Thursday, May 20, 2010

Satu tahun penuh arti

"Tuan putri...sudah siap untuk dipersunting??" Kalimat itu masih terngiang-ngiang di telingaku. Masih sangat jelas terdengar bagaimana dia mengucapkannya ketika itu via telepon seluler di penghujung malam. Sebuah peristiwa besar dalam diriku. Teramat takjub aku dengan semua rencana yang telah dipersiapkan Allah untuk tiap fase kehidupanku. Seorang pria yang belum pernah aku lihat wujudnya secara kasat mata tiba-tiba saja ingin menjadikan diriku sebagai istrinya. It's so amazing...isnt it?

Dan setahun berlalu sudah...sejak akad itu dia ikrarkan di hadapan Sang Khaliq. Setahun yang penuh bunga juga duri-duri kecil. Satu tahun berlalu dengan sangat lajunya. Bermacam peristiwa dilewati. Berbagai ujian menghadang. Dan beraneka manisnya cinta direguk. Ada senyum, tawa, tangis, kesal, marah, haru, bahagia, senang, telah campur aduk dalam hari-hari yang aku lewati bersamanya. Dua insan yang tiada pernah saling kenal sebelumnya, namun kini bersatu di bawah satu atap dan selimut. Terkadang aku merasa semua seperti mimpi saja. Aku yang dulu sudah tidak berharap lagi datangnya seorang pria dalam hidupku, berulang kali gagal dan tidak pernah cocok dengan tiap pria yang mendekati maupun yang disodorkan. Dahulu aku berfikir bahwa aku adalah hidupku sendiri, tidak perlu berbagi rasa dan perasaan dengan seorang yang lain, yang selalu egois dan bertanggung jawab untuk diriku saja. Tetapi kini, ada dia, dia yang dikirim Tuhan masuk dalam tiap relung diriku. Aku tak kuasa menolaknya, terlalu sombong bila mengabaikannya. Aku kian menyadari bahwa fitrah manusia lah untuk berpasang-pasangan. Kriteria tinggi yang dulu aku targetkan, harus begini dan begitu ternyata tak menjadi patokan harga mati. Namun apa yang pernah hati kecilku bisikkan, itulah yang tergambar dalam diri pasanganku. Dia seorang yang romantis, humoris, dan supel sekaligus sabar, tak dapat aku pungkiri. Permintaan terhalus dalam relung batinku yang terdalam, dan itu pula yang dijawabNya. 

Jarak yang memisahkan hingga hari ini, membuat rumah tanggaku selama 1 tahun berjalan seperti sepasang remaja yang masih berpacaran saja. Tiada rutinitas layaknya rumah tangga yang hidup bersama. Tiap dua bulan sekali aku menanti-nanti kedatangannya. Bersiap-siap dengan penampilan terbaik. Merencanakan tempat-tempat kencan yang akan aku datangi bersamanya. Menyusun menu yang ingin aku santap berdua dengannya. Aku sering geli sendiri dengan rumah tanggaku. Seperti ABG yang kasmaran, tiap malam aku selalu menanti-nanti telepon darinya, dan bila pagi datang aku bersemangat ke kantor agar dapat ber-chatting ria dengan suamiku. Begitu hampir setiap hari. Sms-sms nakal, manja, dan sms saling mengingatkan senantiasa mampir ke hpku ataupun hpnya. Warna-warninya rumah tanggaku. Namun ketika rasa bad mood menghadang dan ada perasaan tidak suka menyergap, aku bisa membuat suasana menjadi sangat keruh. Saatnya kesabaran aku dan dia diuji. Belajar menguasai amarah dan mengerti keinginan pasangan, juga  dengan lapang dada memaafkan satu sama lain. Pernikahan mengajarkan sangat banyak hal. 

Satu tahun, layaknya perjalanan hidup seorang anak manusia. Di usia ini, adalah awal-awal mulai belajar berjalan, sering kali terjatuh, tersandung, terjerembab, bahkan sakit untuk awalnya. Belajar keseimbangan untuk benar-benar menapakkan kaki menjejak ke bumi. Dan bila masa itu terlewati, maka dunia yang penuh misteri ini akan sanggup dijelajahi dengan kedua kakinya. Peristiwa-peristiwa baru siap untuk dihadapi dan diatasi. Setiap tahapan adalah proses pembelajaran. Tidak semua yang dilewati adalah perjalanan indah, mulus, penuh bunga, dan tanpa rintangan. Ada banyak gejolak dan ujian. 


Satu tahun yang indah.....
Satu tahun yang bergejolak...
Satu tahun yang luar biasa....
Satu tahun yang banyak memberi pembelajaran....
Satu tahun yang mendewasakan....
Satu tahun yang mendidik....
Satu tahun yang akan membawa harapan-harapan baru....
Satu tahun yang penuh ANUGRAH...

Terima kasih ya Allah....
Terima kasih cinta...
Terima kasih untuk semua yang aku nikmati....
Karena kasihMu...aku menjadi pasangannya....
Karena ridhoMu...aku masih bersamanya...
Eratkan dan kekalkan ya Ilahi....

----       ---

Suamiku....

"Aku mencintaimu seperti matahari mencintai titah tuhannya"


Jakarta, 21 Mei 2010
My 1st wedding anniversary  

37 comments:

  1. Suit suittt...Begitu indahnya cintaa...~gi merindu yaa ma suami~ Hehehe

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah mba,
    Indah sekali. Barakallahu, semoga menjadi keluarga yg hebat dunia dan akhirat

    ReplyDelete
  3. tipikrrrrriiiiiiiiiiiiiwwwwww......

    masihinget dulu pas lagi hot2nya mo merit....hehehehhe *walopun baca lwt postingan*

    ReplyDelete
  4. Barakallahu atas usia pernikahan mbk. Hiks, terharu membc ini ^^

    ReplyDelete
  5. barakallahulaka.. met milad pernikahan yah

    ReplyDelete
  6. @ eccy : alhamdulillah...bisa sampai ke usia 1....baru belajar jalan nih...

    @ aya : amin...moga cinta selalu krn Allah....nuhun yah...

    @ inndi : hiks iya nih...di hari jadian...malah suamiku msh jauh...blm plg jg..

    @dhaima : siippp....hebat dunia akhirat....sedang belajar nih...ternyata susah ya....

    ReplyDelete
  7. @ rama : ha..ha..ha...ngikutin tiap episode kah?? dirimu janji mau datang ke nikahanku...ternyata ga jadi...huh....

    @ ivonie : makasi von....moga vonie segera jg ya...ups...udah blm? aku udah lama ga tau kabar tmn2 MP nih....

    @ dayan : makasi akh...syukron utk doanya...doain kita cepat punya keturunan yaa

    ReplyDelete
  8. maaf mba, kos cuman indah yang ngajakin dan dia jga gak jelas, makanya tak jadi,,,hehehehehe

    ReplyDelete
  9. berangkat sendiri kan bisa....tidak terjadi dua kali loh pernikahanku...
    dirimu kapan? awas kalo diem2....dikutuk loh

    ReplyDelete
  10. ia tenang aja,, 1 kompi MP bakalan aq undang kok mba...hehehee

    ReplyDelete
  11. selamat ulangtahun pernikahan ^_^
    semoga terus bahagian bersama ;)

    ReplyDelete
  12. dan aku pun akan membawa segerobak pasukan...hehe....siapin aja makanan yg bnyk....dan doorprize khusus utk para MPers

    ReplyDelete
  13. @ genkeis : amin...makasi mas syamsul....apa kabar? sehat kan??

    ReplyDelete
  14. tapi sekarang gak seru ahhhh, jarang bikin postingan.....ruamh ditinggalin begitu aja...ga asyyyiiiikkkk...

    ReplyDelete
  15. barakallahu ya.. mba...

    perjalanan masih panjang... mba.

    Semoga sukses hingga ke akhir perjumpaan.
    berkekalan hingga menapaki surga sejati bersama kelak.
    (amiin)

    ReplyDelete
  16. tp rumahku msh diurus loh...ga ditinggalin begitu aja...
    btw, emang warga MP pada kemana sih? dulu msh sering ngobrol di komen2an...sekarang sepi pisan....kita provokatorin tuh...spy pulang kampung lagi ke MP....

    ReplyDelete
  17. amin.... jalani dgn ikhlas aja mb :)

    ReplyDelete
  18. iya...dan perjalanan itu pasti akan bnyk tantangannya...
    moga selamat sampai ke tujuan sebenarnya...surga Allah yang maha luas dan indah....
    dan reuni kembali di sana...amin

    ReplyDelete
  19. hiks...iya...bersabar....moga masa itu akan tiba juga....syukron akh....

    ReplyDelete
  20. Dua tahun dua anak....
    gmn muse? cucok kan?

    ReplyDelete
  21. Jadi anaknya kembar tuh? Ga kasian sama aku mbak... NYari kadonya harus dobel kalo mereka ulang tahun wakakakakakakakkaa

    ReplyDelete
  22. ha..ha..ha...ngarepnya gitu muse...sekali lahir lgsg cowo cewe...aku udah siap 2 nama utk anak2 yg akan muncul dari rahimku...hihihi....

    nah itu urusan om muse...ga mau tau...pokoknya bawa kado....

    ReplyDelete
  23. parasit...kata gita gutawa....
    haha...

    ReplyDelete
  24. Kalo kataku benalu mbak.. hehehehehe

    ReplyDelete
  25. gulma....yg harus dibuang dan dicabut,....

    ReplyDelete
  26. Ilalang ajah.... *langsung berdendang hahahahaha

    ReplyDelete
  27. Barakallahu sist.. Ikut senang :)

    ReplyDelete
  28. subhanallah walhamdulillah, selamat ya dess....semoga langgeng terus :)

    ReplyDelete
  29. amin...amin...doakan kami segera memiliki keturunan yah...

    ReplyDelete
  30. spechless.. Semoga pernikahanmu selalu diberi keberkahan oleh Allah, benar2 bisa membina keluarga yang seperti di contohkan oleh Rasulullah. Semoga bisa menghadirkan para mujahid dan mujahidah yang siap membela agamanya.

    Tiada pernikahan yang seindah dalam novel
    Karena didalam pernikahan Nabiyullah juga terdapat gejolak.
    Belajarlah dari beliau agar pernikahanmu diberkahi Allah.
    Belajarlah dari istri2 beliau.
    Belajarlah juga dari para sahabiyyah dalam membina rumah tangga
    Karena akhir dari semua itu adalah bagaimana keluarga kita dapat berkumpul bersama2 di Jannah-Nya.

    Selamat belajar ya sobat... semoga ditengah2 proses belajar tsb banyak hikmah yang kau petik yang semakin mendewasakan dirimu dlam menapaki langkah kehidupanmu.

    Happy wedding's anniversary

    ReplyDelete
  31. @ uni : hatur nuhun uni....amin atas doanya...semoga kami berdua dapat terus belajar dan meneladani Rasulullah selalu....

    ReplyDelete