Tiga pekan berlalu sudah
Tiga pekan jasadnya telah terkubur berkalang tanah
Tiga pekan semuanya berubah
Tiga pekan tiada lagi terlihat senyumnya yang merekah
Tiga pekan semua telah punah
Bersama berlalunya waktu......
Hari ini, tepat tiga pekan meninggalnya salah satu keluarga dekatku, terhitung satu pekan setelah ramadhan berlalu. Sebuah berita sangat mengejutkan. Tak pelak cukup menyentak hampir seluruh keluarga yang diberi kabar hari itu, 8 Oktober 2008 di siang hari yang berawan. Dia adalah pamanku, yang tak lain suami dari adik mamaku.
Bagaimana tidak cukup menyentak. Baru saja kami berkumpul di acara lebaran di kota Bandung. Dan semua baru saja kembali dari sana untuk kembali ke aktivitas awal. Tiada keluhan sakit apapun atau kabar tidak enak lainnya. Semua berjalan seperti biasa. Mungkin hanya istri atau mungkin kerabat paling dekat yang merasakan beberapa keganjilan sebelum ia dipanggil Sang Khaliq.
Usia....sebuah misteri besar dalam hidup. Terkecuali bagi orang-orang yang akan dieksekusi mati. Mungkin bukan menjadi rahasia lagi, karena ia telah mengetahui tanggal kematiannya. Namun bagi kebanyakan kita...tiada yang mengetahui sampai batas mana usianya di dunia akan berakhir. Tiada seorangpun yang dapat menjamin apakah lima menit ke depan ia masih ada di dunia atau tidak.
Sebuah pelajaran SANGAT berharga aku dapatkan dari peristiwa kematian. Aku belajar dari orang-orang terdekatku. Peristiwa kematian teramat dekat. Setiap hari ada saja kabar berita duka yang aku dengar. Tidak dari televisi, radio, media cetak, maupun kabar dari keluarga sendiri. Peristiwa kematian yang sangat aku rasakan ketika orang yang sangat dekat dalam kehidupanku, Papa, dipanggil 8 tahun yang lalu. Berturut-turut sebelumnya kedua kakekku, kemudian menyusul nenekku. Dan sekarang pamanku.
Usia pamanku relatif masih muda. Almarhum baru berusia 38 tahun. Namun kematian tidak pandang usia. Bila kontrak di dunia telah habis...harus siap dihentikan semuanya. Tanpa ada tawar-menawar atau negosiasi dari yang memberikan kontrak. Itulah yang terjadi 8 Oktober lalu. Dia meninggal ketika dalam posisi tertidur. Tiada yang mengetahui jam tepatnya kapan hembusan nafas terakhirnya. Dia hanya coba dibangunkan oleh sang istri menjelang jam makan siang, karena dicurigai dari pagi tidak juga bangun-bangun. Dan ternyata setelah dicek....innalillahi wa inna ilaihi rojiun.....raganya telah terbujur kaku. Tanpa ada satupun yang berada di dekatnya ketika sakaratul maut itu terjadi. Seluruh badannya telah kaku, beku dan dingin seperti es. Prediksi kemungkinan telah meninggal 2 jam yang lalu dari jam 12.30 siang. Baru saja melewati Ramadhan yang penuh berkah...namun ternyata itulah Ramadhan terakhir bagi dirinya....Allah masih beri kesempatan itu hingga usai 1 bulan ramadhan berlalu dari dirinya....
Begitu cepatnya kematian itu menjemput dirinya. Mungkin saja masih banyak amanah-amanah yang belum sempat ia tunaikan, mungkin ada janji-janji yang belum sempat ia penuhi....mungkin juga ada hutang-hutang yang belum sempat ia bayarkan.....ahh...semua kita memang tidak pernah tau....
Yang aku sedihkan dari pamanku ini adalah....dia tidak mempunyai keturunan. Walau usia pernikahan dengan istrinya sudah 12 tahun. Aku bertanya dalam hati...siapa yang akan mendoakannya kelak? Bukankah yang akan terus mengalir ke alam kubur nanti adalah doa dari anak yang soleh?
Kemudian aku merenungi apa yang akan dialami oleh tanteku sepeninggal suaminya. Apalagi di usianya yang sudah tidak muda lagi. Usia tanteku 14 tahun lebih tua dari suaminya. Menghabiskan sisa usia di saat tak ada lagi pendamping di sisinya. Ya Rabbi...betapa sedihnya. Tiada teman berbagi, teman bercanda, teman yang saling menyayangi. Walaupun nanti di akhir hidup kita juga akan kembali sendiri lagi. Namun....semoga saja Allah beri kekuatan untuk beliau.
Hidup....terlalu sayang bila harus disia-siakan belaka. Pagi masih tertawa riang...namun bisa jadi siangnya kita telah terkubur dalam tanah......
Life is so short.....seperti seorang pengembara yang sedang berteduh di bawah pohon dan kemudian berlalu melanjutkan perjalanan....seperti itulah hidup. Teramat singkat malah. Sudahkah diriku berbekal untuk sebuah perjalanan panjang menuju alam keabadian?
Ketakutan menyergap diri ini....
Ya Allah...beri hamba keturunan soleh sebelum ajal menjemput. Hamba ingin ada yang mendoakan diri hamba ketika hamba berada dalam alam kubur....Beri hamba ilmu manfaat juga beri hamba kemampuan untuk mengajarkannya kembali....sebagai ladang amal yang tak pernah putus ketika hamba meninggalkan dunia fana ini.....amin.....juga beri hamba kemampuan untuk tetap beramal jariyah di jalanMu...
For my uncle...moga amal ibadahmu diterima Allah...
For my aunty....moga kesabaran senantiasa melekat dalam dirimu...
For myself...pertinggi taqwa...kematian itu DEKAT...teramat DEKAT...dessy.....
Thanks untuk temen2 yang mengucapkan duka cita via HP dan MP ku...
(bandung, in memoriam 08 Okt 08)
Taubat - Opick
turut berduka...
ReplyDeleteBerbekallah untuk hari yang sudah pasti
ReplyDeleteSungguh kematian adalah muara manusia
Relakah dirimu menyertai segolongan orang
Mereka mebawa bekal sedangkan tanganmu hampa
Rasulullah bersabda perbanyaklah mengingat
Akan pemusnah segala kenikmatan dunia
Itulah kematian yang kan pasti datang
Kita tak tahu kapan waktunya kan menjelang
Berbekallah untuk hari yang sudah pasti
Sungguh kematian adalah muara manusia
Relakah dirimu menyertai segolongan orang
Mereka membawa bekal sedangkan tanganmu hampa
Rasulullah bersabda perbanyaklah mengingat
Akan pemusnah segala kenikmatan dunia
Itulah kematian yang kan pasti datang
Kita tak tahu kapan waktunya kan menjelang
Menangislah hai sahabat karena takut kan Allah
Niscaya engkau kan berada dalam naunganNya
Di hari kiamat disaat tiada
Naungan untuk manusia selain NAungannya
Dalam AmpunanNya
Dalam MaghfirohNya
Dosa pun berguguran bak daun darri pepohonan
Berbekallah untuk hari yang sudah pasti
Sungguh kematian adalah muara manusia
Relakah dirimu menyertai segolongan orang
Mereka membawa bekal sedangkan tanganmu hampa
Rasulullah bersabda perbanyaklah mengingat
Akan pemusnah segala kenikmatan dunia
Itulah kematian yang kan pasti datang
Kita tak tahu kapan waktunya kan menjelang
Kita tak tahu kapan waktunya kan menjelang ....
innalillah...
ReplyDeleteturut berduka cita mbak......
kita tinggal nunggu giliran....
makasih mas samsi....
ReplyDeletekeep in touch....
amin..ponakan kan sama aja dengan anak...semoga apa yg diharapkan dapt tercapai ya dess...
ReplyDeleterenungan yang sangat bagus sof....makasih sangat.....
ReplyDeletekematian....tak pernah kita ketahui datangnya...
bersiaplah......
turut berduka cita ya Dess....
ReplyDeletesemoga diterima di sisiNya
yup...menunggu giliran datangnya sang Izrail....
ReplyDeleteyup...punya keturunan ya...biar ngga kesepian...amin
ReplyDeleteJuga buat diri-diri kita yang cepat atau lambat akan melihat dan merasakan saat kematian kita tiba
ReplyDeleteMakasih buat pengingatnya
amin...untuk doanya....
ReplyDeletekumaha...damang?
sama2 pak yayan....doakan selalu ya....sering2 ngingetin juga....
ReplyDeleteikut bduka cita
ReplyDeletemudah2an bs buat perenungan kita bsama
hiks...
ReplyDeleteJazakillah atas dzikrulmautnya ya neng...
ReplyDeleteInsyaAllah, sesiapa yang mati dalam keadaan tidur itu termasuk dalam kondisi yang baik ketika berpulang.
Mudah2an jadi pertanda bahwa paman Dessy, orang yang berkah amal sholihnya, di dunia dan akhirat.
Renungan yang sangat berharga...makasih yaa mba des...
ReplyDeletealhamdulillah sae...
ReplyDeletesyukron mba vinna...
ReplyDeletedoain aku juga ya...
kapan pulang ke indonesia? miss u...
sama2 mbak rahma...
ReplyDeleteini tissuenya teh....
ReplyDeletethanks mas hartono...gimana tulisannya? aku tunggu ya.....
ReplyDeletemoga berkah Allah senantiasa meliputi.......
ReplyDeletekita tak tahu jalan hidup kita.. hidup emang singkat.. happy yang bisa melewatinya dengan keluarga dan sahabat..
ReplyDeleteJazakillah atas dzikrulmaut ya mbak..
ReplyDeletesama2 yud....pa kabar neh? kapan mo makan mie aceh?
ReplyDeletekeluarga...harta dalam hidup...bahagia yang memilikinya...
ReplyDeleteamiin
ReplyDeletehanya doa yang kuucap
namun semoga perkenanan Tuhan mengiringi asamu
wahai saudaraku.....
T_T
kabar baik mbak..
ReplyDeletekapan mbak sempet aja..insya allah yudi akan naktirin deh..:)
syukron punk.....
ReplyDeletemoga Allah juga memberi banyak kebaikan untukmu...
makasih utk smsnya....
asik...ditraktir neh? ajak egi ya....
ReplyDeletejgn ngambeg2an lagi dong...
allah kan maha sempurna mba, insyaAllah masih ada amal jariah dan ilmu yang bermanfaat yg bisa membantu paman mba desi di dalam kuburnya nanti..yg penting mari kita doakan sama-sama ya, mudah2an dilapangkan kuburnya dan diampuni dosanya, amin..;)
ReplyDeleteiya ya...kita kan ngga tau ya mba? moga saja Allah ampuni segala dosa2nya...amin...dan dilapangkan kuburnya selalu....
ReplyDeleteikyuuuut...dah lama juga ga makan mie aceh sejak kasus berdarah dimeulaboh...
ReplyDeletekasian amat uli...di jakarta banyak loh yg dagang mie aceh....
ReplyDeletelife is short..
ReplyDeletesangat pendek dan ujungnya misteri..
bersiaplah wahai diri.. :(
kisah yg harus tetap diingat
ReplyDeletesemoga kita husnul khotimah...amin....
ReplyDeletejadikan kematian sebagai penasihat diri....
ReplyDeleteInnalillahi wa inna illaihi rojiun...
ReplyDeleteturut berduka cita ya...
semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Alloh swt, di lapangkan dan diterangkan kuburnya, di mudahkan hisabnya...
amin
itulah mengapa Rasulullah menganjurkan Ziarah kubur,.. salah satunya sebagi reminder bagi kita, bahwa nanti pasti tiba juga giliran kita dikebumikan disana...
ReplyDeletebtw, Ikut berduka cita ya mbak Dessy, semoga Almarhum paman Mbak Dessy mendpat yg terbaik disisi Allah SWT
Dzikrulmaut itu juga dtg lewat kematian ibuku 11 okt 08 lalu..
ReplyDeleteAllah Maha Berkehendak,mba..
Turut brbela sungkawa ya mbak...
ReplyDeleteAmin..smg doa dan harapanmu trkbul, bgitu pula aq menginginkan dmikian..
syukran mbak Dessy..
ReplyDeletekepergiannya menjadi
bahan kita
untuk memuhasabah diri
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun........ , yaaaaahhhhh Deeessss , kita juga tidak tau kapan akan di absen ma Allah , maka dari itu klo tidak iklas bersiap mulai sekarang kapan lagi , sebab tidak ada acara penundaan bila sudah di absen
ReplyDeleteInnalillahi wa inna ilaihi raaji'uun
ReplyDeletesemoga yg ditinggalkan diberikan kelapangan hati, amin.
insya allah....makasih mba rifa...
ReplyDeletebetul pak...pak charles...
ReplyDeleteiya...kita harus sering2 muhasabah....sebelum Allah menghisab kita nanti...
ReplyDeleteamin...moga permohonanku dikabulkan....doain aku ya mas andik...
ReplyDeleteturut berduka cita juga...moga almarhumah diterima di sisiNYa....amin...sabar ya....
ReplyDeletemakasih mas afthon....
ReplyDeletekita emang harus sering2 dzikrul maut...
syukron mbak yusi....moga Allah jg memberi kesabaran selalu
ReplyDeleteinnalillah.... *jadi inget lagunya The Moffats: If Life Is So Short....*
ReplyDeletemba diana...jumat ke telkomsel ya? ditunggu.......
ReplyDeleteada acara apa des? telkomsel mana neh???
ReplyDeletepengajian KLIK, telkomsel kuningan
ReplyDeletesok teu...
ReplyDeletetelkomsel kuningan.....duh,gedung apa ya lupa!!!
ReplyDeleteLAZ PORTALINFAQ bekerjasama dengan Majelis Ta’lim Telkomsel dan didukung oleh : HARIAN UMUM REPUBLIKA mengadakan KLiK-KAJIAN LINTAS PERKANTORAN OKTOBER 2008, yang Insya Allah akan diadakan pada :
ReplyDeleteHari,Tanggal : Jum’at, 31 Oktober 2008
Waktu : Pukul 17.00-21.00 (shalat Maghrib berjamaah)
Tema : ”Silatturrahim Menuju Pintu Silatturrizqi”
Pembicara : Ust. Syahrul Syah
( Juri Pildacil dan Mubaligh Stasiun TV)
Tempat : Gedung Atrium Mulia Lantai 6, Telkomsel kuningan
Jl. HR. Rasuna Said Kav. 10-11 Jakarta-selatan
... *ga bisa berkata-kata kalo soal renungan kematian
ReplyDeleteMakasih Deeessss
ReplyDeletespeechless? kenapa? sariawan kah?
ReplyDeletebener2 deh...selalu masuk paling belakangan...
ReplyDeleteselalu PALING TELAT isi absen....!!
ReplyDeleteqeeqeqeqe potong uang transport n makan des....
ReplyDeletepotong juga gajinya...sama ngga dapat bonus akhir tahun...biar tau rasa!!
ReplyDeleteehheheheh teganya bu...dia dapet apa bu...mosok mau ditampung dirumah ibu ehhehehehe
ReplyDeletedapat omelan aja dari aku....ngga disiplin sih...*bosgalak*
ReplyDeletewah telat mbak ana bukanya...ya cm bisa mendo'akan aja..
ReplyDeletesyukron ukhti....makasih doanya....
ReplyDeletesama-sama saudaraku...
ReplyDeleteWakakakakakakakakakakakakakakakakak khan yang menampung Aku di rumah Uli , biar ngak dapat pa pa khan masih dapat makan tiap jam wakakakakakakakakakakakakakakakakak , Aku masuk terakhir karena sama seperti Uli , Aku ni kerjanya adventure tiap kota seluruh dunia , Aku ni apa aja di kerjakan , jadi klo da panggilan yaaa harus berangkat , jadi klo sedang menghadapi 1 Computer berarti Aku lagi parkir , karena dah selesai mengerjakan satu persoalan hehehehehehehehehehehe
ReplyDeletebulan kemaren belum bayar tumpangan???jd sekarang numpangnya didessy aja **tangan kiri megang pinggang yg kanan nunjuk pintu keluar** heheheheheh
ReplyDeleteemang qt sammmaaa???? jgn nyama2in deh..
ReplyDeleteWakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakak tangan kanannya nunjuknya ke atas yaaaaa Uli ???????????????
ReplyDelete????? ke bawah secara qt kan lg diloteng qeqeqeeqeq
ReplyDeletelagi ngomong apaan sih?
ReplyDeletega ngerti ya??? ada deh...diem2 aja ya mrdjmstbdg...
ReplyDeletesilakan kalian selesaikan secara jantan ya....
ReplyDeletewah harus operasi dulu ni bu secara ane sekarang betina neh...wakakkaka
ReplyDeleteyakin mo operasi? ngga nyesel?
ReplyDeleteeqeqeqeq ya si mrdjmstkbdg nya yg operasi jd nya semua diselesaikan dengan nurani perempuan wakakakka
ReplyDeletekayaknya dia lebih cocok....setujuh dehhh.........
ReplyDeleteLhaaaaaa rumah Aku khan blom ada lotengnya , karena blom sempat di renovasi hehehehehehehehehehehehe
ReplyDeleteYaaaaaaaaahhhhhhhhh amplop , gimana klo di selesaiin secara ac dc aja di tanggung pada bingung deh wakakakakakakakakakak
ReplyDeleteinnalillah ,
ReplyDeletesy turut berduka mbak
oh ya , salam kenal yaa
salam kenal juga....julia...
ReplyDelete