Tuesday, February 23, 2010

Selingkuh

Suara terputus-putus terdengar di ujung telepon. Saat itu aku tengah berada di pusat keramaian dan hingarnya lalu lalang kendaraan. Suara di seberang sana tidak begitu jelas sampai ke telingaku. Lamat-lamat aku mendengar suara isak tangisnya.

"Mbak...punya kenalan ustadz? Aku lagi down banget....aku sedang banyak masalah." Isak tangisnya kian jelas kudengar.

"Ada apa mbak? Kenapa?" Mendadak aku panik. Semakin kutajamkan indra pendengaranku. Mencoba menerka-nerka apa gerangan yang terjadi dengan dirinya.

"Suamiku selingkuh. Sudah berkali-kali. Aku sudah ngga kuat lagi...."

"Hah? Sudah lama? Sejak kapan? Sekarang mbak lagi di mana? Ntar aku main ke tempat mbak deh..." Aku mencoba cari tahu keberadaannya.

"Aku sekarang lagi kost dulu. Ngga tinggal ma suamiku....aku ngga tahaaannn..." Tangisnya kian menjadi-jadi.

"Ya udah...mbak tenang dulu...ntar aku kasi nomor telepon ustazah yang bisa diminta konsultasi ya....aku bantuin. Perbanyak doa ya mbak...." Aku sudah tidak tahu harus berkata apa-apa lagi.

-------

Itu tadi sepenggal percakapanku via telepon dengan seorang teman lama di hari Sabtu siang yang terik.



Selingkuh adalah kebohongan atas nama cinta yang dinistakan, begitu kata Satria Hadi Lubis (trainer).


Perselingkuhan. Topik yang acapkali menjadi perbincangan hangat juga bahan gosip yang tiada henti untuk terus diulas dan diulik, serta diberi bumbu-bumbu agar kian sip. Sekaligus pula hal yang sangat menyakitkan. Bagi siapa saja. Tidak peduli dia pria atau wanita. Pasti tidak akan ada yang senang kalau pasangan sahnya maupun yang bukan pasangan sahnya melakukan yang namanya perselingkuhan tadi. Apapun bentuknya.

Konon terlebih kaum hawa yang memiliki rasa cemburu yang lebih besar dibandingkan kaum adam. Mereka biasanya akan mempertahankan pasangannya dengan cara apapun. Tidak rela bila ada yang merebut atau mulai menguasai yang telah menjadi miliknya. Meskipun hak kaum pria untuk memiliki lebih dari satu istri (dalam islam), tetapi tetap saja hampir semua wanita tidak sepenuhnya rela bila harus berbagi dengan sesamanya. Apakah sebuah bentuk keegoisan? Ntahlah....

Namun dari beberapa kasus yang aku temukan dari teman dan keluarga, perselingkuhan mendapat rating teratas sebagai penyebab utama keretakan rumah tangga. Dan hampir rata-rata rumah tangga yang telah dibangun bertahun-tahun bahkan anak-anak mereka telah beranjak dewasa, akhirnya harus disudahi di meja hijau. Naudzubillah....

Pernikahan yang dibangun dengan cinta pada awalnya, pacaran bertahun-tahun, susah senang telah dilewati bersama, tapi semua menjadi kandas dengan kehadiran orang ketiga dalam kehidupan rumah tangga. Ketertarikan dengan pria ataupun wanita lain ternyata sangat berdampak hebat, hingga akhirnya biduk rumah tangga yang dibangun menjadi karam. Sang nakhoda memilih pindah ke lain biduk.

Aku sendiri belumlah lama berumah tangga. Pengalaman menjalani rumah tanggapun belum genap 1 tahun. Masih sangat belia, masih seumur jagung. Namun bila mendengar, melihat kehidupan rumah tangga yang diwarnai dengan perselingkuhan, ribut-ribut, hingga berakhir dalam persidangan, hatiku menjadi takut bukan kepalang. Akankah rumah tanggaku akan selamat sampai tujuan? Apakah nakhodaku cukup kuat mengendalikan biduk yang dibawa dalam menghadapi badai, ombak, angin ribut, topan yang menghadang? Apakah kami akan tetap berpegangan tangan, saling menguatkan, atau justru malah berlepas diri?

Ya Robbi yang maha membolak balikkan hati, awetkan dan kuatkan ikatan pernikahanku
Ya Allah...sampaikanlah kami pada tujuan yang sebenarnya
Bertemu dan berkumpul kembali dalam surgaMu
Amin....

---

*To Mbak NN....sabar ya mba....pertolongan Allah dekat*

25 comments:

  1. i dont know what to say..sudah terlalu terbiasa mendengar,melihat pernah diselingkuhin, pernah berselingkuh dan jadi selingkuhan...*_^

    ReplyDelete
  2. Mbak, selingkuh itu apa, sih? Gak ngerti, nih....

    ReplyDelete
  3. hiks...miris ya li...
    seperti sdh mjd bagian dari hidup....
    dan ini jg terjadi dlm keluarga....hiks...

    ReplyDelete
  4. Selingkuh oh selingkuh.. Makin marak aja sekarang ini... Dengar aja lagu2 skrg banyak yg bertema selingkuh... :(

    ReplyDelete
  5. SELINGKUH = SELIngan INdah Keluara runtUH
    itu kepanjangannya pak....
    tapi kalo kata satria hadi...spertii yg saya tulis di atas td....

    ReplyDelete
  6. iya...kayaknya selingkuh kok dibikin jd bagian dari budaya manusia...
    ga di kota...ga di kampung...sama aja....
    pada kemana hati2 manusia....jgn saling nyakitin atuh....

    ReplyDelete
  7. selidiku dulu...belum tentu selingkuh...
    bila iya terbukti tetaplah bersikap manis...bagaimanapun yang pertama tetap menjadi pegangan bila memang ia baik :-)

    ReplyDelete
  8. yups...jgn asal curiga. Beri bukti...baru deh...xixi...
    tp udah ketauan...msh tetep jalan aja tuh...cuek aja lagi orangnya. gmn dunk?

    ReplyDelete
  9. kejadian yg sama juga menimpa seorang teman.
    suaminya selingkuh ga pulang-pulang. dicari-cari kemana-mana ga ada, rupanya kabur ama selingkuhannya. padahal udah punya anak dua.

    yg tragis, seorang laki2 yg beberapa hari lagi mau nikah, selingkuh dgn teman calon istrinya, akibatnya...fatal.
    pernikahan mereka batal total, si calon suami pindah kelain hati dan tdk kembali2.

    laki2 tukang selingkuh emang brengsek!
    ups...maaf...maklum kesel.

    ReplyDelete
  10. kmbali mengkoreksi diri..sudah sekuat apa keyakinan bahwa Allah Maha Melihat dan Mengetahui..benteng iman kita amat rapuh, tetep bergantung pada Allah saja semoga menyelamatkan rumahtangga kita ^_^

    ReplyDelete
  11. @ katerina : hiks...itulah buah dari perselingkuhan. rmah tangga hancur, pernikahan batal, dilaknat Allah pastinya ....krn tdk jujur, sering bohong...tdk tanggung jawab ma keluarga. para peselingkuh kita hrs hukum apa ya?

    ReplyDelete
  12. @ muse : ha..ha..ha...muse msh anak bawang kata orang medan...msh di bawah umur ya?

    @ dponz : yups...seharusnya dan memang sdh seharusnya kita merasa selalu diawasi oleh Allah yg maha melihat...
    jaga rumah tangga kita dari perselingkuhan apapun....waspadalah!!

    ReplyDelete
  13. fiuhh, ngga kebayang tjadi sama kita..tp bkn ngga mgkn..kita en pasangan manusia biasa, harus brusaha saling menjaga biar thindar dr godaan setan en manusia..amin..

    ReplyDelete
  14. Muse.. Kayaknya mang blm pantas menikah deh ;)

    ReplyDelete
  15. Kak unik dan mbak des : aku kan msh qiyuuut.... Wakakaka

    ReplyDelete
  16. Selingkuh= serong=sama dengan salah satu posisi parkir he..he..he

    ReplyDelete
  17. smg masalah temennya cepet berakhir yah

    ReplyDelete
  18. @ dedew : berarti hrs baca ta'awudz terus ya mba...agar terhindar dari godaan2 setan2 yg terkutuk....

    @ uniq : pantesnya si mus skrg jd siswa dulu deh...belajar yg rajin dek....

    @ muse : qiyuutt, imut2, pengen di pecut ya...

    @ nearer : posisi palang aja deh...

    @ dayan : amin...smg mjd lbh baik. dan berusaha memperbaiki hub satu sama lain. kasian anak2nya...

    ReplyDelete
  19. semoga tabah deh.. jaman gini selingkuh udah jamaah dah.. kalu di rumah tangga sudah tidak nyaman larinya kesana juga.. setidaknya instropeksi juga ya..

    ReplyDelete
  20. @ mba tin2 : lama2 bisa terbentuk jamaah slingkuh sana sini dong mba....
    duh serem ya...mudah2an bisa saling jaga diri...
    rumah tangga tidak nyaman seharusnya bisa utk memperbaiki bareng2...dan bkn lari dgn yg lain...

    ReplyDelete
  21. ----waduw des,, br baca... oalaaa,,,, mdh''n tabah yg lg ngejalanin,,, :(

    ReplyDelete
  22. hiks...iya sedih kalo udah denger cerita pasangan2 tmn yg selingkuh...
    mudah2an pasangan kita ttp setia...

    ReplyDelete
  23. Agoespermana menyukai catatan anda.

    ReplyDelete