.....
ReplyDeletepak dipahami aja jangan bahas semuanya secara harfiah bisa salah masuk nanti...belajarlah untuk memahami///
ReplyDeletewallahu alam.....rumah di kalimat tadi mungkin hanya kiasan....
ReplyDeleteya rasakan maknanya saja...
ReplyDeleteAkan tetapi tidak semua orang bisa seperti itu, untuk muslim pemula ato org yang ilmunya/pemahananya masih cetek alias sedikit bisa menggiring pada kemusrikan. bukankah Siti Jenar di hukum mati karena hal yang hampir seperti itu???
ReplyDeletenah itu tugas bapak sebagai guru utk mengajarkan pada yang belum paham....
ReplyDeletebelum...polos mode ON
ReplyDeletemoga segera...amin....
ReplyDeletelebih mulia lagi kalo Bapak mau membahas nya lebih detail tulis aja pak jd semuanya bisa mendapat tambahan ilmu
ReplyDeleteiya...kita juga jadi belajar pada gurunya nih....
ReplyDeleteaminnnnn
ReplyDeletedibantu doa...*tangan tengadah mode ON*....
ReplyDeletealhamdulillah sudah mba' :)
ReplyDeletesudah beberapa kali bahkan...
wah hebat...bnyk dong guru kamu ??
ReplyDeleteKuharap DIA selalu berada dalam hatiku selalu...
ReplyDeletebu balik dl ya...duh malem ni mash mkn dgn tamu bisa bengkak ni badan...menu yg disuka bozz kepiting asap pula...muak kalipunnn
ReplyDeleteamin....begitu juga dengan KU....ku ingin DIA bersamaku selalu....
ReplyDeleteya ampuun...bagi2 napa dengan temanmu yg di jkt ini??
ReplyDeletenih...ngangain mulutnya...hup...masuk ga? wakkakaka
ReplyDeletewah...lolos!! balik maning ke ponti!!
ReplyDeletehi3... iya mba'.. alhamdulillah
ReplyDeletesopo ae iku??
ReplyDeletewaduh ...
ReplyDeletendak oleh disebutno sijhi2 iso djhewer aku mba' hi3...........
(ngumper dulu ach..... :D)
yo wes...siji ae...ndak perlu semuanya....atau bisik2 ae lah...
ReplyDeletepssssstt......pssssst.... nah dah denger kan?!!! :D
ReplyDeletekok pada bisik2 siiiih... hmmm
ReplyDeletebiar ngga kedengeran....pssst...pssst....pssst.....
ReplyDeleteOh Guruku kaulah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa...
ReplyDeleteIbuku beliaulah guruku yang pertama bagiku...
Rasulullah
ReplyDeleteRasulullah is the real model and real teacher for all!
ReplyDeleteRAsulullah adalah guru buat seluruh alam.
ReplyDeleteIbu...madrasah pertama bagi buah hatinya....
ReplyDeleteyup...mari kita teladani beliau dalam tiap bagian hidup kita....
ReplyDeleteRasulullah adalah guruku, bundaku adalah guruku, Murrobiah adalah guruku, sahabat2ku adalah guruku dan pengalaman juga guruku ^_^
ReplyDeleteSemua yang membawa kita menuju kebaikan adalah "guru" bagi kita...bahkan dari seorang anak kecil sekalipun....
ReplyDelete