Tuesday, August 5, 2008

Gempa itu perempuan apa laki2 ya??

Dia bernama Aulia Karima. Seorang anak perempuan berusia 4 tahun, cerdas, ceriwis, dan kritis. Fisiknya padat berisi, dengan lipatan lemak sebanyak empat lipatan di sekitar perutnya. Hidung yang sedikit agak tenggelam ke dalam semakin menambah kelucuan di wajahnya. Rambutnya keriting, berwarna agak kemerahan, yang ketika dikeramas akan memanjang, dan bila kering akan memendek kembali. Bila ingin melihat rambutnya dalam keadaan rapi, lihatlah pada saat rambutnya dikuncir satu atau dua. Namun bila tidak dikuncir dan dibiarkan begitu saja, maka rambutnya akan mengembang tidak jelas, sebagian akan menutup bagian matanya, dan ia akan sibuk menghalau sang rambut dari mata dan dahinya. Wajah yang sangat lucu dan menggemaskan. Dan wajah nakalnya akan tersamar sedikit manakala ia mengenakan kerudung mungil di kepalanya. Pakaian yang ia kenakan selalu dominan warna pink, warna yang sangat girly, lebih tepatnya yang aku tau ini adalah warna favorit ibunya, yang tak lain adalah tanteku sendiri. Mulai  dari tas, termos, perlengkapan sekolah, sepatu hingga pernak pernik rambut dan lainnya aku perhatikan tak jauh-jauh dari warna yang satu itu. Pun warna kamar pribadinya dengan interior yang juga didominasi oleh warna tadi. Pink dimana-mana.
Tak terkecuali hari itu, saat pulang sekolah dijemput oleh ibunya, ia pun mengenakan kaos pink dan celana panjang pink juga. Keramaian tampak di sebuah supermarket di kawasan Cibubur. Orang-orang hilir mudik memasukkan barang belanjaannya ke dalam trolley yang mereka bawa. Tak terkecuali si kecil Karima yang juga terlihat sibuk mengikuti sang ibu yang sedang memilih barang-barang dan keperluan yang diperlukan keluarganya.
 
“Karima…ayo kita pulang. Ada gempa….”, kata tanteku dengan terburu-buru, dan dengan nada panik. Ternyata si ibu barusan mendengar dari radio ada kejadian gempa.
Dengan wajah polos dan penuh tanda tanya, ia berujar “Apa bu? Karima ngga denger…”
“Kita pulang sekarang sayang, barusan ada gempa.”
 “Gempa itu siapa bu? Laki-laki atau perempuan? Udah nungguin di rumah ya bu? Datangnya ama siapa bu?”, pertanyaan yang berentet ia ajukan ke ibunya.

Biasanya di rumah mereka memang selalu kedatangan tamu dari luar kota. Dan ia pikir hari itu juga ada seorang yang sedang bertamu ke rumahnya sehingga mengajaknya harus cepat-cepat pulang.
 
Ibunya yang tadi panik dan tergesa-gesa ketakutan akhirnya tak dapat menahan rasa gelinya. Dengan tersenyum simpul, si ibu jawab, “Gempa itu bukan nama orang sayang….itu kejadian alam...yang bisa bikin bumi jadi bergoncang."
Dengan susah payah tanteku menjelaskan dengan bahasa yang bisa diterima anaknya.
Duh...puyeng juga ya kalo harus menjelaskan ke anak-anak seusia segitu.

2006 (saat musim gempa menghadang Indonesia)

42 comments:

  1. hehehe....namanya juga anak-anak....

    ReplyDelete
  2. masa kecil mba' desy gini ternyata
    (manggud-manggud) ^_^

    ReplyDelete
  3. ha!!!
    oh no..
    separah cibhi maruko chan kah???
    he3
    ato seperti TOTO chan???
    :))

    ReplyDelete
  4. tenang aja...sekarang udah tobat kok...

    ReplyDelete
  5. Wajarlah kayak gitu.. Tantenya gini.. Wekekek

    ReplyDelete
  6. eh...aku ini mbak nya loh...bukan tantenya...catet ya...aku belum punya PONAKAN....

    ReplyDelete
  7. wah lutuna. wah anaknya pinter banget.

    ReplyDelete
  8. Pinteran anakku lagi, kemaren baru lahir dah aku taanyain.. Nak Sin 60 + Cosin 95 - Tan 134 berpa?? Dia dah bisa jwab.. Canggihkan...

    ReplyDelete
  9. Aku bingung deh sama kalian.. Hebat darimana?? Masih hebatan dan lucuan aku kaleeee.. Wekekek

    ReplyDelete
  10. Wakakakakakakakakakakakak klo menurut Aq untuk laki laki gempa itu perempuan , akan tetapi untuk perempuan gempa itu laki laki hehehehehehehehehehehe conain aja klo Dewi melihat laki laki yang di taksir pasti ada gempa setempat hehehehehehehehe

    ReplyDelete
  11. Klo hebat mungkin kmu lbh hebat, tapi klo lucu kya na ga deh!

    ReplyDelete
  12. Pliss deh... Kamu jangan bilang gitu.. Itu benar2 menyinggung perasaanku.. Nanti aku nangis, kamu tega liat aku nangis??

    ReplyDelete
  13. Lumayan buat mengurangi ketegangan akibat gempa ya :).

    ReplyDelete
  14. iya...aku aja ampe ngakak banget denger ceritanya...dan om ku dan tmn2nya yang lagi rapat di ktrnya jg jd ketawa denger cerita itu....

    ReplyDelete
  15. yup...pinter kayak si kakaknya nih....

    ReplyDelete
  16. Anak yang mana lagi nih? Ternyata punya anak dimana2 ya....wah...wah...wah.....

    ReplyDelete
  17. Om...sadar dong....masa ngga mau kalah ama anak umur 4 tahun sih?? plis dehh...

    ReplyDelete
  18. Silakan aja nangis....yg kenceng...!!!

    ReplyDelete
  19. Puyeng itu sejenis makhluk yang sering menyerang kaum Hawa...apalagi bila uang jatah bulanan dari suaminya udah habis....puyeng dehhhh..!!

    ReplyDelete
  20. bukannya malah obat pusing

    *"puyeng" bintang tujuh*

    ReplyDelete
  21. bukan ahh...puyeng itu....pengen puyeng ke rumah...Kangen!!

    ReplyDelete
  22. nyengirnyaaa lucu juga....gigi nya keluar semua..!

    ReplyDelete
  23. Wakakakakakakakakak Desss klo boleh tau gempanya dari mana ?????????????????? perasaan di sini ngak ngerasa

    ReplyDelete
  24. Iya sih bikin rusak semua , tapi gimana klo gempanya yang di dada ini , diharapkan ngak Desss ?????????????????????????????

    ReplyDelete
  25. ha..ha....ha...kendalikan aja sendiri...

    ReplyDelete
  26. Hihihihihihihihihihihi klo ampe ndak ilang seharian gimana ?????? hihihihiiihihihihihihi

    ReplyDelete