Anak....setiap hari aku selalu merindukan sosoknya. Berharap ada yang akan aku gendong, yang mengompoli diriku, membangunkanku di tengah hening malam dengan tangisannya, menyibukkan diriku dengan semua aktifitas rutin sebagai seorang ibu.
Tetapi kini ada sosok yang sementara menggantikan kerinduanku akan hadirnya buah cintaku dan suami. Dia lah Azka, si mungil anak adikku, keponakan pertamaku. Kebersertaan diriku dalam menyambut hadirnya di dunia ini telah membuatku seolah-olah menjadi ibu kedua bagi dirinya. Aku selalu menanti-nanti jam pulang kantor agar segera tiba ke rumah. Ingin segera memeluk tubuh mungilnya. Menimang-nimang badan gendutnya dengan penuh kasih. Mencium pipinya yang montok tiada henti. Ingin bercerita selalu di depan wajahnya. Sosok imutnya selalu melahirkan kerinduan.
Azka....Seperti sudah menjadi darah dagingku sendiri. Aku seolah turut merasakan sakit saat ibunya melahirkan dia ke dunia. Terkadang aku begitu menguasai Azka daripada ayahnya sendiri. Kerapkali aku membiarkannya tertidur di sebelahku, hingga ibunya selalu mencari-cari keberadaan anaknya. Kerap pula aku menimangnya hingga tertidur lelap. Sering juga Azka menjadi rebutan di antara aku, oma, ibunya, dan ayahnya. Begitu sayangnya kami semua dengan dia. Tiada terkatakan bagaimana aku begitu mengkhawatirkan tentang dirinya melebihi orang tuanya sendiri. Terkadang aku lebih takut terjadi apa-apa dengan Azka daripada ibunya sendiri. Terlalu paranoidkah aku?
"Azka anak bunda...., bunda sayang banget ama Azka....jadi anak soleh ya Nak..." kalimat itulah yang selalu aku katakan padanya.
"Azka kalau udah gede harus santun ya... seperti Rasulullah, pemberani seperti Umar, lembut hatinya seperti Abu Bakar, pinter kayak Ali, dan tajir seperti Ustman bin Affan..." sebuah upaya pengenalan tokoh-tokoh melegenda aku download ke dalam otaknya. Setiap aku katakan seperti itu...seolah-olah Azka menyimak apa yang aku katakan. Mata beningnya mengerjap-ngerjap memperhatikan wajahku. Antusias mendengarkan "bundanya" bercerita.
Aku tak ingin Azka lebih mengenal tokoh-tokoh lain yang fiktif seperti superman, batman, ataupun spiderman. Azka harus kenal terlebih dahulu dengan Rasulnya yang luar biasa, yang benar-benar ada dalam sejarah, daripada tokoh-tokoh fiktif super hero yang cuma ada dalam dongeng dan film itu.
Bunda dan Abi sebutan itulah yang selalu aku katakan padanya untuk panggilan diriku dan suami. Sebuah keegoisan mungkin, menganggap aku dan suamiku seolah-olah orang tua kandungnya.
Semua itu hanya bukti rasa sayangku menjadikan dia bagian dari hidupku bagaikan anakku sendiri.
"Panggil aku bunda ....."
Semoga kelak aku menjadi seorang bunda sungguhan bagi anak keturunanku. Amin...
kenapa, bukannya sedang hamil teh?
ReplyDeleteamiin..semoga cepat2 dapet keturunan juga yah mba...
ReplyDeletesabar dan ikhtiar... temenku juga 7thn menikah baru sekrang dikaruniai anak...
Amiiin
ReplyDeleteamiin..smoga mba secepatnya dapat keturunan..
ReplyDeletesbar ya bu? si azka enak ya punya bunda 2.. pasti disayang...
ReplyDeleteturut mendoakan ya mbak...
ReplyDeletesantai aja ....kl tiap bulan cemas malah gak jadi hehe
ReplyDeleteBun....bundaaaa....
ReplyDeleteSiip! Aku juga suka banget main ma keponakan.... Ayo calon bunda tetap semangat dan berharap! :)
ReplyDeletedan panggil aku panda... Hahahha
ReplyDelete@ all : makasi utk doa2nya....amin ya Rob...moga yg belum jg segera yaa....tetep semangat!!
ReplyDelete@ muse : baiklah mus...ntar aku ajarin azka utk panggil dirimu panda...lucu jg yaa...panda mus...
Amin .. yang sabar ya bu .. Allah beserta orang - orang yang sabar & ikhlas ...
ReplyDeleteSubhanalloh .. cuci otaknya bagus juga tuh ... hrs di contoh ibu2 yang lain niy ... yang biasanya mengenalkan ma superman, batman, dll ... btw yang paling tajir en bijaksana bukannya khalifah Umar ya :)