Dia bernama Aulia Karima. Seorang anak perempuan berusia 4 tahun, cerdas, ceriwis, dan kritis. Fisiknya padat berisi, dengan lipatan lemak sebanyak empat lipatan di sekitar perutnya. Hidung yang sedikit agak tenggelam ke dalam semakin menambah kelucuan di wajahnya. Rambutnya keriting, berwarna agak kemerahan, yang ketika dikeramas akan memanjang, dan bila kering akan memendek kembali. Bila ingin melihat rambutnya dalam keadaan rapi, lihatlah pada saat rambutnya dikuncir satu atau dua. Namun bila tidak dikuncir dan dibiarkan begitu saja, maka rambutnya akan mengembang tidak jelas, sebagian akan menutup bagian matanya, dan ia akan sibuk menghalau sang rambut dari mata dan dahinya. Wajah yang sangat lucu dan menggemaskan. Dan wajah nakalnya akan tersamar sedikit manakala ia mengenakan kerudung mungil di kepalanya. Pakaian yang ia kenakan selalu dominan warna pink, warna yang sangat girly, lebih tepatnya yang aku tau ini adalah warna favorit ibunya, yang tak lain adalah tanteku sendiri. Mulai dari tas, termos, perlengkapan sekolah, sepatu hingga pernak pernik rambut dan lainnya aku perhatikan tak jauh-jauh dari warna yang satu itu. Pun warna kamar pribadinya dengan interior yang juga didominasi oleh warna tadi. Pink dimana-mana.
Tak terkecuali hari itu, saat pulang sekolah dijemput oleh ibunya, ia pun mengenakan kaos pink dan celana panjang pink juga. Keramaian tampak di sebuah supermarket di kawasan Cibubur. Orang-orang hilir mudik memasukkan barang belanjaannya ke dalam trolley yang mereka bawa. Tak terkecuali si kecil Karima yang juga terlihat sibuk mengikuti sang ibu yang sedang memilih barang-barang dan keperluan yang diperlukan keluarganya.
“Karima…ayo kita pulang. Ada gempa….”, kata tanteku dengan terburu-buru, dan dengan nada panik. Ternyata si ibu barusan mendengar dari radio ada kejadian gempa.
“Kita pulang sekarang sayang, barusan ada gempa.”
Biasanya di rumah mereka memang selalu kedatangan tamu dari luar kota. Dan ia pikir hari itu juga ada seorang yang sedang bertamu ke rumahnya sehingga mengajaknya harus cepat-cepat pulang.
Ibunya yang tadi panik dan tergesa-gesa ketakutan akhirnya tak dapat menahan rasa gelinya. Dengan tersenyum simpul, si ibu jawab, “Gempa itu bukan nama orang sayang….itu kejadian alam...yang bisa bikin bumi jadi bergoncang."
Dengan susah payah tanteku menjelaskan dengan bahasa yang bisa diterima anaknya.
Duh...puyeng juga ya kalo harus menjelaskan ke anak-anak seusia segitu.
2006 (saat musim gempa menghadang Indonesia)
hehehe....namanya juga anak-anak....
ReplyDeletemasa kecil mba' desy gini ternyata
ReplyDelete(manggud-manggud) ^_^
iya...duh puyeng reekkk
ReplyDeleteups....salah...aku lebih parah!
ReplyDeleteha!!!
ReplyDeleteoh no..
separah cibhi maruko chan kah???
he3
ato seperti TOTO chan???
:))
tenang aja...sekarang udah tobat kok...
ReplyDeleteWajarlah kayak gitu.. Tantenya gini.. Wekekek
ReplyDeleteeh...aku ini mbak nya loh...bukan tantenya...catet ya...aku belum punya PONAKAN....
ReplyDeleteTantenya om... Wakakak....
ReplyDeletewah lutuna. wah anaknya pinter banget.
ReplyDeletePinteran anakku lagi, kemaren baru lahir dah aku taanyain.. Nak Sin 60 + Cosin 95 - Tan 134 berpa?? Dia dah bisa jwab.. Canggihkan...
ReplyDeleteebad ya ponakannya ,
ReplyDeleteAku bingung deh sama kalian.. Hebat darimana?? Masih hebatan dan lucuan aku kaleeee.. Wekekek
ReplyDeleteWakakakakakakakakakakakak klo menurut Aq untuk laki laki gempa itu perempuan , akan tetapi untuk perempuan gempa itu laki laki hehehehehehehehehehehe conain aja klo Dewi melihat laki laki yang di taksir pasti ada gempa setempat hehehehehehehehe
ReplyDeletehahahahaha...
ReplyDeleteKlo hebat mungkin kmu lbh hebat, tapi klo lucu kya na ga deh!
ReplyDeletePliss deh... Kamu jangan bilang gitu.. Itu benar2 menyinggung perasaanku.. Nanti aku nangis, kamu tega liat aku nangis??
ReplyDeletePuyeng itu apaan si? Cowo apa cewe?
ReplyDeleteLumayan buat mengurangi ketegangan akibat gempa ya :).
ReplyDeleteiya...aku aja ampe ngakak banget denger ceritanya...dan om ku dan tmn2nya yang lagi rapat di ktrnya jg jd ketawa denger cerita itu....
ReplyDeleteom mana ya? Om muse?
ReplyDeleteyup...pinter kayak si kakaknya nih....
ReplyDeleteAnak yang mana lagi nih? Ternyata punya anak dimana2 ya....wah...wah...wah.....
ReplyDeleteOm...sadar dong....masa ngga mau kalah ama anak umur 4 tahun sih?? plis dehh...
ReplyDeleteSilakan aja nangis....yg kenceng...!!!
ReplyDeleteDewi?!? Siapa ya dewi itu???
ReplyDelete^_^
ReplyDeletePuyeng itu sejenis makhluk yang sering menyerang kaum Hawa...apalagi bila uang jatah bulanan dari suaminya udah habis....puyeng dehhhh..!!
ReplyDeletebukannya malah obat pusing
ReplyDelete*"puyeng" bintang tujuh*
bukan ahh...puyeng itu....pengen puyeng ke rumah...Kangen!!
ReplyDeletenyengirnyaaa lucu juga....gigi nya keluar semua..!
ReplyDeleteHhihihihihihihihihihihiihi
ReplyDeletehayyah..:D
ReplyDeletehayyah alas sholaahhhh
ReplyDelete^_^
ReplyDeleteWakakakakakakakakak Desss klo boleh tau gempanya dari mana ?????????????????? perasaan di sini ngak ngerasa
ReplyDeleteduh jangan gempa lagi dongg....
ReplyDeleteIya sih bikin rusak semua , tapi gimana klo gempanya yang di dada ini , diharapkan ngak Desss ?????????????????????????????
ReplyDeleteha..ha....ha...kendalikan aja sendiri...
ReplyDeleteHihihihihihihihihihihi klo ampe ndak ilang seharian gimana ?????? hihihihiiihihihihihihi
ReplyDeleteits not my business
ReplyDeleteHihihihihihihihihihihi my be yes my be no
ReplyDelete