Wednesday, October 29, 2008

Life is Short

 
Tiga pekan berlalu sudah
Tiga pekan jasadnya telah terkubur berkalang tanah
Tiga pekan semuanya berubah
Tiga pekan tiada lagi terlihat senyumnya yang merekah
Tiga pekan semua telah punah
Bersama berlalunya waktu......

Hari ini, tepat tiga pekan meninggalnya salah satu keluarga dekatku, terhitung satu pekan setelah ramadhan berlalu. Sebuah berita sangat mengejutkan. Tak pelak cukup menyentak hampir seluruh keluarga yang diberi kabar hari itu, 8 Oktober 2008 di siang hari yang berawan. Dia adalah pamanku, yang tak lain suami dari adik mamaku.

Bagaimana tidak cukup menyentak. Baru saja kami berkumpul di acara lebaran di kota Bandung. Dan semua baru saja kembali dari sana untuk kembali ke aktivitas awal. Tiada keluhan sakit apapun atau kabar tidak enak lainnya. Semua berjalan seperti biasa. Mungkin hanya istri atau mungkin kerabat paling dekat yang merasakan beberapa keganjilan sebelum ia dipanggil Sang Khaliq.

Usia....sebuah misteri besar dalam hidup. Terkecuali bagi orang-orang yang akan dieksekusi mati. Mungkin bukan menjadi rahasia lagi, karena ia telah mengetahui tanggal kematiannya. Namun bagi kebanyakan kita...tiada yang mengetahui sampai batas mana usianya di dunia akan berakhir. Tiada seorangpun yang dapat menjamin apakah lima menit ke depan ia masih ada di dunia atau tidak.

Sebuah pelajaran SANGAT berharga aku dapatkan dari peristiwa kematian. Aku belajar dari orang-orang terdekatku. Peristiwa kematian teramat dekat. Setiap hari ada saja kabar berita duka yang aku dengar. Tidak dari televisi, radio, media cetak, maupun kabar dari keluarga sendiri. Peristiwa kematian yang sangat aku rasakan ketika orang yang sangat dekat dalam kehidupanku, Papa, dipanggil 8 tahun yang lalu. Berturut-turut sebelumnya kedua kakekku, kemudian menyusul nenekku. Dan sekarang pamanku.

Usia pamanku relatif masih muda. Almarhum baru berusia 38 tahun. Namun kematian tidak pandang usia. Bila kontrak di dunia telah habis...harus siap dihentikan semuanya. Tanpa ada tawar-menawar atau negosiasi dari yang memberikan kontrak. Itulah yang terjadi 8 Oktober lalu. Dia meninggal ketika dalam posisi tertidur. Tiada yang mengetahui jam tepatnya kapan hembusan nafas terakhirnya. Dia hanya coba dibangunkan oleh sang istri menjelang jam makan siang, karena dicurigai dari pagi tidak juga bangun-bangun. Dan ternyata setelah dicek....innalillahi wa inna ilaihi rojiun.....raganya telah terbujur kaku. Tanpa ada satupun yang berada di dekatnya ketika sakaratul maut itu terjadi. Seluruh badannya telah kaku, beku dan dingin seperti es. Prediksi kemungkinan telah meninggal 2 jam yang lalu dari jam 12.30 siang. Baru saja melewati Ramadhan yang penuh berkah...namun ternyata itulah Ramadhan terakhir bagi dirinya....Allah masih beri kesempatan itu hingga usai 1 bulan ramadhan berlalu dari dirinya....
Begitu cepatnya kematian itu menjemput dirinya. Mungkin saja masih banyak amanah-amanah yang belum sempat ia tunaikan, mungkin ada janji-janji yang belum sempat ia penuhi....mungkin juga ada hutang-hutang yang belum sempat ia bayarkan.....ahh...semua kita memang tidak pernah tau....

Yang aku sedihkan dari pamanku ini adalah....dia tidak mempunyai keturunan. Walau usia pernikahan dengan istrinya sudah 12 tahun. Aku bertanya dalam hati...siapa yang akan mendoakannya kelak? Bukankah yang akan terus mengalir ke alam kubur nanti adalah doa dari anak yang soleh?

Kemudian aku merenungi apa yang akan dialami oleh tanteku sepeninggal suaminya. Apalagi di usianya yang sudah tidak muda lagi. Usia tanteku 14 tahun lebih tua dari suaminya. Menghabiskan sisa usia di saat tak ada lagi pendamping di sisinya. Ya Rabbi...betapa sedihnya. Tiada teman berbagi, teman bercanda, teman yang saling menyayangi. Walaupun nanti di akhir hidup kita juga akan kembali sendiri lagi. Namun....semoga saja Allah beri kekuatan untuk beliau.

Hidup....terlalu sayang bila harus disia-siakan belaka. Pagi masih tertawa riang...namun bisa jadi siangnya kita telah terkubur dalam tanah......

Life is so short.....seperti seorang pengembara yang sedang berteduh di bawah pohon dan kemudian berlalu melanjutkan perjalanan....seperti itulah hidup. Teramat singkat malah. Sudahkah diriku berbekal untuk sebuah perjalanan panjang menuju alam keabadian?

Ketakutan menyergap diri ini....
Ya Allah...beri hamba keturunan soleh sebelum ajal menjemput. Hamba ingin ada yang mendoakan diri hamba ketika hamba berada dalam alam kubur....Beri hamba ilmu manfaat juga beri hamba kemampuan untuk mengajarkannya kembali....sebagai ladang amal yang tak pernah putus ketika hamba meninggalkan dunia fana ini.....amin.....juga beri hamba kemampuan untuk tetap beramal jariyah di jalanMu...


For my uncle...moga amal ibadahmu diterima Allah...
For my aunty....moga kesabaran senantiasa melekat dalam dirimu...
For myself...pertinggi taqwa...kematian itu DEKAT...teramat DEKAT...dessy.....

Thanks untuk temen2 yang mengucapkan duka cita via HP dan MP ku...

(bandung, in memoriam 08 Okt 08)



Taubat - Opick

87 comments:

  1. Berbekallah untuk hari yang sudah pasti
    Sungguh kematian adalah muara manusia
    Relakah dirimu menyertai segolongan orang
    Mereka mebawa bekal sedangkan tanganmu hampa

    Rasulullah bersabda perbanyaklah mengingat
    Akan pemusnah segala kenikmatan dunia
    Itulah kematian yang kan pasti datang
    Kita tak tahu kapan waktunya kan menjelang

    Berbekallah untuk hari yang sudah pasti
    Sungguh kematian adalah muara manusia
    Relakah dirimu menyertai segolongan orang
    Mereka membawa bekal sedangkan tanganmu hampa

    Rasulullah bersabda perbanyaklah mengingat
    Akan pemusnah segala kenikmatan dunia
    Itulah kematian yang kan pasti datang
    Kita tak tahu kapan waktunya kan menjelang

    Menangislah hai sahabat karena takut kan Allah
    Niscaya engkau kan berada dalam naunganNya
    Di hari kiamat disaat tiada
    Naungan untuk manusia selain NAungannya

    Dalam AmpunanNya
    Dalam MaghfirohNya
    Dosa pun berguguran bak daun darri pepohonan

    Berbekallah untuk hari yang sudah pasti
    Sungguh kematian adalah muara manusia
    Relakah dirimu menyertai segolongan orang
    Mereka membawa bekal sedangkan tanganmu hampa

    Rasulullah bersabda perbanyaklah mengingat
    Akan pemusnah segala kenikmatan dunia
    Itulah kematian yang kan pasti datang
    Kita tak tahu kapan waktunya kan menjelang
    Kita tak tahu kapan waktunya kan menjelang ....

    ReplyDelete
  2. innalillah...
    turut berduka cita mbak......
    kita tinggal nunggu giliran....

    ReplyDelete
  3. amin..ponakan kan sama aja dengan anak...semoga apa yg diharapkan dapt tercapai ya dess...

    ReplyDelete
  4. renungan yang sangat bagus sof....makasih sangat.....
    kematian....tak pernah kita ketahui datangnya...
    bersiaplah......

    ReplyDelete
  5. turut berduka cita ya Dess....
    semoga diterima di sisiNya

    ReplyDelete
  6. yup...menunggu giliran datangnya sang Izrail....

    ReplyDelete
  7. yup...punya keturunan ya...biar ngga kesepian...amin

    ReplyDelete
  8. Juga buat diri-diri kita yang cepat atau lambat akan melihat dan merasakan saat kematian kita tiba
    Makasih buat pengingatnya

    ReplyDelete
  9. amin...untuk doanya....
    kumaha...damang?

    ReplyDelete
  10. sama2 pak yayan....doakan selalu ya....sering2 ngingetin juga....

    ReplyDelete
  11. ikut bduka cita
    mudah2an bs buat perenungan kita bsama

    ReplyDelete
  12. Jazakillah atas dzikrulmautnya ya neng...

    InsyaAllah, sesiapa yang mati dalam keadaan tidur itu termasuk dalam kondisi yang baik ketika berpulang.
    Mudah2an jadi pertanda bahwa paman Dessy, orang yang berkah amal sholihnya, di dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  13. Renungan yang sangat berharga...makasih yaa mba des...

    ReplyDelete
  14. syukron mba vinna...
    doain aku juga ya...
    kapan pulang ke indonesia? miss u...

    ReplyDelete
  15. thanks mas hartono...gimana tulisannya? aku tunggu ya.....

    ReplyDelete
  16. moga berkah Allah senantiasa meliputi.......

    ReplyDelete
  17. kita tak tahu jalan hidup kita.. hidup emang singkat.. happy yang bisa melewatinya dengan keluarga dan sahabat..

    ReplyDelete
  18. Jazakillah atas dzikrulmaut ya mbak..

    ReplyDelete
  19. sama2 yud....pa kabar neh? kapan mo makan mie aceh?

    ReplyDelete
  20. keluarga...harta dalam hidup...bahagia yang memilikinya...

    ReplyDelete
  21. amiin
    hanya doa yang kuucap
    namun semoga perkenanan Tuhan mengiringi asamu
    wahai saudaraku.....

    T_T

    ReplyDelete
  22. kabar baik mbak..
    kapan mbak sempet aja..insya allah yudi akan naktirin deh..:)

    ReplyDelete
  23. syukron punk.....
    moga Allah juga memberi banyak kebaikan untukmu...
    makasih utk smsnya....

    ReplyDelete
  24. asik...ditraktir neh? ajak egi ya....
    jgn ngambeg2an lagi dong...

    ReplyDelete
  25. allah kan maha sempurna mba, insyaAllah masih ada amal jariah dan ilmu yang bermanfaat yg bisa membantu paman mba desi di dalam kuburnya nanti..yg penting mari kita doakan sama-sama ya, mudah2an dilapangkan kuburnya dan diampuni dosanya, amin..;)

    ReplyDelete
  26. iya ya...kita kan ngga tau ya mba? moga saja Allah ampuni segala dosa2nya...amin...dan dilapangkan kuburnya selalu....

    ReplyDelete
  27. ikyuuuut...dah lama juga ga makan mie aceh sejak kasus berdarah dimeulaboh...

    ReplyDelete
  28. kasian amat uli...di jakarta banyak loh yg dagang mie aceh....

    ReplyDelete
  29. life is short..
    sangat pendek dan ujungnya misteri..
    bersiaplah wahai diri.. :(

    ReplyDelete
  30. jadikan kematian sebagai penasihat diri....

    ReplyDelete
  31. Innalillahi wa inna illaihi rojiun...
    turut berduka cita ya...
    semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Alloh swt, di lapangkan dan diterangkan kuburnya, di mudahkan hisabnya...
    amin

    ReplyDelete
  32. itulah mengapa Rasulullah menganjurkan Ziarah kubur,.. salah satunya sebagi reminder bagi kita, bahwa nanti pasti tiba juga giliran kita dikebumikan disana...

    btw, Ikut berduka cita ya mbak Dessy, semoga Almarhum paman Mbak Dessy mendpat yg terbaik disisi Allah SWT

    ReplyDelete
  33. Dzikrulmaut itu juga dtg lewat kematian ibuku 11 okt 08 lalu..
    Allah Maha Berkehendak,mba..

    ReplyDelete
  34. Turut brbela sungkawa ya mbak...
    Amin..smg doa dan harapanmu trkbul, bgitu pula aq menginginkan dmikian..

    ReplyDelete
  35. syukran mbak Dessy..
    kepergiannya menjadi
    bahan kita
    untuk memuhasabah diri

    ReplyDelete
  36. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun........ , yaaaaahhhhh Deeessss , kita juga tidak tau kapan akan di absen ma Allah , maka dari itu klo tidak iklas bersiap mulai sekarang kapan lagi , sebab tidak ada acara penundaan bila sudah di absen

    ReplyDelete
  37. Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun

    semoga yg ditinggalkan diberikan kelapangan hati, amin.

    ReplyDelete
  38. iya...kita harus sering2 muhasabah....sebelum Allah menghisab kita nanti...

    ReplyDelete
  39. amin...moga permohonanku dikabulkan....doain aku ya mas andik...

    ReplyDelete
  40. turut berduka cita juga...moga almarhumah diterima di sisiNYa....amin...sabar ya....

    ReplyDelete
  41. makasih mas afthon....
    kita emang harus sering2 dzikrul maut...

    ReplyDelete
  42. syukron mbak yusi....moga Allah jg memberi kesabaran selalu

    ReplyDelete
  43. innalillah.... *jadi inget lagunya The Moffats: If Life Is So Short....*

    ReplyDelete
  44. mba diana...jumat ke telkomsel ya? ditunggu.......

    ReplyDelete
  45. ada acara apa des? telkomsel mana neh???

    ReplyDelete
  46. pengajian KLIK, telkomsel kuningan

    ReplyDelete
  47. telkomsel kuningan.....duh,gedung apa ya lupa!!!

    ReplyDelete
  48. LAZ PORTALINFAQ bekerjasama dengan Majelis Ta’lim Telkomsel dan didukung oleh : HARIAN UMUM REPUBLIKA mengadakan KLiK-KAJIAN LINTAS PERKANTORAN OKTOBER 2008, yang Insya Allah akan diadakan pada :

    Hari,Tanggal : Jum’at, 31 Oktober 2008

    Waktu : Pukul 17.00-21.00 (shalat Maghrib berjamaah)

    Tema : ”Silatturrahim Menuju Pintu Silatturrizqi”

    Pembicara : Ust. Syahrul Syah

    ( Juri Pildacil dan Mubaligh Stasiun TV)

    Tempat : Gedung Atrium Mulia Lantai 6, Telkomsel kuningan

    Jl. HR. Rasuna Said Kav. 10-11 Jakarta-selatan

    ReplyDelete
  49. ... *ga bisa berkata-kata kalo soal renungan kematian

    ReplyDelete
  50. bener2 deh...selalu masuk paling belakangan...

    ReplyDelete
  51. qeeqeqeqe potong uang transport n makan des....

    ReplyDelete
  52. potong juga gajinya...sama ngga dapat bonus akhir tahun...biar tau rasa!!

    ReplyDelete
  53. ehheheheh teganya bu...dia dapet apa bu...mosok mau ditampung dirumah ibu ehhehehehe

    ReplyDelete
  54. dapat omelan aja dari aku....ngga disiplin sih...*bosgalak*

    ReplyDelete
  55. wah telat mbak ana bukanya...ya cm bisa mendo'akan aja..

    ReplyDelete
  56. Wakakakakakakakakakakakakakakakakak khan yang menampung Aku di rumah Uli , biar ngak dapat pa pa khan masih dapat makan tiap jam wakakakakakakakakakakakakakakakakak , Aku masuk terakhir karena sama seperti Uli , Aku ni kerjanya adventure tiap kota seluruh dunia , Aku ni apa aja di kerjakan , jadi klo da panggilan yaaa harus berangkat , jadi klo sedang menghadapi 1 Computer berarti Aku lagi parkir , karena dah selesai mengerjakan satu persoalan hehehehehehehehehehehe

    ReplyDelete
  57. bulan kemaren belum bayar tumpangan???jd sekarang numpangnya didessy aja **tangan kiri megang pinggang yg kanan nunjuk pintu keluar** heheheheheh

    ReplyDelete
  58. emang qt sammmaaa???? jgn nyama2in deh..

    ReplyDelete
  59. Wakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakak tangan kanannya nunjuknya ke atas yaaaaa Uli ???????????????

    ReplyDelete
  60. ????? ke bawah secara qt kan lg diloteng qeqeqeeqeq

    ReplyDelete
  61. ga ngerti ya??? ada deh...diem2 aja ya mrdjmstbdg...

    ReplyDelete
  62. silakan kalian selesaikan secara jantan ya....

    ReplyDelete
  63. wah harus operasi dulu ni bu secara ane sekarang betina neh...wakakkaka

    ReplyDelete
  64. eqeqeqeq ya si mrdjmstkbdg nya yg operasi jd nya semua diselesaikan dengan nurani perempuan wakakakka

    ReplyDelete
  65. kayaknya dia lebih cocok....setujuh dehhh.........

    ReplyDelete
  66. Lhaaaaaa rumah Aku khan blom ada lotengnya , karena blom sempat di renovasi hehehehehehehehehehehehe

    ReplyDelete
  67. Yaaaaaaaaahhhhhhhhh amplop , gimana klo di selesaiin secara ac dc aja di tanggung pada bingung deh wakakakakakakakakakak

    ReplyDelete
  68. innalillah ,
    sy turut berduka mbak
    oh ya , salam kenal yaa

    ReplyDelete